Ahok Masuk Bursa Cawapres Jokowi, PA 212 Murka

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 16 Juli 2018 | 17:33 WIB
Ahok Masuk Bursa Cawapres Jokowi, PA 212 Murka
Novel Bamukmin Chaidir Hasan. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin geram, setelah mengetahui nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masuk dalam hasil jajak pendapat bursa calon wakil presiden untuk Pilpres 2019, yang dilakukan Partai Solidaritas Indonesia.

Ahok adalah mantan Gubernur DKI Jakarta yang kekinian berada di dalam Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah divonis 2 tahun penjara karena kasus penodaan agama. Sementara PA 212 adalah organisasi eks demonstran anti-Ahok pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Novel menuturkan, keberadaan nama Ahok dalam survei PSI untuk bakal cawapres Presiden Joko Widodo tersebut hanya untuk memprovokasi umat Islam.

Baginya, nama Ahok sudah tidak layak untuk disebut-sebut dalam isu capres-cawapres Pilpres 2019.

"Sudah tidak semestinya lah Ahok dimasukkan bursa cawapres, karena sangat menyulut perpecahan bangsa," kata Novel saat dihubungi suara.com, Senin (16/7/2018).

Apalagi, menurut Novel, Ahok sebenarnya tak bisa diperhitungkan dalam dunia politik, sejak Pilkada DKI 2012—saat terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI mendampingi Jokowi.

"Sejatinya Ahok sendiri dari Pilkada DKI tahun 2012 saat menjadi cawagub juga tidak diperhitungkan, karena massa kala itu hanya melihat Jokowi. Itu juga, cuma sepertiga warga Jakarta yang memilih Jokowi,” tukasnya.

Untuk diketahui, Partai Solidaritas Indonesia memublikasikan hasil survei sosok yang dianggap pas menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo pada Pilpres 2019, Minggu (15/6/2018).

Dalam survei PSI, Mahfud MD berada di urutan teratas sebagai cawapares untuk Jokowi, yakni mendapat 32 persen dukungan.

Pada posisi kedua jajak pendapat PSI tersebut, sosok yang dianggap tepat mendampingi bakal calon presiden petahana Jokowi adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia didukung 14 persen partisipan.

Kemudian nama-nama tokoh lain yang mendapat persentase dukungan 6 persen ialah mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terduga Teroris Bantul Anggota FPI? Novel: Fitnah Tahun Politik

Terduga Teroris Bantul Anggota FPI? Novel: Fitnah Tahun Politik

News | Sabtu, 14 Juli 2018 | 01:00 WIB

Dipenjara karena Korupsi, Seteru Ahok Ajukan PK

Dipenjara karena Korupsi, Seteru Ahok Ajukan PK

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 18:41 WIB

Sudah Bertemu Jokowi, Sandiaga Ingin Sekali Bertemu Ahok

Sudah Bertemu Jokowi, Sandiaga Ingin Sekali Bertemu Ahok

News | Jum'at, 13 Juli 2018 | 10:33 WIB

Ahok Segera Bebas, PKS: Kalau Sudah Tobat Cepat Nikah

Ahok Segera Bebas, PKS: Kalau Sudah Tobat Cepat Nikah

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 17:24 WIB

Ahok Pilih Bebas Murni daripada Bebas Bersyarat Agustus 2018

Ahok Pilih Bebas Murni daripada Bebas Bersyarat Agustus 2018

News | Kamis, 12 Juli 2018 | 10:51 WIB

Terkini

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB