Polisi Duga Pembunuh Nenek di Penjaringan Masih Orang Dekat

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:19 WIB
Polisi Duga Pembunuh Nenek di Penjaringan Masih Orang Dekat
Kediaman korban di Villa Kapuk Mas, Blok H 5 No.15, Penjaringan Jakarta Utara dipasangi garis polisi. (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar menduga pelaku yang telah membunuh nenek bernisial LTH (66) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara adalah orang dekat korban. Nenek LTH dibunuh dengan sadis dengan cara ditusuk sampai belumuran darah.

Rachmat tak merinci apakah dugaan orang dekat yang jadi pelaku masih memiliki hubungan keluarga atau masih kerabat LTH. Namun, Rachmat mengklaim polisi sudah mendapatkan titik terang soal ciri-ciri pelaku yang telah menghabisi nyawa perempuan paruh baya itu. Kini polisi sedang mengejar pelaku sadis tersebut.

"Kemungkinan (pelaku pembunuhan merupakan) orang dekat," kata Rachmat saat dikonfirmasi, Jumat (27/7/2018).

"Pelaku masih dicari, tapi sudah ada titik terang," kata dia.

Terkait kasus ini, polisi sedang mencocokan keterangan saksi dengan barang bukti yang ditemukan di rumah korban.

"Sekarang anggota sedang melakukan pengembangan kasus itu. Bbrp saksi sudah diperiksa. Kemudian barang bukti sudah kita kumpulkan jg. Kita jg sudah olah TKP," kata dia.

Aksi penyerangan sajam oleh pelaku misterius itu terjadi saat LTH tengah bersama S (33) putra kandungnya di rumahnya, Jalan Villa Kapuk Mas, Blok H5, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (26/7/2018) sore.

LTH ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusukan di bagian perut hingga menembus ulu hati. Korban juga mengalami luka-luka di bagian tangan akibat tusukan pisau pelaku. Sang putranya juga ditemukan tergeletak di lantai dengan luka tusukan di bagian perut.

Dugaan sementara, aksi pembunuhan itu bukan dilakukan oleh pelaku perampokan. Sebab, tak ada barang berharga milik korban yang raib saat penyerangan sajam itu dilakukan oleh pelaku.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Telisik Pembunuh Sadis Nenek Penjaringan dari Cerita Anak

Polisi Telisik Pembunuh Sadis Nenek Penjaringan dari Cerita Anak

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 14:03 WIB

Cerita Detik - detik Nenek di Penjaringan Tewas Bersimbah Darah

Cerita Detik - detik Nenek di Penjaringan Tewas Bersimbah Darah

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 13:24 WIB

3 Orang Cina Diduga Pelaku Pembunuhan Keluarga di Penjaringan

3 Orang Cina Diduga Pelaku Pembunuhan Keluarga di Penjaringan

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 13:23 WIB

Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Nenek S di Penjaringan

Polisi Kesulitan Ungkap Pembunuh Nenek S di Penjaringan

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 11:49 WIB

Luka Berat, Anak Korban Pembunuhan Sadis di Penjaringan Selamat

Luka Berat, Anak Korban Pembunuhan Sadis di Penjaringan Selamat

News | Jum'at, 27 Juli 2018 | 09:27 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×