Motor yang Hilang dan Pesan Terakhir untuk Korban Sembako Maut

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 05 Mei 2018 | 18:09 WIB
Motor yang Hilang dan Pesan Terakhir untuk Korban Sembako Maut
Djunaedi, ayah bocah korban tragedi pembagian sembako maut di Monas bernama Mahesa, seusai dimintakan keterangan Polda Metro Jaya, Sabtu (5/5/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Walau sepeda motornya hilang dicuri, semburat paras Djunaidi tetap menampakkan kebahagiaan. Sebab, buah hati yang seharian ia cari-cari akhirnya ditemukan. Satpol PP mengatakan Mahesa ada di RSUD Tarakan. Namun, kegembiraannya berpendar ketika petugas menggiring langkahnya ke kamar jenazah. Mahesa telah rebah, meninggal.

“Bapak, anaknya ciri-cirinya besar? Gemuk dan berambut keriting?” kata seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat, Sabtu (24/4) malam pekan lalu.

“Iya, benar,” jawab Djunaidi sembari terus melangkah mengikuti perawat itu ke ruang pasien. Hari sudah lewat dari jam 21.00 WIB.

Sesampainya di bangsal, sang perawat kembali mengonfirmasikan kebenaran bocah laki-laki yang berciri-ciri seperti disebutkannya tadi.

“Ini pak anaknya?”

Djunaidi kebingungan, karena pasien yang ditunjukkan si  perawat bukan Mahesa, putranya berusia 12 tahun.

“Bukan, sus,” jawabnya. Sejak detik ia menjawab, Djunaidi dikuasai perasaan cemas. Pikirannya bermacam-macam mengenai sang anak.

Jawaban Djunaidi lantas membuat perawat tadi mengajak lelaki paruh baya tersebut ke ruang bagian belakang, kamar jenazah.

Memasuki ruang jenazah, Djunaidi melihat petugas kepolisian menjaga sesosok mayat bocah. Ia belum benar-benar jelas melihat, siapa mayat tersebut.

baca juga

“Ini anak bapak?” tanya perawat tadi sembari membuka kain penutup jenazah yang dijaga polisi tersebut.

Djunaidi sekejap tertekun, “iya…. Ini Mahesa, anak saya,” membenarkan identitas jenazah bocah yang terus mengeluarkan darah dari kedua lubang hidungnya.

Polisi yang menjaga jenazah mengatakan, Mahesa kali pertama ditemukan terkapar lemas oleh petugas Satpol PP di kawasan Tugu Monumen Nasional, kala ada acara pembagian sembako gratis oleh Forum Untukmu Indonesia, Sabtu siang.

Motor Hilang saat Cari Anak

“Dokter RSUD Tarakan mengatakan kepada saya, Mahesa dibawa ke sana sekitar pukul 16.30 sore. Dia sudah tak sadarkan diri saat dibawa dua Satpol PP,” kata Djunaedi sehabis diperiksa di Polda Metro Jaya, Sabtu (5/5/2018).

Mahesa sempat mendapat pertolongan tim dokter. Namun, nyawanya tak lagi tertolong. Bocah tersebut meninggal pada pukul 19.40 WIB.

"Pembuluh darahnya pecah karena dehidrasi. Dia terseret massa saat ikut mengantre mendapat sembako gratis di Monas, Sabtu pekan lalu,” terangnya.

Kala itu, Djunaidi dan istrinya sempat seharian mencari Mahesa di kawasan Monas. Persisnya, sejak Akmal—bocah sohib Mahesa yang ikut ke Monas—datang ke rumah untuk menanyakan keberadaan anaknya yang biasa disapa “Sosis” itu.

Sabtu sore hingga malam pukul 20.00 WIB, Djunaidi, istri, dan sejumlah keluarganya berpencar di segala penjuru Monas mencari keberadaan Mahesa.

Namun, upaya Djunaedi dan keluarga tak berbuah hasil. Alhasil, ia berinisiatif mencari sang istri di dekat bekas panggung pembagian sembako. Ia hendak pergi meninggalkan lokasi setelah menyerahkan nomor ponselnya ke panitia acara tersebut.

“Saya dan istri memutuskan keluar dari kawasan Monas, ke parkiran motor di Gambir. Tapi, ketika di sana, motor saya sudah tak ada. Saya kira dipindah juru parkir. Tapi, ketika saya bertanya, juru parkir bilang tidak memindahkan,” tuturnya.

Saat panik kehilangan motor, ponsel Djunaedi berdering. Panitia acara pembagian sembako maut itu ternyata meneleponnya.

“Dia bilang, ‘bapak masih di Monas?’ saya jawab masih, tapi motor saya hilang. Dia lalu menginformasikan Satpol PP menemukan anak yang ciri-cirinya mirip Mahesa. Saya akhirnya minta dijemput Satpol PP di parkiran, karena mereka bilang Mahesa sudah ada di RS Tarakan,” jelasnya.

Ketika Djunaedi sudah mendapat penjelasan perihal kematian sang anak, ia menegaskan tak mau mayat buah hatinya diautopsi.

“Sudah, saya sudah mengikhlaskannya. Karena yang terpenting, Mahesa sudah ditemukan.”

Pesan Terakhir

Sabtu pagi, pukul 08.30 WIB, Djunaidi tengah bersiap-siap di rumahnya untuk berangkat ke tempat kerja. Istrinya sudah lebih dulu berangkat.

Mahesa, putranya, masih ada di rumah. Ia memberikan sejumlah uang kepada sang anak, dan berpesan untuk tidak kemana-mana hari itu.

“Saya beri uang, ini untuk sarapan dan jajan. Saya pesankan, di rumah saja, tidak usah ke mana-mana hari ini,” tuturnya.

Namun, pesan tersebut ternyata tak diindahkan Mahesa. Sang anak mau mengikuti temannya, Akmal, untuk menukarkan kupon makanan dan sembako ke Tugu Monas.

"Ya namanya anak-anak. Ada keramaian, mereka sepakat untuk pergi ke sana. Dia berdua Akmal, sahabatnya. Biasanya anak saya tidak pernah pergi keluar rumah,” terangnya.

Djunaedi pulang ke rumah Sabtu sore, pukul 15.00 WIB. Ia tak mendapati Mahesa di dalam rumah. Sang istri mengatakan, Mahesa pergi bersama Akmal ke Monas, supaya dapat makanan dan sembako.

Selang satu jam setelah Djunaedi di rumah, Akmal datang seorang diri ke rumah.

”Dia bilang ke istri saya, ’Ibu Sosis, si Sosis sudah pulang belum? Tadi dengan saya ke Monas. Tapi sewaktu dibubarkan (rusuh), kami terpisah. Saya terjatuh’, begitu kata Akmal.”

Mendapat kabar itu, Djunaedi, istri, dan keluarganya segera pergi ke Monas untuk mencari, sampai akhirnya mengetahui Mahesa sudah meninggal dunia di RS Tarakan.

Djunaedi, memutuskan untuk tidak memperkarakan kematian anaknya ke ranah hukum. Ia mengakui sudah ikhlas.

Hal itu berbeda dengan keluarga Muhammad Rizki Saputra, bocah berusia 10 tahun yang juga menjadi korban tragedi tersebut. Komariah, ibu Rizki, melaporkan panitia acara tersebut ke Bareskrim Polri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ayah Ikhlas Mahesa Jadi Korban Tragedi Pembagian Sembako Monas

Ayah Ikhlas Mahesa Jadi Korban Tragedi Pembagian Sembako Monas

News | Sabtu, 05 Mei 2018 | 16:07 WIB

Ketua Panitia Sembako Maut Relawan Oke Oce? Ini Kata Sandiaga

Ketua Panitia Sembako Maut Relawan Oke Oce? Ini Kata Sandiaga

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 20:43 WIB

Tragedi Pembagian Sembako Monas, Sandiaga Siap Diperiksa Polisi

Tragedi Pembagian Sembako Monas, Sandiaga Siap Diperiksa Polisi

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 20:04 WIB

Tragedi Pembagian Sembako Monas, Polisi Akan Panggil Sandiaga Uno

Tragedi Pembagian Sembako Monas, Polisi Akan Panggil Sandiaga Uno

News | Kamis, 03 Mei 2018 | 14:21 WIB

Di Bareskrim, Ibu Korban Tragedi Sembako Maut Pingsan

Di Bareskrim, Ibu Korban Tragedi Sembako Maut Pingsan

News | Rabu, 02 Mei 2018 | 19:22 WIB

Terkini

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda

Entertainment | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:25 WIB

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:23 WIB

×