Hilang Tiga Hari, Kakek di Bogor Ditemukan Istri Tewas di Sumur

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:47 WIB
Hilang Tiga Hari, Kakek di Bogor Ditemukan Istri Tewas di Sumur
Jasad Mudin pertama kali diketemukan oleh istrinya sendiri Umiyarsih (47) saat menimba sumur. (Suara.com/ Rambiga)

Suara.com - Seorang kakek Mudin (62), ditemukan tewas setelah tiga hari tercebur ke dalam sumur rumahnya di Kampung Jabon, Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jasad Mudin pertama kali diketemukan oleh istrinya, Umiyarsih (47) saat ingin menimba sumur, Selasa (30/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Umiyarsih sempat merasa curiga karena air di dalam sumurnya keruh dan bau busuk.

"Awalnya saya mau ambil air dari dalam sumur, tapi ember sulit mengisi air. Saya perhatikan seperti terganjal sesuatu. Dapat air sedikit dan keruh serta bau bangkai," ujar Umiyarsih, Selasa (30/10/2018).

Ia pun tidak menyangka bahwa bau busuk yang menyengat dari dalam sumurnya berasal dari jasad suaminya yang tercebur selama tiga hari.

"Kirain saya ada bangkai binatang yang jatuh terus jadi bau. Saya mau ambil air lagi tapi tidak mau dapat. Setelah saya perhatikan ternyata yang mengganjal ember itu badan jenazah suami saya," ungkapnya.

Jasad Mudin pertama kali diketemukan oleh istrinya sendiri Umiyarsih (47) saat menimba sumur. (Suara.com/ Rambiga)
Jasad Mudin pertama kali diketemukan oleh istrinya sendiri Umiyarsih (47) saat menimba sumur. (Suara.com/ Rambiga)

Umiyarsih yang kaget, langsung memberitahukan temuannya itu kepada keluarganya kemudian melapor ke pihak pengurus lingkungan setempat.

Sementara itu, Ketua RT 3 RW 5 Desa Jabon Mekar Dadi mengatakan, berdasarkan keterangan sang istri, Mudin memang sudah tidak terlihat sejak tiga hari terkahir dan sempat dikira tengah pergi ke rumah istri keduanya.

"Warga disini memang sudah 3 hari tidak melihat korban. Istri dan keluarganya disini mengira korban sedang di rumah istri pertama yang ada di Desa Pemagarsari. Korban punya istri dua," tutur Dadi.

Tepisah, Kapolsek Parung Kompol Parmin menjelaskan pihaknya bersama Tim SAR gabungan baru dapat mengevakuasi jasad Mudin dari dalam sumur sedalam 13 meter itu tiga jam kemudian.

baca juga

"Setelah dapat laporan, proses penanganan langsung kami lakukan. Kami juga telah meminta keterangan beberapa saksi-saksi dari kejadian ini," ujar Parmin. 

Setelah evakuasi, pihak keluarga menolak jasad Mudin untuk diotopsi karena telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Dari keterangan keluarga, Mudin sendiri memang mempunyai riwayat penyakit stroke.

"Keluarga menyatakan kejadian ini sebagai musibah. Korban langsung dimakamkan." pungkas Parmin.

Kontributor : Rambiga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Depresi, Bapak dan Anak Kompak Tewas Gantung Diri di Dapur

Depresi, Bapak dan Anak Kompak Tewas Gantung Diri di Dapur

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 14:13 WIB

Lindas Pesepeda Ontel, Sopir Busway Diduga Tak Konsentrasi

Lindas Pesepeda Ontel, Sopir Busway Diduga Tak Konsentrasi

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:11 WIB

Tewas di CFD Jakarta, Kepala Amin Hadiono Terlindas TransJakarta

Tewas di CFD Jakarta, Kepala Amin Hadiono Terlindas TransJakarta

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:08 WIB

Ini Identitas Pesepeda Ontel yang Tewas Dihantam Busway

Ini Identitas Pesepeda Ontel yang Tewas Dihantam Busway

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 16:49 WIB

Tabrak Pesepeda Ontel, Sopir Busway Terancam di Bui

Tabrak Pesepeda Ontel, Sopir Busway Terancam di Bui

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:21 WIB

Terkini

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Siapkan Lahan 48.000 Ha, Target Swasemba Kedelai 4 Tahun Bisa Tercapai

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:03 WIB

×