Anies Ingin Bangun Prasasti 357 Penyumbang Lahan untuk Proyek MRT

Pebriansyah Ariefana, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 10 April 2018 | 07:33 WIB
Anies Ingin Bangun Prasasti 357 Penyumbang Lahan untuk Proyek MRT
Proyek pembangunan depo Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus, Jakarta, Senin (9/4/).

Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut proyek Mass Rapit Transit (MRT ) merupakan proyek sejarah di Indonesia. Sebab untuk pertama kalinya MRT dibangun di Indonesia.

Hal ini disampaikan Anies dalam sambutan dan penyerahan simbolis Apresiasi kepada Pemilik Lahan Terdampak Pembangunan MRT Jakarta Fase I di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (9/4/2018) malam.

"Proyek ini adalah proyek bersejarah karena ini adalah pertama kali di Indonesia kita memiliki sebuah alat transportasi yang disebut dengan MRT ini adalah pertama," ujar Anies.

Anies pun menyampaikan terima kasih kepada 357 pemilik lahan yang lahannya digunakan untuk pembangunan MRT.

"Tapi saya ingin sampaikan kami sampaikan terima kasih apresiasi. Dari catatan yang saya terima tahun sejak 2013, dari Lebak Bulus sampai Jalan MH Thamrin itu ada 483 bidang tanah yang miliki oleh 357 pemilik lahan dan ini bapak ibu sekalian berkontribusi sangat besar kepada pembangunan MRT," ucap Anies.

"Sekarang kalau tadi dilaporkan oleh Bapak Dirut bahwa sudah mencapai angka 92,5 persen. Maka angka itu sebagian adalah karena kiprah dan kalau saya boleh sebut kontribusi dari bapak dan ibu sekalian pada pembangunan ini," kata dia.

Tak hanya itu, Anies juga menginginkan 357 lahan dibuatkan prasasti. Nantinya prasasti tersebut tertulis 357 pemilik lahan.

"Tadi saya juga sampaikan kepada direksi MRT agar nama-nama 357 keluarga yang berkontribusi lahan itu dibuatkan prasasti dibuatkan daftar namanya karena itulah yang menjadi warisan untuk anak cucu mereka," ucap Anies.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menambahkan fase pertama di pembangunan MRT lebih sulit lantaran berada di atas tanah.

baca juga

"Secara pembebasan lahan lebih sederhana karena exitnya. Karena kalau sekarang kan fasenya di atas tanah disitu banyak pembebasan lahan. Nah nanti fase kedua di bawah tanah jadi tidak banyak pembebasan lahan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ratna Sarumpaet Somasi Dishub, Ini Tanggapan Anies

Ratna Sarumpaet Somasi Dishub, Ini Tanggapan Anies

News | Senin, 09 April 2018 | 22:41 WIB

Ratna: Pajak Saya yang Gaji Anies, Kok Tak Boleh Telepon

Ratna: Pajak Saya yang Gaji Anies, Kok Tak Boleh Telepon

News | Senin, 09 April 2018 | 14:09 WIB

Dihadiahi Lukisan dari Pengidap Gangguan Jiwa, Anies Lapor ke KPK

Dihadiahi Lukisan dari Pengidap Gangguan Jiwa, Anies Lapor ke KPK

News | Sabtu, 07 April 2018 | 23:36 WIB

Ratna Sarumpaet Bongkar Nama Staf Anies yang Dia Hubungi

Ratna Sarumpaet Bongkar Nama Staf Anies yang Dia Hubungi

News | Kamis, 05 April 2018 | 13:55 WIB

Anies Bantah Ditelepon Ratna Sarumpaet

Anies Bantah Ditelepon Ratna Sarumpaet

News | Kamis, 05 April 2018 | 12:05 WIB

Terkini

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

Penghentian Pendataan MBG oleh Kejaksaan Dipertanyakan, Diduga Ada Tarik Ulur Politik

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:13 WIB

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

Skincare Kian Laris di TikTok Shop, BPOM Malah Temukan 9.042 Tautan Kosmetik Ilegal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:12 WIB

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

Jawab Kritik DPR, Menkeu Purbaya Pastikan Dana Pendidikan 20 Persen Tak Diganggu

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:04 WIB

Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan

Detik-Detik Evakuasi Truk Towing yang Tersangkut JPO Tendean, Crane Besar Diterjunkan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:58 WIB

'Jangan Ada Dusta!', Pesan Menohok Jaksa KPK di Sidang Suap Bea Cukai Rp78 Miliar

'Jangan Ada Dusta!', Pesan Menohok Jaksa KPK di Sidang Suap Bea Cukai Rp78 Miliar

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:55 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

Rekayasa Lalu Lintas Imbas Penanganan JPO Tendean, Ini Rute Pengalihan Kendaraan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB

Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali

Donald Trump Resmi Kirim Surat ke Kongres AS, Perang Dimulai Kembali

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:50 WIB

Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan

Di Balik Alih Status RUU Perampasan Aset, DPR Klaim Punya Cara Mempercepat Pembahasan

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:49 WIB

Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai

Lawan Narasi 'Lagi Apes', Jaksa KPK Siapkan 40 Saksi di Sidang Suap Bea Cukai

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:46 WIB

Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban

Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:42 WIB

×