Dukung Lapangan Tembak Senayan Dipindah, Anies Bantu Fasilitasi

Dwi Bowo Raharjo | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 18 Oktober 2018 | 17:42 WIB
Dukung Lapangan Tembak Senayan Dipindah, Anies Bantu Fasilitasi
Anies Baswedan. (Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan tegas, mendukung relokasi lapangan tembak Senayan, Jakarta Selatan. Terlebih, penempatan lapangan tembak beresiko tinggi jika berada di wilayah padat atau tegah kota seperti saat ini.

Anies mengatakan, saat ini Pemprov DKI terus melakukan diskusi lintas sektoral guna membahas keputusan akhir nasib lapangan tembak di Senayan. Anies memprediksi kemungkinan besar hasil akhirnya akan dilakukan relokasi.

"Bila dilakukan pemindahan Pemprov DKI akan mendukung, kita akan bantu fasilitasi untuk tata ruangnya sehingga bisa mendapatkan lokasi yang aman," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018).

Anies menjelaskan, di sekitar lapangan tembak selain terdapat Gedung DPR RI juga ada bangunan penting seperti sekolah dan kantor kelurahan. Dari data rekam jejak lapangan tembak, insiden peluru nyasar pun sudah beberapa kali terjadi sehingga memang perlu dilakukan evaluasi.

"Kami melihat tempat ini memang punya resiko yang besar. Sehingga lebih baik berada di tempat yang bebas dari resiko," ungkap Anies.

Meski demikian, Anies mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan akhir mengenai lokasi relokasi lapangan tembak. Hingga kini, pembicaraan lintas sektoral masih terus dilakukan guna menemukan titik terang.

"Belum ada (akan direlokasi dimana), tapi semuanya sudah bersepakat bahwa tempat itu beresiko untuk berlatih menembak. Keputusan ini hampir final," tutup Anies.

Isu pemindahan lapangan tembak di Senayan tidak terlepas dari kasus peluru nyasar ke Gedung DPR.

Sebelumnya, polisi menyebutkan ada enam kali tembakan yang mengarah ke beberapa ruangan anggota DPR.

Kejadian itu bersamaan dengan adanya latihan menembak yang dilakukan dua pegawai negeri sipil Kementerian Perhubungan berinisial IAW dan RMY di Lapangan Tembak, Senayan pada Senin (15/10). Namun, polisi baru menemukan lima proyektil peluru dari enam lubang bekas tembakan yang terdapat di beberapa ruangan anggota dewan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Minta Lapangan Tembak Ditutup, DPR akan Panggil Pihak Setneg

Minta Lapangan Tembak Ditutup, DPR akan Panggil Pihak Setneg

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 12:47 WIB

Merasa Terteror, Anggota DPR Minta Lapangan Tembak Dipindahkan

Merasa Terteror, Anggota DPR Minta Lapangan Tembak Dipindahkan

News | Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:48 WIB

Peluru Nyasar ke Gedung DPR, Fahri: Pindahkan Lapangan Tembaknya

Peluru Nyasar ke Gedung DPR, Fahri: Pindahkan Lapangan Tembaknya

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 21:37 WIB

Penembak Gedung DPR RI Pakai Senjata Laras Pendek

Penembak Gedung DPR RI Pakai Senjata Laras Pendek

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 19:58 WIB

Terkini

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

Duka di Balik Jas Putih: Mengapa Dokter Internship Indonesia Bertumbangan?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:55 WIB

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:50 WIB

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

DPR Ingatkan Risiko Hibah Kapal Induk Italia, Biaya Perawatan Tembus Rp 101 Miliar per Tahun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:47 WIB

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

Ahmad Dhani Datangi Bareskrim Usai Akun Instagramnya Mendadak Hilang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:29 WIB

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

Kasus LNG, 2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 4,5 dan 3,5 Tahun Penjara

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

Singgung Privasi Prabowo, Said Abdullah PDIP Sarankan Amien Rais Minta Maaf Secara Ksatria

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:25 WIB

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

Datang ke Sidang dengan Infus, Nadiem Minta Status Penahanan Dialihkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:24 WIB