Sandiaga Masih Bingung Skema Pembiayaan Rumah Tapak DP 0 Rupiah

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 02 Maret 2018 | 19:32 WIB
Sandiaga Masih Bingung Skema Pembiayaan Rumah Tapak DP 0 Rupiah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum menemukan kecocokan dengan pengembang PT Nusa Kirana terkait Rumah Tapak DP nol persen di Rorotan.

Sandiaga menuturkan dua minggu kedepan, Pemprov DKI Jakarta akan mencari solusi untuk mensinkronkan program tersebut dengan program pemerintah.

"Sampai saat ini belum. Karena sampai saat ini tidak ketemu sinkron program ini yang bisa kami sandingkan. Tapi kami tidak menutup pintu, dua minggu ini kami cari solusinya," ujar Sandiaga di kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018).

Lebih lanjut, Sandiaga menegaskan penundaan groundbreaking atau peletakan baru pertama karena belum menemukan format yang pas untuk kerja sama dalam program Rumah Tapak DP nol persen.

"Tidak batal. Rorotan kan sudah digroundbreaking dan itu soft launching. Kami lagi mencari satu dua minggu ini format yang bisa kami kerjasamakan," ucap dia.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan penundaan groundbreaking tersebut karena beberapa hal yang harus dicocokan skema pembayaran.

Menurutnya harus dipastikan terlebih dahulu harga dan skema dari Rumah Tapak DP nol rupiah.

"Arahan saya jangan terlalu dipaksakan kalau memang belum ada yang sinkron tunda saja dulu pastikan dari harga dan skema itu kemaren belum ada sinkronisasinya," ujar Sandiaga di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/2/2018

Sandiaga menjelaskan pemprov tidak ingin membingungkan masyarakat dalam program Rumah Tapak yang merupakan program pemerintah bukan program swasta. Maka dari itu, pihaknya ingin memastikan program tersebut untuk masyarakat.

baca juga

"Jangan terlalu terburu-buru tapi kami pastikan program ini bisa menyentuh keinginan kami memberikan rumah Dp 0 rupiah kepada masyarakat yang berada di level income atau penghasilan Rp 3,7 juta sampai angka Rp 7 juta," ucap dia.

Tak hanya itu, Sandiaga menuturkan tak ada masalah terkait lahan milik PT Nusa Kirana. Kata Sandiaga yang harus dicocokan yakni terkait harga dan skema rumah tapak agar tidak muncul keraguan masyarakat.

"Lahannya nggak ada msalah. Lahannya milik swasta, PT Nusa Kirana yang telah membangun Kelapa Gading dan mereka punya tekad yang sangat baik, jadi tidak perlu diragukan lagi. Tinggal mensinkronkan harganya, apakah ini masuk ke dalam proram pemerintah yang lagi kita dorong ini yang lagi kami sinkronkan, kami pastikan tidak ada timbul kerancuan disana," ucap dia.

Sandiaga menambahkan, salah satu alasan belum sinkron yakni belum ditentukannya apakah program tersebut masuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

"Salah satu yang belum sinkron itu apakah ini FLPP atau non FLPP. Karena kalau FLPP, ada batasan-batasannya nah itu yang harus kami sinkronkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok PKL Melawai Gabung ke OK OCE, Tapi Masih Dagang di Trotoar

Besok PKL Melawai Gabung ke OK OCE, Tapi Masih Dagang di Trotoar

News | Jum'at, 02 Maret 2018 | 16:28 WIB

Anies Instruksikan PKL yang Berjualan di Trotoar Dirazia

Anies Instruksikan PKL yang Berjualan di Trotoar Dirazia

News | Jum'at, 02 Maret 2018 | 14:29 WIB

Perhatian Anies Baswedan soal Makanan Para Atlet Asian Games

Perhatian Anies Baswedan soal Makanan Para Atlet Asian Games

Sport | Jum'at, 02 Maret 2018 | 14:02 WIB

Dilaporkan Curang soal Rumah DP 0 Rupiah, Sandiaga: Terima Kasih

Dilaporkan Curang soal Rumah DP 0 Rupiah, Sandiaga: Terima Kasih

News | Jum'at, 02 Maret 2018 | 13:47 WIB

Terkini

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Detik-detik Calvin Verdonk Cetak Sejarah dalam 12 Menit di Liga Champions

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

×