Nenek Candri Sebut Salah Satu Ortu Kandung Anak Asuhnya Jadi PSK

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Sabtu, 17 Maret 2018 | 07:19 WIB
Nenek Candri Sebut Salah Satu Ortu Kandung Anak Asuhnya Jadi PSK
Candri Widarta (60), perempuan yang diduga menganiaya lima anak adopsinya, diwawancarai awak media di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Nenek Candri Widarta (60) dicecar 20 pertanyaan soal laporan kasus dugaan penganiayaan terhadap lima anak asuhnya.

Hampir 7 jam lebih Candri menjalani pemeriksaan sebagai terlapor di Gedung Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Didampingi kerabat dan tim pengacara, Candri keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 20.00 WIB.

"Sudah pemeriksaan, dikasih 20 pertanyaan dari penyidik," kata salah satu pengacara Candri, Andi Alvian Nurman di Polda Metro Jaya, Jumat (16/3/2018) malam.

Andi tak menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan kliennya. Namun, menurutnya, tuduhan penganiayaan dan penelantaran anak asuh telah dibantah oleh Candri.

"Untuk perntanyaan sih, melanjutkan pemeriksaan dari Polres Jakarta Pusat. Dan itu sudah dibantah sama Oma (Candri)," kata dia.

Terkait pemeriksaan tersebut, Candri mengaku telah memberikan bukti berupa foto-foto kelima anak angkatnya yang sedang menunjukkan perasaan gembira bersama Candri. Perempuan paruh baya itu juga mengirim foto-foto saat kelima orangtua kandung menyerahkan anak-anaknya kepadanua untuk diasuh.

"Foto anak anak gembira dan senang, terus (foto) waktu itu (orangtua) kandungnya memberika sama saya," katanya.

Kepada polisi, Candri juga membeberkan pekerjaan salah satu orangtua anak asuhnya yang menjadi pekerja seks komersial. Bahkan, kata dia, ibu kandung yang bekerja sebagai PSK itu belum lama meninggal dunia karena menderita penyakit HIV.

"Waktu ibu kandungnya PSK mengaku terus terang dan nyatanya meninggal karena HIV," katanya.

baca juga

Sebelumnya, polisi menemukan lima anak diduga menjadi korban penelantaran dan penganiayaan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat pada Rabu (28/2/2018). Kelima anak tersebut merupakan anak angkat Candri. Mereka adalah FA (13), RW (14), OW (13), TW (8), dan EW (10).

Candri sudah bertahun-tahun tinggal bersama lima asuhnya di sejumlah hotel di Jakarta. Namun, perempuan paruh baya iti diduga kerap menganiaya selama tinggal bersama kelima anak asuhnya.

Polisi juga sempat menangkap Candri. Namun, hingga kini, status perempuan itu belum ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini terungkap ketika salah satu anak, FA, kabur pada April 2017 lantaran tak kuat dengan pola asuh Candri. Selama kabur, FA pun tinggal bersama pengasuhnya yang berinisial Y.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Polres, Kasus Nenek Penyekap Anak di Hotel Digarap Polda

Dari Polres, Kasus Nenek Penyekap Anak di Hotel Digarap Polda

News | Rabu, 07 Maret 2018 | 15:09 WIB

Tamunya Sekap 5 Anak, Ini Jawaban Le Meridien

Tamunya Sekap 5 Anak, Ini Jawaban Le Meridien

News | Kamis, 01 Maret 2018 | 15:27 WIB

Lewat Google Maps, Mahasiswi Ini Infokan Lokasi Penculikannya

Lewat Google Maps, Mahasiswi Ini Infokan Lokasi Penculikannya

Tekno | Kamis, 18 Januari 2018 | 20:35 WIB

Polisi Curiga Penculik di ITC Kuningan Pernah Incar Anak Lain

Polisi Curiga Penculik di ITC Kuningan Pernah Incar Anak Lain

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 17:53 WIB

Trik Penculik di TC Kuningan Mengajak Target Bocah Jajan

Trik Penculik di TC Kuningan Mengajak Target Bocah Jajan

News | Kamis, 21 Desember 2017 | 16:54 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×