Partai Gerindra: Jenderal Kardus itu SBY!

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 08 Agustus 2018 | 23:45 WIB
Partai Gerindra: Jenderal Kardus itu SBY!
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu Prabowo Subianto. (ist)

Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai jenderal kardus.

Pernyataan tersebut dilontarkan Andi setelah pertemuan Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (8/8/2018) malam ini batal.

Partai Gerindra langsung merespons dan menyebut. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan, yang pantas disebut jenderal kardus adalah SBY.

"Contohnya kan banyak antek-antek Demokrat yang jadi koruptor, berkardus-kardus duit dirampok begitu oleh kadernya kan, dan dipenjara oleh KPK kan. Nah itu baru jenderal kardus," kata Arief kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Arief lantas mengomentari pernyataan Andi Arief bahwa Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno memberikan uang mahar supaya menjadi cawapres Prabowo.

Ia menegaskan, Sandiaga masuk dalam bursa bakal cawapres Prabowo. Tapi, tak ada pemberian uang Rp 500 miliar kepada PKS maupun PAN agar diajukan sebagai cawapres.

"Ya, kita sih harus realistis, kalau yang diajukan anak boncel, yang pasti kami tak mau. Ingat tidak, dulu kenapa Anies didampingi Sandiaga? Kan Anies bukan kader PKS, tapi disetujui mereka. PKS itu partai yang tak pernah menerima mahar, salah!"

Untuk diketahui, Arief pada 23 Juli lalu, pernah menyebut Agus Harimurti Yudhoyono (putra SBY) sebagai "anak boncel". Saat itu, Demokrat tengah "mesra" dengan Gerindra, dan memunculkan wacana menduetkan AHY sebagai cawapres bagi Prabowo.

Kala itu, Arief menyematkan predikat tersebut karena AHY dianggapnya seperti anak kecil yang tak memunyai pengalaman politik. 

baca juga

"Saya menyebut dia itu anak boncel, tak punya pengalaman. Konteksnya kan ada pertanyaan mengenai Prabowo dipasangkan dengan AHY. Saya bilang, sangat tidak mungkin kalau militer sama militer. Kedua, AHY itu kan belum punya pengalaman, masih boncel dalam politik," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerindra Bantah Sandiaga Uno Setor Duit Jadi Cawapres Prabowo

Gerindra Bantah Sandiaga Uno Setor Duit Jadi Cawapres Prabowo

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:49 WIB

Sandiaga Uno: Saya Tak Bisa Bicara soal Cawapres Prabowo

Sandiaga Uno: Saya Tak Bisa Bicara soal Cawapres Prabowo

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:46 WIB

PD: Sandiaga Bayar Rp 500 M ke PAN-PKS agar Jadi Cawapres Prabowo

PD: Sandiaga Bayar Rp 500 M ke PAN-PKS agar Jadi Cawapres Prabowo

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:28 WIB

Pertemuan Batal, Demokrat: Prabowo Jenderal Kardus!

Pertemuan Batal, Demokrat: Prabowo Jenderal Kardus!

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 22:09 WIB

Masuk Bursa Cawapres, Sandiaga Mendadak ke Rumah Prabowo

Masuk Bursa Cawapres, Sandiaga Mendadak ke Rumah Prabowo

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 21:50 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×