Marak Penipuan Umroh, Kemenag Evaluasi Biro Perjalanan Terdaftar

Pebriansyah Ariefana, Lili Handayani

Rabu, 04 April 2018 | 15:58 WIB
Marak Penipuan Umroh, Kemenag Evaluasi Biro Perjalanan Terdaftar
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin bertemu Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin di kantor Kementerian Agama RI. (suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jika saat ini Kementerian Agama fokus mengevaluasi 906 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Pada akhir 2017 tercatat ada sebanyak 862 PPIU yang terdaftar secara resmi di Indonesia, namum pada 2018, sebanyak 906  PPIU.

"Ya, yang ada sekarang yang terus kita awasi secara berkesinambungan dan terus berjalan. Jadi kita akan selalu melakukan pengawasan," ungkap Lukman di Gedung Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

Selama ini Kemenag mengevaluasi biro perjalanan umroh sebanyak 2 tahun sekali. Terutama terkait perizinan.

"Ada yang setiap tahun laporan keuangannya, ada yang setiap enam bulan. Karena di situ (dalam peraturan yang baru), ada ketenggangan bahwa selambat-lambatnya enam bulan setelah seseorang mendaftarkan diri sebagai jamaah umroh sudah harus memberangkatkan jemaah ke tanah suci," ujarnya.

Calon jemaah umroh harus diberangkatkan jika sudah melunasi biaya perjalanan selama 3 bulan terakhir. PPIU tidak boleh berangkatkan jemaah umroh selama 1 tahun setelah lunas.

"Sehingga dananya lalu kemudian digunakan untuk hal hal yang tidak ada urusanya dengan umroh. Digunakan untuk bisnis ini bisnis itu, yang sama sekali tidak ada hubungannya," ujarnya.

Izin yang dimiliki oleh PPIU yang diberikan oleh Kementerian Agama, itu betul-betul hanya boleh digunakan untuk umroh bukan untuk bisnis.

"Apa lagi beli properti, beli macam-macam itu nggak mungkin lagi dilakukan setelah adanya regulasi yang dilakukan," jelasnya.

Selain itu jumlah PPIU yang akan mendaftra ke Sipatuh itu tidak ada batasan kuota tertentu.

baca juga

"Tentu idealnya tidak ada batasan ya gak baku. Itukan sangat tergantung dengan jumlah animo masyarakat yang terus meningkat dan tumbuh," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenag dan Polri Akan Bentuk Satgas Kasus Penipuan Umroh

Kemenag dan Polri Akan Bentuk Satgas Kasus Penipuan Umroh

News | Rabu, 04 April 2018 | 14:03 WIB

Buntut Marak Penipuan Umroh, Wakapolri Datangi Menteri Agama

Buntut Marak Penipuan Umroh, Wakapolri Datangi Menteri Agama

News | Rabu, 04 April 2018 | 13:07 WIB

Fraksi PDIP Janjikan Bentuk TGPF First Travel

Fraksi PDIP Janjikan Bentuk TGPF First Travel

News | Senin, 02 April 2018 | 19:37 WIB

Mabes Polri Telisik Peran Kementerian Agama di Kasus Abu Tours

Mabes Polri Telisik Peran Kementerian Agama di Kasus Abu Tours

News | Senin, 02 April 2018 | 16:47 WIB

Lontarkan Makian ke Kemenag, Ini Penjelasan Arteria Dahlan

Lontarkan Makian ke Kemenag, Ini Penjelasan Arteria Dahlan

News | Kamis, 29 Maret 2018 | 20:02 WIB

Terkini

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×