Malam Minggu, Stadion Utama GBK Gelap Gulita Selama Satu Jam

Vania Rossa, Risna Halidi

Kamis, 15 Maret 2018 | 17:25 WIB
Malam Minggu, Stadion Utama GBK Gelap Gulita Selama Satu Jam
GBK ikut serta Earth Hour. (suara.com/Risna Halidi)

Suara.com - Kampanye global yang diinisiasi oleh WWF sejak 2007, Earth Hour, akan kembali diselenggarakan pada Sabtu, 24 Maret 2018 nanti.

Selama 10 tahun penyelenggaraannya, sudah 67 kota di dunia ikut serta berpartisipasi dalam program Earth Hour dan mematikan lampu penerangan selama satu jam penuh.

Pada penyelenggaraan Earth Hour tahun ini, dunia akan menyaksikan partisipasi ikon baru Indonesia, Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang ikut serta memadamkan seluruh lampu penerangan dan dekorasinya selama satu jam penuh dari pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB.

"Terlepas dari banyak kerjaan INASGOC (Indonesian Asian Games Organizing Committee), ini menjadi komitmen Indonesia bagi dunia. Ini bisa menjadi bagian dari promosi sekaligus partisipasi bangsa dalam menyayangi alam dan satwa di Indonesia," kata Presiden INASGOC, Erick Tohir dalam acara koferensi pers Earth Hour #Connect2Earth di SUGBK Senayan Jakarta, Kamis, (15/3/2018).

Pada acara yang sama, Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek SUGBK, Winarto, memgatakan bahwa komplek Gelora Bung Karno bukan hanya akan berpartisipasi dalam Earth Hour namun juga memiliki visi menjadi paru-paru kota bagi Jakarta.

"SUGBK ini merupakan daerah resapan air dan ruang terbuka hijau, serta sebagai objek wisata dan prasarana komunikasi sosial," katanya.

GBK ikut serta Earth Hour. (suara.com/Risna Halidi)

Komplek GBK memiliki luas 276 hektar dan menjadi salah satu dari tiga kawasan yang dipertahankan menjadi kawasan hijau Ibukota selain Monas dan Kemayoran.

PPK GBK kemudian mengubah fungsi beberapa sarananya menjadi arena hijau, bahkan menjadi hutan kota. SUGBK sendiri telah memanfaatkan teknologi panel surya untuk penerangan di siang hari dan mengganti semua lampunya dengan LED sebagai bentuk efisiensi energi.

baca juga

"Ini gerakan kecil tapi dampaknya akan lebih luas kalau masyarakat ikut bersama-sama dalam gerakan #Connect2earth," tambah Thohir lagi.

Selain areal SUGBK, agenda Earth Hour 2018 juga akan dilakukan di 13 bandara Angkasa Pura 1 seperti bandara di Bali, Makassar, Mataram, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Semarang, Balikpapan, Banjar Baru, Ambon, Kupang, Manado, dan Biak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PUPR Siapkan Rp150 Juta Buat Perbaiki Stadion GBK

PUPR Siapkan Rp150 Juta Buat Perbaiki Stadion GBK

News | Senin, 19 Februari 2018 | 16:42 WIB

GBK Dirusak Jakmania, Anies Batal Kasih Dana Perbaikan

GBK Dirusak Jakmania, Anies Batal Kasih Dana Perbaikan

News | Senin, 19 Februari 2018 | 15:58 WIB

Dirusak, Suporter Diingatkan GBK Dibangun Pakai Duit Pajak

Dirusak, Suporter Diingatkan GBK Dibangun Pakai Duit Pajak

Bisnis | Senin, 19 Februari 2018 | 15:20 WIB

Terkini

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

×