Temui Jokowi, Budayawan Minta Jadi Pekerja Proyek Pemerintah

Reza Gunadha | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 06 April 2018 | 17:35 WIB
Temui Jokowi, Budayawan Minta Jadi Pekerja Proyek Pemerintah
Presiden Joko Widodo menerima sekitar 30 orang Budayawan Indonesia ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018). Jokowi mendengarkan masukan satu per satu budayawan yang diundang. [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima sekitar 30 orang Budayawan Indonesia ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (6/4/2018). Jokowi mendengarkan masukan satu per satu budayawan yang diundang.

Putu Wijaya, orang pertama yang menyampaikan masukan kepada kepala negara. Kepada Presiden Jokowi, Putu meminta pemerintah tidak membuat program khususnya yang menyangkut tentang kebudayaan.

Secara tidak langsung, perwakilan budayawan yang diundang Jokowi meminta ”proyek” ke pemerintah.

"Tapi yang lebih bagus sekali jangan sampai pemerintah membuat program. Biarlah pemerintah menyediakan program dan kami yang melaksanakannya," ujar Putu di taman belakang Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Putu memastikan pekerja seni di Indonesia siap mengerjakan proyek pemerintah yang ada kaitannya dengan kebudayaan.

"Kami pekerja-pekerja yang tinggal disuruh, tentu saja harus diseleksi siapa yang pantas menerimanya, siapa yang memang mencari uang. (Tapi) kami semuanya memang mencari uang juga. Tapi senang di suruh, kalau yang menyuruh itu benar-benar untuk Republik Indonesia," jelasnya.

Ia meminta pemerintah tidak mencampuri pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh budayawan.

Budayawan, kata dia, tidak suka apabila proyek tersebut jatuh ke teman atau orang dekat pemerintah yang bukan dibidangnya.

"Tapi jangan sampai pemerintah kemudian mencampuri urusan itu, dengan mencoba untuk mengambil proyek-proyek itu untuk dikasihkan tetangganya, temannya dan sebagainya," kata dia.

"Kasihkan ke mereka yang pantas, untuk itu perlu sebuah lembaga yang (bekerja) untuk mencari siapa yang pantas untuk menerimanya. Saya kira semua, kami di sini bersedia kerja untuk Pak Jokowi, saya juga," Putu menambahkan.

Selain itu, ia berharap jika proyek tersebut dikerjakan budayawan yang memang fokus pada bidangnya, diharapkan tidak disulitkan dengan proses administrasi.

Ia menyebut tidak semua budayawan, khusuanya yang sudah tua memiliki NPWP.

"Kami, kawan-kawan tak punya nomor NPWP, susah sekali kalau kami disuruh mencari itu. Tapi kami punya jalan, ide. Tapi syaratnya jangan terlalu sulit," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Demokrat: Jokowi Tak Boleh Pakai Pesawat Presiden saat Kampanye

Demokrat: Jokowi Tak Boleh Pakai Pesawat Presiden saat Kampanye

News | Jum'at, 06 April 2018 | 16:47 WIB

Temui Budayawan di Istana, Jokowi Jongkok Tulis Sesuatu di Kanvas

Temui Budayawan di Istana, Jokowi Jongkok Tulis Sesuatu di Kanvas

News | Jum'at, 06 April 2018 | 16:19 WIB

Harapan Yayasan Kanker Anak Indonesia kepada Presiden Jokowi

Harapan Yayasan Kanker Anak Indonesia kepada Presiden Jokowi

Health | Jum'at, 06 April 2018 | 14:02 WIB

Terkini

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:12 WIB

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:05 WIB

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:01 WIB

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:00 WIB