Nama-nama Paling Ideal Jadi Cawapres Menurut Hasil Survei

Bangun Santoso, Lili Handayani

Kamis, 26 Juli 2018 | 13:42 WIB
Nama-nama Paling Ideal Jadi Cawapres Menurut Hasil Survei
Survei Kedai KOPI. (Suara.com/Lili Handayani)

Suara.com - Pasca-operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Kalapas Sukamiskin di Bandung akhir pekan lalu, publik semakin berharap pemerintahan memperkuat komitmen anti korupsi.

Menurut hasil survei sigi KedaiKOPI, korupsi berada di empat besar permasalahan utama yang dihadapi Indonesia saat ini. Publik juga menginginkan cawapres yang memiliki integritas dan komitmen anti korupsi.

Peneliti lembaga survei KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo memaparkan, korupsi masih menempati empat besar permasalahan utama di Indonesia. Survei dilakukan pada 3-7 Juli 2018 pada 1.148 responden di 10 provinsi dengan jumlah pemilih terbesar.

Hasil sigi tersebut juga mengungkapkan, mayoritas pemilih (90,7 persen) tidak menyetujui jika eks napi tipikor menyalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Masyarakat juga masih menaruh asa agar pemerintahan ke depan memiliki komitmen anti korupsi yang tercermin dari jawaban responden tentang latar belakang calon wakil presiden yang didominasi dengan jawaban pegiat anti korupsi (90,2 persen).

Lembaga Survei KedaiKOPI melakukan serangkaian FGD pada tanggal 23 Juli 2018 untuk mendapatkan gambaran keinginan publik setelah pemberitaan OTT Kalapas Sukamiskin oleh KPK.

"Terdapat beberapa nama tokoh nasional yang muncul di FGD karena dipersepsi memiliki integritas dan komitmen anti korupsi. Antara lain Abraham Samad, Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli, TGB Zainul Majdi, dan Anies Baswedan" kata Kunto dalam diskusi ‘Ngopi Bareng dari Sebrang Istana’ dengan topik “Benarkah Indonesia Surga Bagi Koruptor?’, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7/2018)

Dari hasil FGD tersebut terungkap, publik menganggap hukuman penjara seumur hidup (21 persen) adalah hukuman yang sesuai untuk napi tipikor yang disusul dengan hukuman yang seberat-beratnya (17 persen), penjara (15 persen), hukuman mati (14 persen) dan dimiskinkan (13 persen).

"Bahkan beberapa peserta FGD mengusulkan hukuman potong tangan atau dipermalukan di muka umum kepada napi koruptor," ujarnya.

baca juga

Hanya 45 persen peserta FGD menganggap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) lebih baik dalam menangani korupsi jika dibanding pemerintahan sebelumnya.

Sementara 17 persen menganggap lebih buruk dan 38 persen memandang penanganan korupsi di rezim ini dan yang lalu sama saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Kembali Periksa Idrus Marham

Kasus Suap PLTU Riau-1, KPK Kembali Periksa Idrus Marham

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 10:33 WIB

Berkas Kasus Suap Zumi Zola Segera Naik ke Penuntutan

Berkas Kasus Suap Zumi Zola Segera Naik ke Penuntutan

News | Kamis, 26 Juli 2018 | 10:04 WIB

Digeledah KPK, Plt Kalapas Sukamiskin Bantah Masih Ada Sel Mewah

Digeledah KPK, Plt Kalapas Sukamiskin Bantah Masih Ada Sel Mewah

News | Rabu, 25 Juli 2018 | 22:21 WIB

Lapas Sukamiskin Digeledah KPK, Buka Segel Sel Adik Ratu Atut

Lapas Sukamiskin Digeledah KPK, Buka Segel Sel Adik Ratu Atut

News | Rabu, 25 Juli 2018 | 19:47 WIB

Yunita Mau Beli Kain Kakbah Milik Koruptor SDA, Ini yang Terjadi

Yunita Mau Beli Kain Kakbah Milik Koruptor SDA, Ini yang Terjadi

News | Rabu, 25 Juli 2018 | 18:13 WIB

Terkini

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:18 WIB

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:11 WIB

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:04 WIB

Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan

Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:49 WIB

Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang

Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:33 WIB

Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap

Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:20 WIB

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:13 WIB

KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!

KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:48 WIB

Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU

Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:44 WIB

Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film

Legislator PDIP Kritik Ekspansi Bioskop: Jangan Sampai Jadi Risiko Baru bagi Industri Film

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:41 WIB