Eksperimen Minum Air Pembalut, Budayawan Ini Mewek Dengar Azan

Agung Sandy Lesmana

Senin, 12 November 2018 | 21:49 WIB
Eksperimen Minum Air Pembalut, Budayawan Ini Mewek Dengar Azan
Sejumlah tokoh gelar diskusi soal fenomena mabuk pembalut. (Suara/Adam)

Suara.com - Budayawan, Timur Sinar Suprabana melakukan eksperimen dengan menenggak air rebusan dari pembalut wanita lantaran penasaran dengan maraknya pemberitaan anak-anak jalanan di Jawa Tengah mabuk sesudah mengeruput air rebusan dari pembalut tersebut.

Bukan tanpa sebab, pria berambut panjang itu nekat melakukan eksperimen tersebut. Timur beralasan melakukan tindakan itu untuk membuktikan fakta apakah ada atau tidak efek nge-fly dari hasil rebusan air pembalut tersebut sebagaimana yang digembar-gemborkan media online belakangan ini.

"Saya baca lebih dari 230 berita dari lebih 70 media online. Tapi tidak ada satupun beritanya yang informatif, tidak jelas siapa pelakunya, tidak ada pemberitaan yang memuat bagaimana sensasinya minum rebusan pembalut. Semua katanya, bahkan informasi solutifnya tidak ada," ujar Timur saat menjadi narasumber dalam diskusi membedah fenomena nge-flye air rebusan pembalut yanb digelar Forum Wartawan Propinsi Jawa Tengah (FWPJT), Senin (12/11/2018).

Menurutnya, ada tiga pembalut wanita yang digunakan saat melakukan eksperimen di rumahnya. Tiga buah pembalut tersebut didapat dari istri dan dua puterinya. Lalu tiga pembalut dia rebus dengan dua gelas air, dan didapat satu gelas sisa air rebusan. Air sisa rebusan itu kemudian diminum.

Testimoni dari eksperimen itu pun membuat seluruh audiens terhenyak. Sebab, kata dia, efek fly yang dirasakan lebih dahsyat dari minuman beralkohol, obat-obatan keras lainnya seperti yang pernah dikonsumsinya.

Efek yang ditimbulkan, kata dia, membuat penggunannya sangat sensitif terhadap sesuatu yang dirasakan. Dia pun mengaku langsung menitikan air mata ketika mendengar suara azan. Bahkan, prilakunya langsung mendadak religius.

"Sangat halus, saat itu saya denger Adzan langsung menangis, sisi religius saya automatis berbicara," tuturnya.

"Jika digunakan untuk melukis, orang pasti tidak akan percaya bahwa itu lukisan saya. Beda dengan mabuk kecubung, atau obat-obatan dengar Adzan malah jogetan," lanjutnya.

Dari hasil eksperimennya, Timur hanya ingin memberikan informasi jika hasilnya adalah sangat membahayakan atas penyalahgunaan zat pembalut yang dikonsumsi setelah direbus.

baca juga

"Ada perubahan perilaku yang sangat cepat, ini yang harus diperhatikan. Saya takut jika yang aksi menyalahgunakan itu punya libido tinggi. Pertanyaannya, lawannya siapa ? Ini bisa menimbulkan masalah lain lagi," kata pria yang juga sebagai penyair.

Menurutnya, para pihak yang kompeten harus segera melakukan penanganan yang komprehensif atas dampak dari munculnya karekter atau sifat dasar pengonsumsi rebusan pembalut.

"Artinya penanganan baik anak jalanan atau remaja tidak bisa dengan pendekatan ditakuti dosa atau neraka," tandasnya.

Baik pemerintah, aparat, keluarga dan masyarakat harus memahami dan terjun langsung. Apa saja yang dibutuhkan oleh para anak jalanan agar tidak masuk dalam penyalahgunaan dan perilaku menyeleweng akan zat-zat kimia yang keras.

"Pengawasan langsung ke kelompok-kelompok pengguna itu. Memang dari sisi kesehatan ada dampak negatif, salah satunya gangguan pencernaan saya terganggu, istilah jawanya bebelen saat buang air besar, itu menyiksa," paparnya.

"Dari situ siapa tahu mungkin dari yang pernah mengkonsumsi malah jadi baik, bicara soal Ketuhanan," selorohnya.

Dia berharap, fenomena air rebusan pembalut hanya sebatas tren yang sesaat terus lewat dan hilang.

"Sebuah tren yang menggilas akal sehat. Semoga hanya sekilas, sesaat, lalu lewat dan segera tertangani. Yang penting jangan malah beralih ke air cem-ceman (rendaman) kaos kaki," candanya

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Spesies Baru Ini Merupakan Hasil Eksperimen Manusia

8 Spesies Baru Ini Merupakan Hasil Eksperimen Manusia

Tekno | Kamis, 20 September 2018 | 20:00 WIB

Kejam! Berikut Eksperimen Medis Mengerikan Zaman Dulu

Kejam! Berikut Eksperimen Medis Mengerikan Zaman Dulu

Health | Rabu, 08 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Penyair Darmanto Jatman Tutup Usia

Penyair Darmanto Jatman Tutup Usia

Entertainment | Minggu, 14 Januari 2018 | 08:48 WIB

Jokowi "Jagongan" dengan Budayawan, Ini Hasilnya

Jokowi "Jagongan" dengan Budayawan, Ini Hasilnya

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 21:26 WIB

Cari Solusi, Jokowi Ngobrol Santai dan Ngopi Bareng Budayawan

Cari Solusi, Jokowi Ngobrol Santai dan Ngopi Bareng Budayawan

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 17:08 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×