Kementan Kembangkan Lahan Rawa untuk Swasembada Pangan

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 22 Oktober 2018 | 11:09 WIB
Kementan Kembangkan Lahan Rawa untuk Swasembada Pangan
International Workshop on Tropocal Wetlands: Innovation in Mapping and Managament for Sustainable Agriculture di Banjarmasin, Jumat (19/10/2018). (Dok: Kementan)

Suara.com - Indonesia dan dunia, saat ini tengah menghadapi tantangan pembangunan pertanian akibat penyusutan luas lahan, pertumbuhan penduduk yang relatif cepat, dan perubahan iklim. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi, dalam International Workshop on Tropocal Wetlands: Innovation in Mapping and Managament for Sustainable Agriculture di Banjarmasin, Jumat (19/10/2018).

Dalam kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Dunia di Kalimantan Selatan itu, Agung menyatakan, Indonesia sudah berupaya keras untuk mengatasi sejumlah persoalan yang dihadapi. Peningkatan jumlah penduduk paralel dengan permintaan pangan dalam hal kualitas maupun kuantitas.

Pada saat yang sama, konversi lahan dan fragmentasi, perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem, serta petani tua yang bekerja di sektor pertanian tanaman pangan, tidak memiliki insentif sosio-ekonomi, menjadi persoalan.

"Sebagai negara keempat terpadat di dunia, ketergantungan pada impor pangan akan menempatkan Indonesia dalam situasi yang sangat rentan. Oleh karena itu, swasembada pangan adalah suatu keharusan dalam pembangunan pertanian," ujar Agung.

Agung menyampaikan, Indonesia tidak akan berhenti pada upaya pemenuhan pangan di dalam negeri saja, tetapi bertujuan mencapai surplus dalam produksi, sehingga dapat menjadi bagian dari solusi kekurangan pangan dunia. Ia bahkan membuktikan, selama beberapa tahun terakhir, produktivitas yang didorong kebijakan yang tepat, mampu mendorong produktivitas, bahkan mencapai swasembada untuk komoditas, seperti beras, bawang merah, cabai dan jagung.

"Kami juga menargetkan surplus komoditas pangan strategis lainnya, sehingga pada 2045, satu abad setelah kemerdekaan negara, kita bisa menjadi lumbung pangan dunia," tegas Agung, yang disambut aplaus hadirin.

Pada bagian lain, Agung menjelaskan upaya pemanfaatan lahan rawa yang sedang digalakkan pemerintah saat ini.

"Lahan rawa menjadi jawaban untuk perluasan lahan pertanian di Indonesia, karena cukup besar. Selain tetap mengintensifkan pertanian lahan yang sudah ada, lahan rawa harus dapat dikelola secara menguntungkan dan berkelanjutan," urai Agung.

Workshop yang digelar Badan Litbang Pertanian ini dihadiri sekitar 100 peserta dari para akademisi berbagai perguruan tinggi, narasumber beberapa negara, para peneliti, dan lainnya. Peserta diagendakan akan melihat keberhasilan Indonesia dalam optimalisasi pemanfaatan lahan rawa di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik

Transformasi Bisnis Pupuk Indonesia: Turunkan HET 20% Hingga Revitalisasi 7 Pabrik

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 07:57 WIB

Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo: Krisis Global Jadi Peluang, Indonesia Percepat Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:49 WIB

Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul

Wujud Swasembada Pangan, Menteri Trenggono Cek Kesiapan Kampung Nelayan Merah Putih di Bantul

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:25 WIB

Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Pupuk Indonesia Gandeng 1.620 Inovator Demi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:26 WIB

Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare

Lampaui Rata-Rata Nasional, Produktivitas Jagung Dekalb Capai 7 Ton per Hektare

Bisnis | Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:22 WIB

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Benih Berkualitas Angkat Hasil Panen Jagung Petani Jateng

Foto | Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:32 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali

Menuju Swasembada, YSPN Salurkan Empat Ton Beras ke Bali

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:29 WIB

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?

Bisnis | Jum'at, 09 Januari 2026 | 20:39 WIB

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Prabowo Beri Bintang Jasa Utama ke Mentan Amran, Berjuang Swasembada Pangan

Video | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:36 WIB

Terkini

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

Zulhas Bongkar Penyebab Minyakita Langka, Ternyata Bukan Soal Stok

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:04 WIB

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

Bukan Rudal Iran! Warga Israel Kocar-kacir Diserang Hewan Kecil yang Diistimewakan Alquran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:58 WIB

33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi

33 Hari Kasus Andrie Yunus, KontraS Soroti Lambannya Penanganan dan Minim Transparansi

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:57 WIB

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

AS Diminta Pakai Logika Jika Ingin Negosiasi Ulang dengan Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:57 WIB

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:37 WIB

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:24 WIB

KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas

KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:19 WIB