Hina Korban Bom Surabaya, Kepala Sekolah Ini Diperiksa Polisi

Reza Gunadha

Kamis, 17 Mei 2018 | 16:00 WIB
Hina Korban Bom Surabaya, Kepala Sekolah Ini Diperiksa Polisi
Pasca tragedi bom bunuh diri Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya mulai direnovasi. (Suara.com/Dimas)

Suara.com - Oknum kepala sekolah di Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial FSA akhirnya diperiksa Direskrimsus Polda setempat, atas dugaan kasus menyebar ujaran kebencian melalui media sosial.

Itu setelah FSA mengunggah tulisan yang dianggap menghina korban bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) akhir pekan lalu.

Kapolda Kabar Inspektur Jenderal Didi Haryono, sempat menyambangi yang bersangkutan di ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Kalbar, Pontianak, Selasa (15/5), bersama beberapa pejabat utama Polda Kabar.

Ia mengatakan, bahwa yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan, dan pemeriksaan tersebut dengan melihat dari alat bukti, serta mengumpulkan alat bukti yang ada.

"Apabila alat buktinya cukup, tentu ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," kata Didi kepada Antara, Kamis (17/5/2018).

Ia menjelaskan, jika sudah ditingkatnya pada tahap penyidikan, maka yang bersangkutan statusnya ditingkatkan menjadi tersangka.

"Saya berkeyakinan ini bisa ditingkatkan menjadi statusnya tersangka," ujarnya.

Menurut dia, FSA baru saja tiba dari Kabupaten Kayong Utara, dan langsung menjalani pemeriksaan.

Pada saat pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Kayong Utara, merupakan pemeriksaan awal terhadap yang bersangkutan, sehingga ditarik ke Mapolda Kalbar untuk pendalaman pemeriksaan, katanya.

baca juga

"Kemungkinan pekan ini, status yang bersangkutan sudah dapat ditetapkan," kata Didi.

Sebelumnya, FSA mengunggah sejumlah tulisan ke akun Facebook miliknya yang dinilai menghina korban bom bunuh diri tiga gereja Surbaaya.

"Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui. Sekali ngebom: 1. Nama Islam dibuat tercoreng ; 2. Dana trilyunan anti teror cair; 3. Isu 2019 ganti presiden tenggelam. Sadis lu bong... Rakyat sendiri lu hantam juga. Dosa besar lu..!!!" tulis FSA.

Ia juga menyebut tragedi bom di Surabaya sebagai drama” yang dibikin polisi agar dana anggaran untuk Densus 88 Antiteror bertambah.

"Bukannya 'terorisnya' sudah dipindahin ke NK (Nusakambangan)? Wah ini pasti program mau minta tambahan dana anti teror lagi nih? Sialan banget sih sampai ngorbankan rakyat sendiri? Drama satu kagak laku, mau bikin drama kedua," tulis FSA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dibekuk Densus 88, Satu Terduga Teroris Probolinggo Berstatus PNS

Dibekuk Densus 88, Satu Terduga Teroris Probolinggo Berstatus PNS

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 15:11 WIB

Digerebek Densus, Sandal Terduga Teroris Ketinggalan di Masjid

Digerebek Densus, Sandal Terduga Teroris Ketinggalan di Masjid

News | Kamis, 17 Mei 2018 | 13:08 WIB

Tangis Weny saat Kali Terakhir Merapikan Rambut Evan dan Nathan

Tangis Weny saat Kali Terakhir Merapikan Rambut Evan dan Nathan

News | Rabu, 16 Mei 2018 | 21:55 WIB

Duarr, Tiga Truk Isi Bahan Bom Diledakkan di Mojokerto

Duarr, Tiga Truk Isi Bahan Bom Diledakkan di Mojokerto

News | Rabu, 16 Mei 2018 | 20:58 WIB

Mayat Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Mulai Berbau Busuk dan Anyir

Mayat Pelaku Bom Bunuh Diri Surabaya Mulai Berbau Busuk dan Anyir

News | Rabu, 16 Mei 2018 | 19:44 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×