Mau Tembak Petugas, Nyawa 3 Perampok Dicabut Polisi

Reza Gunadha | Suara.com

Rabu, 18 Juli 2018 | 17:16 WIB
Mau Tembak Petugas, Nyawa 3 Perampok Dicabut Polisi
Ilustrasi perampokan.(Shutterstock)

Suara.com - Kepolisian Resor Metro Bekasi meringkus sembilan perampok bersenjata di Kampung Jagawana, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dari sembilan perampok tersebut, polisi menembak tiga pelaku yang berusaha melawan saat dilakukan penyergapan. Satu di antaranya tewas di tempat.

"Tersangka yang mati berinisial AN (23), sementara yang ditembak pada bagian kaki yaitu ES (21) dan MF (29)," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Kumara, Rabu (18/7/2018) kepada Suara.com.

Candra mengatakan, enam tersangka lain tidak ditembak lantaran pasrah saat petugas menggelandangnya. Mereka berinisial AM (30), N (40), SN (28), A (48), JY (32) dan S (29).

"Yang tiga, kalau kami tidak lakukan tindakan tegas terukur (ditembak) sangat membahayakan nyawa petugas," ujarnya.

Ia menjelaskan, penembakan terhadap tersangka AN bermula ketika petugas meminta agar AN menunjukkan tempat penyimpanan senjata api yang kerap digunakan saat beraksi melakukan pencurian.

Namun, AN malah merebut senjata milik petugas dan berlari. Bahkan, AN sempat membidikkan senjata api ke arah petugas.

"Upayanya melukai petugas tak berhasil karena Bripka Tomy Febyantoro lebih dulu menembak AN dan mengenai dada kirinya," jelas dia.

Jenazah AN kemudian di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara delapan tersangka lain diamankan di Mapolres Metro Bekasi.

"Kami masih mendalami apakah para tersangka mempunyai jaringan lain atau tidak," tandasnya.

Hasil penyidikan, para tersangka kerap beraksi di area parkir, rumah dan jalanan. Mereka beraksi ketika sudah larut malam.

"Mereka ini sudah melakukan 34 kali tindakan kejahatan jalan di wilayah hukum kami,” tuturnya.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita 2 kunci T dan 14 anak kunci T2, kunci pas, satu obeng, satu gembok, satu senjata airsoftgun, empat plat nomor, satu ponsel, tujuh unit motor, senjata rakitan jenis revolver dan empat butir peluru ukuran 9mm.

Akibat perbuatannya,mereka disangkakan Pasal 363 KUHP dan atau Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan sebagaimana dimaksud  Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. [Yakub]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Paket Kopi Aceh Lewat Jasa Pos, Isinya Ternyata Ganja 100 Kg

Paket Kopi Aceh Lewat Jasa Pos, Isinya Ternyata Ganja 100 Kg

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 16:53 WIB

Jokowi Sambut Presiden Mikronesia di Istana Bogor

Jokowi Sambut Presiden Mikronesia di Istana Bogor

News | Rabu, 18 Juli 2018 | 11:03 WIB

Tangkal Praktik Korupsi di Peradilan, MA Gandeng KPK

Tangkal Praktik Korupsi di Peradilan, MA Gandeng KPK

News | Selasa, 17 Juli 2018 | 11:49 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB