Hindari Penumpukan Turis di Lombok, Kemenpar Minta Extra Flight

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:00 WIB
Hindari Penumpukan Turis di Lombok, Kemenpar Minta Extra Flight
Hiburan di Bandara Lombok International Airport (LIA). (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Menteri Pariwisata, Arief Yahya, nonsetop memantau manajemen pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara keluar dari Pulau Lombok. Melalui Crisis Center Kemenpar, ia terus mengingatkan agar mencari cara terbaik, sehingga korban merasa nyaman di tengah suasana sulit.

Di Bandara Lombok International Airport (LIA), terlihat masih ada wisman yang tertahan dan mencari penerbangan ke Jakarta, Bali dan Surabaya. Menpar pun minta Stafsus Bidang Akses dan Infrastruktur, Judi Rifajantoro untuk minta maskapai terbang lagi ke Lombok, agar tidak ada penumpukan wisatawan.

“Kami sedang upayakan dan izin otoritas bandara agar malam ini dapat disajikan hiburan, karena banyak wisman yang tiduran di bandara Lombok. Minimal mereka bisa terhibur,” ujar Guntur Sakti, Ketua Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan di Lombok.

LIA akan membuka layanan operasional bandara 24 jam hingga H + 3 (8 Agustus 2018) dan masih mengharapkan dukungan extra flights untuk menerbangkan wisatawan yang tertahan di bandara.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, nonsetop memantau manajemen pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara keluar dari Pulau Lombok.  (Dok: Kemenpar)
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, nonsetop memantau manajemen pelayanan dan pengantaran wisatawan mancanegara keluar dari Pulau Lombok. (Dok: Kemenpar)

“Info dari AP1, hari ini sudah ada 1 extra flight dari Garuda dan 3 extra flight dr Lion ke Lombok,” kata Guntur, ketika itu.

Adapun PIC atau contact person Tim Crisis Center (TCC) Kemenpar, Desi Ruhati, di Lombok, Guntur Sakti, dan TCC Bali Tourism Hospitality, Ngurah Putra dan Byomantara.

“Silakan langsung berkomunikasi dengan mereka untuk menyampaikan info-info terbaru,” pesan Arief.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyampaikan, hingga pukul 11.00 WIB, pihaknya mendapatkan laporan bahwa warga negara asing tidak ada yang menjadi korban dalam bencana gempa Lombok.

“Kami sudah cek ke BNPB, dan kondisinya Alhamdulillah aman,” jelasnya.

Kemenlu juga membuat hotline khusus Lombok dengan nomor +62-87864124151, yaitu Foreign Visitor Help Desk for Lombok Earthquake, sebagai call center bagi WNA yang sedang berada di Lombok.

Retno juga memantau kegiatan Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM) on Law and Security dan Sub Regional Meeting On Counter Terrorisme (SRM ON CT) di Lombok.

“Semua delegasi asing, Aahamdullillah selamat. Sebagian sudah meninggalkan Lombok,” katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya sudah minta imigrasi untuk memberi kemudahan layanan bagi wisatawan dan WNA yang kehilangan paspor. Saat proses pemindahan wisman, tentu sangat mungkin terjadi kepanikan dan kehilangan dokumen penting tersebut.

Turis di Bandara Lombok International Airport (LIA). (Dok: Kemenpar)
Turis di Bandara Lombok International Airport (LIA). (Dok: Kemenpar)

TNI dan Polri juga turun ke Lombok untuk membantu proses pengamanan di lokasi bencana. Pesawat Hercules dari Lanud Abdurahman Saleh, Malang, mengangkut personel dari Yonkes 2 Divisi Kostrad dan tiba sepagi mungkin.

Mereka berjumlah 64 orang DPP, dengan perlengkapan khusus, berupa 1 set rumah sakit lapangan dan obat-obatan ringan untuk 500 orang. Pendaratan ke-2 pada pukul 10.00. Wita, yaitu Hercules dari Halim Perdanakusuma, dengan membawa 39 personel Basarnas DPP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun di Januari

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 19:56 WIB

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bali Dituding Sepi, Begini Data Pelancong Asing di RI

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 16:32 WIB

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

News | Sabtu, 22 November 2025 | 10:11 WIB

Ngobrol Santai Bareng Para Duta Besar, Menpar Bicara Peningkatan Turis dan Kualitas Pariwisata

Ngobrol Santai Bareng Para Duta Besar, Menpar Bicara Peningkatan Turis dan Kualitas Pariwisata

News | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 23:30 WIB

Pariwisata Indonesia di Tengah Demo: Antara Tantangan dan Peluang, Ini Kata Menpar!

Pariwisata Indonesia di Tengah Demo: Antara Tantangan dan Peluang, Ini Kata Menpar!

News | Rabu, 03 September 2025 | 07:46 WIB

Ada Peristiwa Driver Ojol Perkosa Wisman, Pengaruhi Jumlah Wisatawan Mancanegara Bali?

Ada Peristiwa Driver Ojol Perkosa Wisman, Pengaruhi Jumlah Wisatawan Mancanegara Bali?

Bisnis | Rabu, 08 Januari 2025 | 09:52 WIB

42 Persen Wisatawan Datang Ke Indonesia Untuk Mengembara Di Alam

42 Persen Wisatawan Datang Ke Indonesia Untuk Mengembara Di Alam

News | Selasa, 06 Agustus 2024 | 15:26 WIB

Menparekraf Sebut Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun

Menparekraf Sebut Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Turun

Lifestyle | Selasa, 07 Mei 2024 | 09:30 WIB

Paket Pernikahan di Bali Laris, Konsumen Mulai Seleb sampai Wisatawan Mancanegara

Paket Pernikahan di Bali Laris, Konsumen Mulai Seleb sampai Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Jum'at, 03 Mei 2024 | 10:52 WIB

Turis Malaysia Serbu RI di Bulan Februari

Turis Malaysia Serbu RI di Bulan Februari

Bisnis | Senin, 01 April 2024 | 12:20 WIB

Terkini

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB