Kementan Dukung Para Ibu Gunung Kidul Kembangkan Bawang Merah

Fabiola Febrinastri

Senin, 01 Oktober 2018 | 12:04 WIB
Kementan Dukung Para Ibu Gunung Kidul Kembangkan Bawang Merah
Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, di Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta. (Dok: Kementan)

Suara.com - Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, di Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan pengembang komoditas hortikultura, khususnya tanaman bawang merah secara ramah lingkungan. KWT Sri Rejeki telah berhasil membudidayakan tanaman bawang merah ramah lingkungan seluas 2 ha.

Pada 27 September 2018, telah dilakukan panen perdana dengan hasil yang cukup membanggakan. Panen tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, Kepala UPTD BPTPH Daerah Istimewa Yogyakarta, dan perwakilan Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian (Kementan), Endik Mulyadi.

Endik mengatakan, Kementan mendukung penuh budi daya bawang merah secara ramah lingkungan. KWT Sri Rejeki Gunung Kidul kini telah ikut andil dalam mensukseskan program Kementan dalam upaya peningkatan produksi Bawang Merah.

"Direktorat Hortikultura sangat menghargai ibu-ibu KWT yang menerapkan budi daya ramah lingkungan dalam produksi bawang merah. Ini sebuah terobosan bagus untuk meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah kita," ujarnya, di Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Direktur Perlindungan Hortikultura, Sri Wijayanti, menambahkan, Kementan terus mendorong masyarakat untuk menanam bawang merah. Bahkan Gunung Kidul yang dahulu dikenal sebagai daerah gersang, kini mampu memproduksi bawang merah dengan kualitas baik.

Pengembangan bawang merah dilakukan di semua provinsi untuk menjaga ketersediaan merata sepanjang tahun, sehingga harga terjaga atau stabil.

"Kementan juga mendorong petani untuk menerapkan budi daya hortikultura ramah lingkungan, sehingga akan diperoleh produk yang aman dikonsumsi, sehat untuk petani dan konsumen, aman untuk lingkungan, serta biaya produksi yang lebih murah. Ujung-ujungnya tentu pendapatan petani yang meningkat," beber Sri.

Tanaman bawang  merah milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, di Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta. (Dok: Kementan)
Tanaman bawang merah milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki, di Dusun Bedil Kulon, Desa Rejosari Kecamatan Semin, Gunung Kidul, Yogyakarta. (Dok: Kementan)

Kepala Dinas Petanian Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto, menururkan, Dinas Pertanian sangat mengapresiasi Kementan yang terus memberikan dukungan dalam pengembangan bawang merah. Dalam penerapan budi daya bawang merah ramah lingkungan, Dinas Pertanian telah melakukan pertemuan rembuk kelompok dengan melibatkan stakeholder lengkap, yaitu aparat dari kecamatan dan desa, serta semua petugas lapangan.

"Petani yang terlibat dalam pengembangan bawang merah tersebut sangat antusias, sehingga memberikan semangat baru bagi petugas dalam melakukan pendampingan," tuturnya.

baca juga

"Harapan KWT Sri Rejeki, adanya fasilitas sarana irigasi yang memadai, sehingga proses budi daya tanaman juga dapat dilakukan pada musim kering, tidak hanya mengharapkan air hujan," imbuh Bambang.

Ketua KWT Sri Rejeki, Wiwik Widiyasih, mengatakan, budi daya bawang merah, mulai dari pengolahan tanah sampai panen, dilakukan oleh para ibu. Mereka menggunakan pupuk organik, agensia hayati, dan pestisida nabati.

"Kendala dalam budi daya adalah jauhnya sumber air, lebih kurang 300 m dari lahan. Kami mengambil air dari Kali Oya, dan ditampung dalam bak yang kami buat dari terpal," ujarnya.

Wiwik menambahkan, gerakan pengendalian OPT (Gerdal) dengan agensia hayati dilakukan seminggu sekali, yaitu setiap Kamis sore. Panen bawang merah dilakukan saat umur tanaman 61 hari, mencapai 20,6 ton/ha.

Saat ini, harga di tingkat petani sekitar Rp 10 ribu per kg.

"Dari perhitungan biaya produksi sekitar Rp 46.280.000 per ha, maka dapat dibayangkan keuntungan yang dinikmati oleh KWT ini," terangnya.

Pembinaan dan pendampingan budi daya bawang merah ramah lingkungan dilakukan oleh LPHP Bantul. Kepala Laboratorium LPHP Bantul, Paryoto menyatakan, akan terus melakukan pembinaan teknis secara intensif, memperkuat kelembagaan, serta melakukan pendampingan dalam penyusunan SOP bawang merah.

"Dengan dukungan semua stakeholder, diharapkan lokasi tersebut dapat menjadi daerah pengembangan bawang merah yang ramah lingkungan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Merah hingga Rawit Kompak Naik, Bawang Merah Turun

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Merah hingga Rawit Kompak Naik, Bawang Merah Turun

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:57 WIB

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:46 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp77.800, Bawang Merah dan Beras Ikut Naik

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp77.800, Bawang Merah dan Beras Ikut Naik

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Warga Sleman Sindir Pidato Prabowo Lewat Lomba Kupas Bawang, Pedihnya Bikin Menyerah

Warga Sleman Sindir Pidato Prabowo Lewat Lomba Kupas Bawang, Pedihnya Bikin Menyerah

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik

Biaya Belanja Bisa Bengkak, Harga Bawang Merah hingga Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 10:11 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih

Efek Domino BBM Naik, Harga Komoditas Pangan Langsung Terbang 10 Persen Lebih

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:20 WIB

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:44 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×