Suara.com - Calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat berjanji membuat program bank tanah. Di bawa kepemimpinannya kelak, Pemerintah provinsi Jawa Barat akan memiliki aset berupa lahan pertanahan yang ditempuh melalui pembelian lahan tanah.
"Provinsi Jawa Barat akan mengadakan bank tanah. Maksudnya Jawa Barat harus punya tanah," kata Sudrajat seusai menjadi pembicara sekaligus menandatangani kontrak politik dengan relawan mahasiswa Asyik (Sudrajat-Syaikhu) di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung, Rabu (4/4/2018).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin lebih leluasa dalam membangun infrastruktur di kawasan Jawa Barat.
"Pemerintah harus memiliki tanah yang disiapkan untuk pembangunan infrastruktur dan kepentingan masyarakat," katanya.
Sudrajat mengatakan program bank tanah itupun dimaksudkan agar pemerintah hadir dalam memberantas mafia pertanahan. Ketika masyarakat pedesaan terlanjur menjual tanah ke manipulator-manipulator tanah, walhasil rencana tata ruang tata wilayah di Jawa Barat tak karuan.
"Saya coba mengimbau dan meminta masyarakat jangan dijual tanahnya kepada konglomerat yang akan justru merusak tata ruang," jelasnya.
"Banyak tanah-tanah yang tidak terkontrol tahu-tahu sudah menjadi real estate sudah menjadi industri. Banyak tanah produktif yang tidak terkontrol dialihfungsikan menjadi kawasan bukan pertanian," lanjutnya.
Sudrajat merupakan calon Gubernur Jawa Barat yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu. Paslon dengan nomor urut 3 ini diusung oleh koalisi partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). (Aminuddin)