Inggris, AS, dan Uni Eropa Ramai-Ramai Provokasi Rusia

Reza Gunadha

Selasa, 27 Maret 2018 | 11:28 WIB
Inggris, AS, dan Uni Eropa Ramai-Ramai Provokasi Rusia
Presiden Vladimir Putin sedang berlibur di Siberia, Rusia. (AFP/Alexey Nikosky)

Suara.com - Sejak Inggris mengusir 23 diplomat Rusia, belasan negara Uni Eropa dan juga Amerika Serikat mengikuti langkah yang sama.

Presiden AS Donald Trump, Senin (26/3/2018), memerintahkan mengusir 60 diplomat Rusia. Padahal, Trump selama ini dikenal akrab dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selain AS, pada hari yang sama, sebanyak 14 negara anggota Uni Eropa telah mengusir puluhan diplomat Rusia.

Hal tersebut dianggap sebagai reaksi yang terkoordinasi atas serangan racun terhadap bekas mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia, di Inggris.

Sejauh ini sedikitnya 45 diplomat Rusia telah diusir dari seluruh Eropa.

"Sebagai tindak lanjut langsung terhadap keputusan Dewan Eropa pekan lalu untuk bereaksi terhadap Rusia dalam kerangka bersama, hari ini 14 negara anggota telah memutuskan untuk mengusir diplomat Rusia," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, yang berada di Varna Bulgaria untuk KTT Uni Eropa-Turki, seperti diwartakan Anadolu Agency.

"Dewan Eropa setuju dengan penilaian pemerintah Inggris, bahwa sangat mungkin Federasi Rusia bertanggung jawab dan tidak ada penjelasan alternatif yang dapat diterima. Kami memutuskan untuk memanggil Duta Besar UE untuk Rusia untuk konsultasi," tambah dia.

Jerman adalah salah satu negara pertama yang membuat pengumuman itu, setelah Menteri Luar Negeri Heiko Maas menyatakan Berlin telah "mengusir empat diplomat Rusia".

Kementerian Luar Negeri Perancis, dalam sebuah pernyataan, mengatakan telah memberitahu otoritas Rusia tentang keputusan untuk mengusir empat personel negeri itu, yang memiliki status diplomatik dari wilayah Perancis, dalam waktu satu pekan.

baca juga

Polandia mengatakan, mereka juga mengusir empat orang Rusia terkait serangan racun terhadap mantan mata-mata.

'Pesan Kuat Eropa'

Denmark, Belanda, Latvia, Spanyol dan Italia masing-masing menyatakan telah mengusir dua diplomat.

Lithuania dan Republik Ceko juga masing-masing mengusir tiga diplomat. Sementara itu, Estonia, Kroasia, Finlandia dan Rumania menyatakan telah meminta satu diplomat untuk pergi.

Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan, mereka juga akan mengusir seorang diplomat Rusia.

Ukraina, negara non-UE, mengikuti 14 negara anggota dan mengusir 13 diplomat Rusia. Albania juga mengikuti langkah tersebut dengan mengusir dua diplomat Rusia.

“Langkah-langkah tambahan, termasuk pengusiran lebih lanjut dalam kerangka kerja bersama Uni Eropa ini tidak terkecuali dalam beberapa hari dan pekan mendatang,” demikian pernyataan Tusk.

Dukungan kuat dari negara-negara Uni Eropa, Ukraina, AS dan Kanada menyusul pertemuan Dewan Eropa yang diadakan di Brussels pekan ini.

AS telah mengusir 60 diplomat yang disebut Washington bekerja sebagai pegawai intelijen, dan telah memerintahkan penutupan konsulat Moskow di Seattle.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan empat staf diplomatik kedutaan besar Rusia Ottawa atau konsulat jenderal di Montreal akan diperintahkan untuk keluar dari negara itu.

"Kami sepakat tentang pentingnya mengirim pesan Eropa yang kuat sebagai tanggapan atas tindakan Rusia," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May kepada anggota parlemen di House of Commons pada Senin.

"Tanggapan internasional yang luar biasa dari sekutu kami tertulis dalam sejarah sebagai pengusiran kolektif terbesar terhadap pegawai intelijen Rusia dan akan membantu membela keamanan kami bersama," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson di Twitter.

"Rusia tidak dapat melanggar aturan internasional dengan impunitas," tambah dia.

'Gerakan provokatif tidak bersahabat'

Moskow menganggap langkah ini sebagai "gerakan provokatif yang tidak bersahabat dengan solidaritas yang buruk," demikian pernyataan yang dipublikasikan di situs resmi Kementerian Luar Negeri.

"Tidak ada data obyektif dan komprehensif yang membenarkan keterlibatan Rusia dalam kasus Sergey dan Yulia Skripal," tambah pernyataan tersebut.

"Langkah tidak bersahabat dari kelompok negara ini tidak akan berlalu tanpa jejak, kami akan bereaksi terhadapnya," kata pernyataan itu.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Moskow menyesalkan keputusan negara-negara Barat untuk mengusir diplomat Rusia.

Sergei Skripal, 66, dan putrinya Yulia, 33, dirawat di rumah sakit setelah ditemukan kehilangan kesadaran kota Salisbury, Inggris.

"Skripal dan putrinya diracuni dengan gas saraf kelas militer dari jenis yang dikembangkan oleh Rusia,” khususnya dari kelompok Novichok, kata May setelah serangan tersebut.

Insiden di Salisbury mirip dengan kasus kematian mantan agen KGB Alexander Litvinenko pada 2006 setelah minum teh yang mengandung radioaktif.

Skripal diberi perlindungan di Inggris setelah pertukaran mata-mata pada 2010 antara AS dan Rusia. Sebelum pertukaran terjadi, ia dikurung di dalam penjara selama 13 tahun karena membocorkan informasi kepada intelijen Inggris.

Rusia melewatkan tenggat waktu yang diberikan  London untuk menjelaskan penggunaan jenis gas saraf kelas militer tertentu dalam serangan itu.

"Tetapi tanggapan mereka menunjukkan penghinaan total terhadap keseriusan peristiwa ini," kata May.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Serangan Salisbury, Petinggi Islandia Boikot Piala Dunia

Buntut Serangan Salisbury, Petinggi Islandia Boikot Piala Dunia

Bola | Selasa, 27 Maret 2018 | 07:17 WIB

Diumumkan Bulan Mei, Ini Kandidat Pelatih Baru Timnas Italia

Diumumkan Bulan Mei, Ini Kandidat Pelatih Baru Timnas Italia

Bola | Minggu, 25 Maret 2018 | 08:03 WIB

Berikut Hasil Pertandingan Persahabatan Internasional

Berikut Hasil Pertandingan Persahabatan Internasional

Bola | Sabtu, 24 Maret 2018 | 08:40 WIB

Inggris Tundukkan Belanda Lewat Gol Lingard

Inggris Tundukkan Belanda Lewat Gol Lingard

Bola | Sabtu, 24 Maret 2018 | 07:17 WIB

Tanpa Neymar, Brasil Hantam Rusia 3-0

Tanpa Neymar, Brasil Hantam Rusia 3-0

Bola | Sabtu, 24 Maret 2018 | 05:47 WIB

Terkini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Diskon Spesial BRI di Private Viewing Heritage Culture Tina Andrean 2026

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

Bahas RUU LLAJ Bersama DPR, Ini Poin-Poin Penting yang Disetujui Pemerintah

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:46 WIB

×