Daftar Nyaleg, Kader Partai Tommy Soeharto Tak Bayar Kopi Asongan

Reza Gunadha

Senin, 23 Juli 2018 | 20:20 WIB
Daftar Nyaleg, Kader Partai Tommy Soeharto Tak Bayar Kopi Asongan
Naryo dan Ratna, pasutri pedagang kopi seduh di Kantor KPU Tangerang Selatan yang mengakui puluhan kopi dan dagangannya tak dibayar oleh caleg Partai Berkarya. [Suara.com/Anggy Muda]

Suara.com - Berharap untung malah buntung, begitulah yang dirasakan dua penjual kopi seduh di depan Kantor KPU Kota Tangerang Selatan, bernama Naryo dan Ratna.

Naryo dan Ratna berharap banyak mendapat untung, saat calon-calon anggota legislatif dan massa partai-partai politik membeludak di kantor KPU Tangsel, Jalan Buana Kencana,Rawa Buntu, kecamatan Serpong, sewaktu melakukan pendaftaran bacaleg untuk Pemilu 2019.

Kopi dan dagangan mereka memang laris manis tanjung kimpul saat kantor KPU dipenuhi para bacaleg. Namun, banyak dari bacaleg itu ternyata tak membayar setelah menikmati dagangan mereka berdua.

Lelaki berusia 54 tahun dan perempuan berumur 53 tahun itu adalah suami istri. Kantor KPU adalah tempat mereka sehari-hari memangkalkan asongan berupa kopi dan penganan.

Karenanya, bagi mereka, pada musim pendaftaran caleg adalah hajatan besar untuk meraup banyak keuntungan.

Tak terkecuali pada Selasa (17/7) pekan lalu, hari terakhir pendaftaran balaceg, persisnya saat Partai Berkarya bersama bacaleg, simpatisan, serta kadernya ke KPU untuk mendaftar.

“Selasa pekan lalu, simpatisan dan kader Partai Berkarya mendaftar ke KPU. Mereka juga memesan puluhan kopi seduh dalam gelas, teh, dan minuman lainnya. Tapi tak dibayar,” tutur Ratna.

Kala itu, Pujiono—pentolan partai besutan putra bungsu penguasa Orde Baru Soeharto, yakni Tommy Soeharto tersebut—meminta ia dan sang suami memberikan apa pun yang diinginkan anggotanya.

"Waktu itu dia bilang, ‘kasih saja bu, siapa juga yang mau pesan kasih. Mau merah,kuning, ijo kek nanti saya beresin’, begitu," kata Ratna menirukan janji pentolan Partai Berkarya yang tak dikenalnya.

baca juga
Naryo dan Ratna, pasutri pedagang kopi seduh di Kantor KPU Tangerang Selatan yang mengakui puluhan kopi dan dagangannya tak dibayar oleh caleg Partai Berkarya. [Suara.com/Anggy Muda]
Naryo dan Ratna, pasutri pedagang kopi seduh di Kantor KPU Tangerang Selatan yang mengakui puluhan kopi dan dagangannya tak dibayar oleh caleg Partai Berkarya. [Suara.com/Anggy Muda]

Pucuk di cinta ulam pun tiba, begitulah pikir Naryo dan Ratna setelah mendapat janji manis Pujiono. Tanpa lama berpikir, keduanya langsung memenuhi setiap pesanan kader Partai Berkarya tersebut.

“Ada yang minta dibuatkan mi, minuman, semua kami layani, karena memang pesan orang itu begitu ke saya. Biasa yang lain-lain juga begitu, tapi sudah langsung dibayar,” jelas Ratna.

Ratna dan Naryo baru merasakan kegetiran janji sang politikus saat hari sudah beranjak larut. Rombongan Partai Berkarya mulai bubar.

“Orang yang berjanji membayar semua itu cuma memberikan Rp 130 ribu. Padahal, catatan tagihan yang kami berikan kepadanya tertera Rp 649 ribu. Jadi sisa Rp 519 ribu yang belum dibayar,” ungkapnya.

Naryo dan Ratna kesal, dan mendesak Pujiono untuk langsung membayar sisa utang pada hari, jam, menit, dan detik itu juga.

“Tapi dia bilang nanti yang mau nanggung adalah P dari Partai Berkarya. Tapi sampai hari ini, sudah seminggu lewat, tak ada kejelasan,” sesalnya.

Ratna mengakui, ia dan Naryo sudah mencoba menghubungi sejumlah pengurus Partai Berkarya, namun jawaban yang didapat hanya janji-janji manis.

"Iya katanya mau pada nyaleg, tapi masa dagangan rakyat kecil saja tak dibayar. Tolong dong diperhatikan," kata dia kesal.

Sementara Ketua DPC Partai Berkarya Kota Tangerang Selatan Subari Martadinata, saat dihubungi Suara.com melalui nomor ponselnya, tidak aktif. [Anggy Muda]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PAN Benarkan Percakapan Lucky Hakim di Grup WA Soal Duit Nasdem

PAN Benarkan Percakapan Lucky Hakim di Grup WA Soal Duit Nasdem

News | Senin, 23 Juli 2018 | 06:32 WIB

KPU : Lima Mantan Narapidana Korupsi Daftar Jadi Caleg

KPU : Lima Mantan Narapidana Korupsi Daftar Jadi Caleg

News | Sabtu, 21 Juli 2018 | 23:56 WIB

Siap Menikah? Ada 750 Vendor di Bridestory Market

Siap Menikah? Ada 750 Vendor di Bridestory Market

Lifestyle | Jum'at, 20 Juli 2018 | 16:00 WIB

Hampir Rampung, KPU Mulai Verifikasi Keabsahan Caleg

Hampir Rampung, KPU Mulai Verifikasi Keabsahan Caleg

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 14:27 WIB

Sisir Berkas, KPU Belum Temukan Caleg Eks Koruptor

Sisir Berkas, KPU Belum Temukan Caleg Eks Koruptor

News | Jum'at, 20 Juli 2018 | 14:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×