- Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Jazilul Fawaid, mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang berjalan tertib dan efisien.
- Manajemen transportasi jemaah yang sistematis di Tanah Suci telah mempercepat pergerakan dan menjaga stamina jemaah selama ibadah.
- Pemerintah didesak melakukan evaluasi fasilitas akomodasi serta kapasitas tenda agar kualitas kenyamanan jemaah haji semakin optimal ke depan.
Suara.com - Ketua Fraksi PKB DPR RI sekaligus Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, Jazilul Fawaid, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Berdasarkan pantauan langsung di Tanah Suci, Jazilul menilai manajemen pergerakan jemaah pada fase-fase krusial tahun ini berjalan jauh lebih tertib dan minim kendala dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini mengonfirmasi bahwa efisiensi waktu tunggu menjadi salah satu keberhasilan utama dalam manajemen puncak haji tahun ini.
"Kami mengapresiasi kinerja penyelenggaraan haji tahun ini yang relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya. Secara umum pelaksanaan berjalan tertib, meskipun tentu tetap ada beberapa aspek yang ke depan wajib disempurnakan," ujar Jazilul Fawaid langsung dari Makkah, Arab Saudi, Jumat (29/5/2026).
Kelancaran proses ini terlihat mulai dari pemberangkatan jemaah dari hotel menuju Arafah yang berlangsung secara sistematis.
Hal tersebut memastikan seluruh jemaah Indonesia dapat melaksanakan wukuf tepat waktu tanpa kendala transportasi yang berarti.
Keberhasilan ini juga berlanjut pada fase pergerakan dari Arafah menuju Muzdalifah hingga ke tenda di Mina.
"Tahun ini jemaah tiba di Muzdalifah tanpa harus menghadapi waktu tunggu yang terlalu lama di jalan. Demikian pula saat pergerakan menuju Mina, secara umum berlangsung lebih baik sehingga jemaah bisa menghemat stamina dan beribadah dengan lebih nyaman," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI tersebut.
Meski memberikan penilaian positif terhadap manajemen pergerakan dan transportasi maktab, Gus Jazil menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh.
Ia mengingatkan pemerintah, khususnya kementerian terkait, untuk tetap melakukan perbaikan pada aspek standarisasi fasilitas.
"Masih ada sejumlah fasilitas akomodasi dan kapasitas tenda yang perlu dievaluasi. Tujuannya agar ke depan jemaah Indonesia benar-benar bisa seratus persen fokus beribadah tanpa terganggu masalah fasilitas dasar," tegasnya.
Gus Jazil mendoakan agar seluruh jemaah haji asal Indonesia senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan untuk menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat sebagai haji mabrur.