Fadli Zon: Habib Rizieq Dicegah Keluar dari Arab Saudi

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 25 September 2018 | 17:13 WIB
Fadli Zon: Habib Rizieq Dicegah Keluar dari Arab Saudi
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon akan melayangkan surat kepada Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Mabes Polri untuk menindaklanjuti terkait adanya dugaan pencekalan Rizieq Shihab.

Fadli Zon menerima Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan juru bicara FPI Munarman di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (25/9/2018).

Dalam pertemuan itu, Fadli menerima laporan pengaduan dugaan adanya perlakuan diskriminatif dan intimidatif kepada Rizieq Shihab di Arab Saudi. Padahal, menurutnya Rizieq tidak terlibat dalam kasus apa pun selama tinggal di Arab Saudi.

"Kok tidak boleh keluar dari Arab Saudi, justru kalau ada orang bermasalah seharusnya segera mungkin dikeluarkan dari negara itu dideportasi, bukan justru dicegah," kata Fadli.

Oleh karena itu, Fadli akan melanjutkan permasalahan ini kepada tiga instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri, Kepolisian RI dan BIN untuk dimintakan keterangan.

Pasalnya, Fadli menilai adanya komunikasi di antara petinggi tiga instansi terkait itu dengan Rizieq di Arab Saudi.

Selain itu, ia juga menyebut terdapat dugaan yang disampaikan oleh tim advokasi GNPF terkait adanya dugaan campur tangan dari dalam negeri agar Rizieq tidak bisa keluar dari Arab Saudi.

"Karena kan BIN bolak-balik ke sana, Kapolri sudah ketemu Habib Rizieq juga di sana, Kepala BIN juga udah ketemu di sana. Berarti kan sudah ada komunikasi, banyak juga instansi BIN yang bolak balik ke sana berkali kali bertemu, ini ada apa? " ujarnya sembari bertanya.

Karena itulah Fadli akan melayangkan surat kepada tiga instansi tersebut, guna mendapatkan kejelasan terkait adanya dugaan pencekalan Rizieq untuk keluar dari Arab Saudi.

baca juga

Dalam pertemuan itu, Fadli telah menerima laporan yang berisikan kronologis disertai bukti-bukti audio serta video dan akan dipelajari olehnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngadu ke Fadli Zon, FPI Klaim Habib Rizieq Sempat Ditahan di Arab

Ngadu ke Fadli Zon, FPI Klaim Habib Rizieq Sempat Ditahan di Arab

News | Selasa, 25 September 2018 | 16:12 WIB

'Potong Bebek Angsa' Dipolisikan, Fadli Zon: Itu Kreativitas

'Potong Bebek Angsa' Dipolisikan, Fadli Zon: Itu Kreativitas

News | Selasa, 25 September 2018 | 12:23 WIB

Situs Skandal Sandiaga, Fadli Zon: Dibuat Pusat Hoaks Nasional

Situs Skandal Sandiaga, Fadli Zon: Dibuat Pusat Hoaks Nasional

News | Selasa, 25 September 2018 | 12:16 WIB

Soal 'Potong Bebek Angsa', Fadli Zon Laporkan Balik Politisi PSI

Soal 'Potong Bebek Angsa', Fadli Zon Laporkan Balik Politisi PSI

News | Selasa, 25 September 2018 | 12:09 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×