Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:02 WIB
Keluarga Korban Mei 98 Tagih Nyali Prabowo: Kami Lelah Diombang-ambing Bak Bola Pingpong
Keluarga korban tragedi Mei 1998 mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Keluarga korban tragedi Mei 1998 mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.
  • Maria Sanu menyampaikan keluhan atas proses hukum yang terhambat akibat berkas perkara yang terus bolak-balik antara instansi terkait.
  • Keluarga menuntut keberanian politik negara untuk memberikan kepastian hukum setelah kasus tersebut menggantung selama lebih dari dua dekade.

Suara.com - Keluarga korban tragedi Kerusuhan Mei 1998 kembali menyuarakan harapan agar negara segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang hingga kini belum menemukan titik terang penyelesaian hukum.

Maria Sanu, keluarga salah satu korban kerusuhan '98, mengaku sudah pernah menyampaikan langsung tuntutan penyelesaian kasus tersebut kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Kini, mereka berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah konkret.

“Untuk mengingat kembali peristiwa ini memang sangat sedih. Keluarga korban sangat memprihatinkan,” ujar Sanu dalam diskusi 'Narasi dan Luka yang Tak Diakui' di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Ia mengatakan, keluarga korban selama ini terus berharap ada keberanian politik dari negara untuk menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM berat, termasuk tragedi Mei 1998.

“Kami sangat berharap agar para pendamping korban ini mendorong kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu cepat terselesaikan. Karena kami telah, waktu ke Pak Jokowi, telah menyerahkan bahwa saya orang tua korban, tidak ada direkayasa, benar-benar orang tua korban, mohon kasus pelanggaran ham berat di masa lalu segera diselesaikan,” tuturnya.

Sanu juga mengkritik proses penanganan kasus yang dinilai berjalan di tempat. Ia menyinggung berkas hasil penyelidikan Komnas HAM yang selama bertahun-tahun bolak-balik dengan Kejaksaan Agung tanpa kejelasan.

“Kepada Kejaksaan dan Komnas HAM juga kami diombang-ambing seperti bola pingpong, dilempar sana, dilempar sini,” ucapnya.

Menurutnya, ketidakjelasan tindak lanjut berkas perkara membuat keluarga korban kehilangan kepastian hukum atas tragedi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade itu.

baca juga

“Berkasnya dari Komnas HAM, dilempar ke Kejaksaan, dikembalikan lagi. Sampai saat ini, kami tidak tahu apa itu dibuka berkasnya karena, ya, menurut kami sih, mereka lalai ya. Karena tanggung jawab negara itu harus ada,” ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro Ngakak

Prabowo Wajibkan Belajar Bahasa Prancis di Sekolah, Sandhy Sondoro Ngakak

Entertainment | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:37 WIB

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

Komisi X Bakal Minta Penjelasan Pemerintah Soal Kebijakan Prabowo Wajib Bahasa Prancis di Sekolah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:29 WIB

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Opini | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:12 WIB

Pejabat hingga Presiden Harus Ingat! Kurban dari Anggaran Negara Tak Bisa Gantikan Kewajiban Pribadi

Pejabat hingga Presiden Harus Ingat! Kurban dari Anggaran Negara Tak Bisa Gantikan Kewajiban Pribadi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:02 WIB

Sapi Kurban APBN Rp100 Miliar: Saat Menkeu Mengaku Ketinggalan Info

Sapi Kurban APBN Rp100 Miliar: Saat Menkeu Mengaku Ketinggalan Info

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:26 WIB

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:45 WIB

Terkini

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

×