DPD Dorong Tsunami dan Gempa Palu Jadi Bencana Nasional

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Senin, 01 Oktober 2018 | 15:09 WIB
DPD Dorong Tsunami dan Gempa Palu Jadi Bencana Nasional
Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang atau Oso mendorong agar tsunami dan gempa yang melanda Poso dan Donggala ditetapkan sebagai bencana nasional. Sebab bencana ini menelan ratusan korban jiwa dan infrastruktur publik hancur.

Oleh karena itu diperlukan penanganan yang ekstra dari Pemerintah. Selain itu, ia juga mendorong Pemerintah untuk menaikkan anggaran negara untuk bencana.

“Ya saya mendorong itu sebagai bencana nasional. Jangan dilihat dari sayanya, tapi dilihat secara teknis apakah itu sudah (masuk bencana nasional), jadi menurut saya sih iya. Karena ini sudah lebih dari 100-an orang yang meninggal,” ujar Oso saat ditemui di Gedung DPD, jakarta, Senin (1/10/2018).

Memasuki hari ketiga pasca gempa Palu berkekuatan 7,4 skala richter dan tsunami yang menerjang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sebanyak 844 orang menjadi korban jiwa atas insiden itu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, dari hasil pendataan di lapangan hingga Senin (1/10/2018) pukul 13.00 WIB ada sebanyak 844 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia terbanyak berasal dari Kota Palu.

Penyebab kematian ratusan orang itu diakibatkan tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa. Tak sedikit pula para korban yang terseret gelombang tsunami lantaran tidak sempat menyelamatkan diri pada saat kejadian.

Kondisi korban meninggal dunia pun sudah mulai mengeluarkan bau tidak sedap. Sehingga, hari ini ratusan korban meninggal akan dimakamkan secara masal di TPU Paboya Kota Palu.

Hingga kini, ada sebanyak 632 orang mengalami luka berat akibat gempa dan tsunami. Adapun total pengungsi sementara ada sebanyak 48.025 orang mengungsi.

Untuk diketahui, gempa berkekuatan 7,4 skala richter mengguncang Sulawesi Tengah hingga mengakibatkan tsunami. Sejak gempa dahsyat itu, tercatat ada sebanyak 254 gempa susulan yang mengguncang Sulawesi Tengah.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

JK Tak Heran Ribuan Napi Kabur Saat Gempa Palu dan Donggala

JK Tak Heran Ribuan Napi Kabur Saat Gempa Palu dan Donggala

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 15:05 WIB

Mendagri Minta KPU Hentikan Kegiatan Kampanye di Sulteng

Mendagri Minta KPU Hentikan Kegiatan Kampanye di Sulteng

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 14:54 WIB

Diguncang Gempa, Tanah Palu dan Donggala Tak Bisa Lagi Dihuni?

Diguncang Gempa, Tanah Palu dan Donggala Tak Bisa Lagi Dihuni?

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 14:51 WIB

Versi BNPB, 844 Nyawa Melayang Pasca Gempa Palu Sulawesi Tengah

Versi BNPB, 844 Nyawa Melayang Pasca Gempa Palu Sulawesi Tengah

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 14:50 WIB

18 Jenazah Korban Gempa Palu Selesai Dikubur Massal

18 Jenazah Korban Gempa Palu Selesai Dikubur Massal

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 14:34 WIB

Terkini

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

Dorong Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah, Mendagri Raih CNN Indonesia Awards 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:46 WIB

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

Stasiun Gambir Terbakar Malam Ini, Api Berasal dari Ruang Panel Listrik

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:44 WIB

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto Berdoa Indonesia Dijauhkan dari Anasir Jahat yang Tamak Kekuasaan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:38 WIB

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Apakah Sabun Bayi Bisa untuk Cuci Muka Orang Dewasa?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:29 WIB

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Pelajar Tewas Tertabrak Truk di Cileungsi-Jonggol, Sopir Kabur

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 21:26 WIB

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

PDIP Jajaki Dukungan DPR untuk Goyang Posisi Gibran! Hasto Singgung Tiga 'Dosa' Ini

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:18 WIB

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

Hasto PDIP Dorong DPR Singkirkan Wapres Gibran

News | Sabtu, 07 November 2026 | 21:17 WIB

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Cinta Laura Ingatkan Anak Muda Tak Takut Gagal Saat Bangun Bisnis, Ini Alasannya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 21:16 WIB

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:07 WIB

×