Ketika Cawagub Nahdliyin Rayu Pesantren untuk Menarik Suara

Sabtu, 21 April 2018 | 07:45 WIB
Ketika Cawagub Nahdliyin Rayu Pesantren untuk Menarik Suara
Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 putaran pertama di Hotel Patra Jasa Semarang, Jumat (20/4/2018) malam. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Ada yang menarik dan seru dalam Debat Terbuka Pilgub Jateng 2018 putaran pertama, Jumat (20/4/2018) malam di Hotel Patra Jasa Semarang. Saat dua calon wakil gubernur (Cawagub), Taj Yasin dan Ida Fauziah beradu argumentasi terkait perhatian pada pesantren dan madrasah diniyah.

Dua cawagub itu adalah kader tulen Nahdliyin, Taj Yasin (Gus Yasin) yang mendampingi cagub Ganjar Pranowo adalah kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Ida Fauziyah (Mbak Ida) pendamping cagub Sudirman Said merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ida yang berkesempatan bertanya lebih dulu pada Gus Yasin, mempersoalkan keprihatinan pondok pesantren dan madrasah diniyah yang dibiarkan berjalan sendiri.

"Gus Yasin saya suka sarung Anda, santri banget," kata Ida membuka pertanyaan.

"Ada 6000 an pesantren, madrasah bahkan lebih, mereka bilang ke kami tidak pernah ada perhatian, mereka berjalan sendiri, padahal mereka turut membangun karakter bangsa," kata Ida yang juga seorang santriwati.

Pertanyaan itu sedikit menggugah emosional Gus Yasin yang juga pernah duduk sebagai anggota DPRD provinsi Jateng. Menurutnya persoalan pesantren sudah diatasi dengan bantuan dana hibah saat dirinya duduk di DPRD.

"Bantuan kami sangat tinggi dari propinsi, ponpes di Jateng maupun nasional masih dalam urus perijinan. Apalagi semua penerima bantuan harus berbentuk badan hukum. Ponpes dan Madin banyak yang belum berbadan hukum, dan itu permasalahannya. Sehingga tahap bantuan masih tahap pengurusan perijinan dulu," jawab Gus Yasin.

Meksi tak mau mengindari dari persoalan perijinan badan hukum, Gus Yasin mengaku jika soal ketetapan syarat penerimaan bantuan hibah berasal dari pusat dan provinsi hanya menjalankan saja.

"Jadi itu persoalannya Mbak Ida, ini yang akan kami dorong nanti saat memimpin Jateng, perijinan berbadan hukum pesantren dan madrasah," katanya.

Baca Juga: Pemilih Pilgub Jateng Berkurang 280 Ribu Orang

Mendengar jawaban itu, Ida yang juga mantan anggota DPR RI fraksi PKB tak puas, dimana persoalan perijinan semestinya hanya soal teknis saja.

"Yang dibutuhkan adalah politikal will, kami akan memberikan bantuan Rp. 100 juta untuk sarana dan prasarana pesantren, Rp110 miliar pertahun untuk madrasah diniyah. Jadi disapa mereka, saya yakin itu persoalannya. Kalau perijinan itu hanya teknis Gus," cetus Ida.

Gus Yasin pun berbalas, bersama cagub Ganjar Pranowo akan memberikan bantuan sebesar tiga kali lipat dari palson Sudirman - Ida yakni Rp. 331 miliar untuk bantuan pendidikan keagamaan di ponpes dan madrasah.

"Oh ternyata baru akan yak, kenapa tidak dari dulu saat masih berada di pemerintahan," celoteh Ida di saat waktu menjawab habis dari panelis. (Adam Iyasa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI