3 Tembakan Tak Digubris, Residivis Ini Tewas di Ujung Bedil BNN

Agung Sandy Lesmana

Jum'at, 02 November 2018 | 21:44 WIB
3 Tembakan Tak Digubris, Residivis Ini Tewas di Ujung Bedil BNN
Rilis kasus peredaran sabu-sabu di kantor BNNP Jawa Tengah. (Suara/(Adam Iyasa)

Suara.com - Tiga tembakan peringatan tak juga digubris IY (26), bandar sabu-sabu di Surakarta, Jawa Tengah. Saat hendak diminta untuk menunjukkan tempat penyimpanan narkoba, IY malah berpikiran untuk kabur.

Akhirnya, tim Pemberantasan Narkotika Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terpaksa menindak tegas IY dengan satu kali tembakan yang menyasar ke bagian tubuhnya.

"Terpaksa kami tegas dan tembak di bagian tubuhnya, sebelumnya diberi tembakan peringatan tiga kali," kata Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigadir Jendral Pol Muhammad Nur, saat gelar kasus di kantor BNNP Jawa Tengah, Jumat (2/11/2018).

IY merupakan residivis narkotika jaringan Surakarta, dia tertangkap usia pengembangan kasus penangkapan RH, rekan IY, yang tertangkap terlebih dahulu oleh petugas BNNP Jateng pada Kamis (1/11/2018) di Terminal Mangkang, Semarang.

Sementara, RH dihadiahi timah panas pada kakinya lantaran berusaha melarikan diri saat pemeriksaan. Sebelumnya dia sempat diberi tembakan peringatan namun tidak menggubris.

"Kali ini jaringan Surakarta. Seorang ditembak mati, sedang satunya lagi dilumpuhkan di bagian kakinya," kata Nur.

Nur menjelaskan, pengungkapan berawal saat penangkapan RH (20) warga Kadokan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Berangkat menggunakan pesawat dari Surakarta bersama IY pada Rabu (31/10/2018), pukul 14.30 WIB. Tujuannya, mengambil narkotika jenis sabu di Mangga Dua Square Jakarta.

Lanjut Muhammad Nur, usai mendapatkan sabu, RH disuruh pulang terlebih dahulu oleh IY lewat perjalanan darat dengan bus jurusan Jakarta - Surabaya.

"Dari informasi itu kami bekerjasama dengan Dishub Kota Semarang memberhentikan bus di terminal Mangkang. RH ditangkap dengan barang bukti 3 plastik berisi sabu seberat  2.175 gram (2, 1 kilogram), 1 unit handphone merek Nokia dan 1 buah tas warna biru," jelasnya.

Terungkap dalam pemeriksaan RH, jika IY akan pulang ke Surakarta dengan pesawat dan akan mendarat pada Kamis (1/11/2018), pukul 20.50 WIB di Bandara Adi Soemarmo Surakarta.

"IY berhasil kami tangkap di Bandara Adi Soemarmo, barang bukti tiket pesawat Surakarta-Jakarta (PP), rekaman CCTV di Bandara dan 2 buah HP serta identitas diri," katanya.

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hilang Tiga Hari, Kakek di Bogor Ditemukan Istri Tewas di Sumur

Hilang Tiga Hari, Kakek di Bogor Ditemukan Istri Tewas di Sumur

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 21:47 WIB

Depresi, Bapak dan Anak Kompak Tewas Gantung Diri di Dapur

Depresi, Bapak dan Anak Kompak Tewas Gantung Diri di Dapur

News | Selasa, 30 Oktober 2018 | 14:13 WIB

Lindas Pesepeda Ontel, Sopir Busway Diduga Tak Konsentrasi

Lindas Pesepeda Ontel, Sopir Busway Diduga Tak Konsentrasi

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:11 WIB

Tewas di CFD Jakarta, Kepala Amin Hadiono Terlindas TransJakarta

Tewas di CFD Jakarta, Kepala Amin Hadiono Terlindas TransJakarta

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:08 WIB

Ini Identitas Pesepeda Ontel yang Tewas Dihantam Busway

Ini Identitas Pesepeda Ontel yang Tewas Dihantam Busway

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 16:49 WIB

Terkini

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:02 WIB

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

Jalan Amblas di Lenteng Agung, Transjakarta Terpaksa Pangkas Rute Menuju UI

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:32 WIB

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

Haji 2026 Lebih Sat-set dan Tertib, Gus Jazil Tetap Beri Catatan Pedas Soal Fasilitas Tenda

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:13 WIB

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

Truk Dinas SDA Pengangkut Tanah Ikut Terjeblos di Jalan Amblas Lenteng Agung

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:12 WIB

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

Jalan Lenteng Agung Amblas, Polisi Buka Jalur Alternatif Lewat Antasari dan Cinere

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 12:06 WIB

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

Kejar Uang Pengganti Rp21,6 Miliar, Kejagung Ajukan Kasasi Kasus Marcella Santoso

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:56 WIB

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

Kiamat Rumah Tapak? Orang Indonesia di Masa Depan Harus Hidup Vertikal

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:52 WIB

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:29 WIB

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

Bantah Komnas HAM, Kemen HAM: Revisi UU Justru Perkuat Posisi Lembaga Pengawas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:06 WIB

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:05 WIB