Ribuan Narapidana Kabur saat Gempa Palu, Kumham Bentuk Satgas

Pebriansyah Ariefana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 09 Oktober 2018 | 06:30 WIB
Ribuan Narapidana Kabur saat Gempa Palu, Kumham Bentuk Satgas
Sejumlah toko dan gudang yang rusak akibat diterjang gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 SR di kawasan Pergudangan Kabupaten Donggala, Sulteng. ANTARA FOTO/Amirullah

Suara.com - Direktur Jenderal Pemasyarakat (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami mengatakan kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) yang terkena dampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah masih dalam pemulihan rehabilitasi. Hal tesebut menyebabkan belum dapat terselenggaranya kegiatan layanan di tempat tersebut.

Hingga saat ini hanya ada dua tempat yang sudah bisa ditempati oleh para warga binaan pemayarakatan. Tempat tersebut yaitu Rumah Tahanan (Rutan) Palu dan Cabang Rumah Tahanan Parigi.

Sementara, Lapas dan Rutan lainnya masih dalam proses pemulihan pasca gempa dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

"Misalnya Lapas Palu yang pagar seluruhnya roboh, 3 bloknya roboh, sedang di lakukan perapihan terhadap puing-puing yang roboh di sekitar Lapas Palu," kata Utami di Kantor Dirjen PAS, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (8/10/2018).

Utami menambahkan pihaknya tengah melakukan pemulihan tingkat ringan pada Lapas dan Rutan yang mengalami keretakan bangunan. Selain itu, lanjut Utami, pemulihan tingkat berat juga dilakukan terhadap robohnya tembok luar dan tembok antar bangunan.

"Apalagi Rutan Donggala yang mengalami kerusakan total akibat pembakaran, sehingga ditetapkan rumah dinas kepala Rutan menjadi kantor sementara," jelasnya.

Lebih jauh, Utami menambahkan pihaknya juga mengupayakan kebutuhan mendasar bagi para narapidana. Kebutuhan tersebut berupa air, listrik, dan bahan makanan sehari-hari.

"Kebutuhan yang mendasar selain air, listik, juga makanan mereka sehari-hari. Maka terhadap mereka yang ada di dalam sebanyak 204 orang ini, memang makanya masih di suplay dari berbagai pihak yang ada di sekitaran lapas dan rutan," tutur Utami.

Utami menjelaskan pihaknya telah membentuk Tim Satgas Penegakan Hukum dan Layanan Dasar yang akan melakukan pendampingan dan bantuan. Hal tersebut bertujuan sebagai upaya penyelenggaraan layanan dasar di Lapas dan Rutan yang terkena dampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

baca juga

"Bapak Menkumham telah mempersiapkan surat untuk di sampaikan pada Bapak Kapolri, bantuannya nanti bersama Satgas yang sudah kami bentuk. Satgas pusat, Satgas kantor wilayah Sulteng, Satgas kantor wilayah Sulsel, Satgas Gorontalo, kemudian Sulbar, nanti akan bekerja setelah kesiapan kami menerima mereka khususnya penyiapan kebutuhan dasar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Hari Usai Gempa Sulteng, 1.096 Napi Tak Jelas Rimbanya

10 Hari Usai Gempa Sulteng, 1.096 Napi Tak Jelas Rimbanya

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 20:30 WIB

BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?

BPN Mulai Petakan Lahan Relokasi Korban Gempa Palu, di Mana Saja?

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 17:55 WIB

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

Kamis, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 16:00 WIB

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

Megawati Ungkap Kisahnya Diguncang Gempa di Jepang

News | Senin, 08 Oktober 2018 | 14:55 WIB

Terkini

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:00 WIB

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:55 WIB

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:46 WIB

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:40 WIB