KLHK pada Pramuka: Bawa Bangsa Kita ke Masa Kejayaan!

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 18 November 2018 | 06:53 WIB
KLHK pada Pramuka: Bawa Bangsa Kita ke Masa Kejayaan!
Pertikawan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada enam region di seluruh Indonesia. (Dok: KLHK)

Suara.com - Pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam (SDA) yang baik dan bijak, hanya dapat dilakukan melalui pelibatan semua pihak secara berkesinambungan. Salah satunya oleh generasi muda.

Melalui kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti Tingkat Regional (Pertikawan), yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada enam region di seluruh Indonesia, Pramuka diharapkan akan menjadi pioner dan teladan yang menerapkan prinsip hidup cinta hutan dan peduli lingkungan hingga ke generasi berikutnya.

Mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruanda Agung Sugardiman, saat membuka Pertikawan regional Papua 2018 beberapa hari lalu, menyatakan, Pertikawan diharapkan dapat menambah semangat generasi muda untuk senantiasa memperbaiki diri dan berperilaku cinta hutan, dan peduli lingkungan.

Generasi milenial, yang  berusia 16-35 tahun dan generasi post milenial, yang berusia 6-16 tahun, memiliki paradigma berpikir dan karakteristik berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka adalah generasi yang kritis, mau bekerja keras, yang perilaku hidupnya sudah semakin digital.

Itulah yang harus diperhatikan oleh Gerakan Pramuka, agar tetap relevan dengan kehidupan generasi muda Indonesia saat ini.

Ruanda menitipkan tiga pesan penting kepada anggota Gerakan Pramuka, terutama Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti di seluruh penjuru Nusantara. Pertama, agar mengingat dan menjaga selalu Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pertikawan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada enam region di seluruh Indonesia. (Dok: KLHK)
Pertikawan yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada enam region di seluruh Indonesia. (Dok: KLHK)

Kedua, terus menjadi generasi yang haus prestasi, haus karya di bidang apapun yang dijalani, karena prestasi adalah kebanggaan bangsa.

“Ketiga, jika tiba saatnya bagi generasi kalian untuk menjadi pemimpin bangsa ini, saya titip masa depan Indonesia. Bawalah bangsa kita ke masa kejayaan yang sudah lama kita nantikan”, ujarnya.

Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo dalam Hari Pramuka 2018, Pramuka harus dididik, bukan hanya bahasa morse, tetapi juga bahasa dan pengetahuan digital, coding, artificial intelligence, advanced robotic, dan internet of things. Bahasa dan pengetahuan Revolusi Industri 4.0 yang sudah mulai mengubah wajah peradaban manusia di dunia, juga mereka harus tahu.

Oleh sebab itu, ditekankan kepada seluruh Pramuka, di balik latihan baris-berbaris, mendirikan tenda, membuat simpul tali, perlu juga ditekankan nilai-nilai unggul kedisiplinan, nilai-nilai unggul ketekunan dan akhlak yang mulia.

“Nilai-nilai unggul itu yang dibutuhkan oleh generasi muda Indonesia untuk memenangkan persaingan global di masa kini dan masa depan. Nilai-nilai unggul yang kita butuhkan untuk membawa Indonesia menjadi bangsa pemenang, menjadi bangsa yang jaya,"  jelasnya lagi.

Kegiatan di Bumi Cendrawasih kali ini menjadi puncak Pertikawan 2018. Perkemahan yang diselenggarakan pada 13 - 17 November 2018 dan diikuti 300 pramuka Penegak dan Pandega, di Komplek Rindam XVII Cendrawasih, Jayapura ini, diharapkan dapat menghasilkan kader bangsa yang tangguh dan andal dalam merawat lingkungan dan sumber daya alam di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan pada 5 region, yaitu di Regional Sulawesi Maluku, Regional Bali dan Nusa Tenggara, Regional Sumatera, Regional Kalimantan dan Regional Jawa.

Turut hadir dalam pembukaan Pertikawan Regional Papua, Tenaga Ahli Menteri Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pramuka, Pramu Risantho, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Papua, Wirjono Koesmoedjihardjo, Direktur Bina Pengembangan Kawasan Ekosistem Esensial KLHK, Tandia Tjahyana, dan pimpinan Saka se-Papua.

Kegiatan ini diisi dengan job creation bidang krida Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti; go green life style; giat bakti masyarakat; industri kreatif berbasis lingkungan hidup dan kehutanan; penanggulangan bencana lingkungan hidup dan kehutanan; media sosial, dan lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyelamatan Dua Kasuari Gelambir Ganda dari Lokasi Wisata Terbengkalai

Penyelamatan Dua Kasuari Gelambir Ganda dari Lokasi Wisata Terbengkalai

Foto | Senin, 16 Februari 2026 | 17:04 WIB

Hilirisasi Rp600 Triliun Dimulai! Pemerintah Groundbreaking 6 Proyek Raksasa Januari Ini

Hilirisasi Rp600 Triliun Dimulai! Pemerintah Groundbreaking 6 Proyek Raksasa Januari Ini

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 14:26 WIB

Bahlil Blak-blakan Hilirisasi Indonesia Beda dari China dan Korea, Ini Penyebabnya

Bahlil Blak-blakan Hilirisasi Indonesia Beda dari China dan Korea, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:59 WIB

Penambangan Tanpa Izin Jadi Ancaman, Kopsindo Dukung Pemerintah untuk Lakukan Penertiban

Penambangan Tanpa Izin Jadi Ancaman, Kopsindo Dukung Pemerintah untuk Lakukan Penertiban

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 17:33 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih 63 Penghargaan di Ajang ENSIA 2025

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih 63 Penghargaan di Ajang ENSIA 2025

Bisnis | Rabu, 17 September 2025 | 17:50 WIB

Tambang Ilegal Ditertibkan, Ratusan Hektare Lahan Kembali ke Negara

Tambang Ilegal Ditertibkan, Ratusan Hektare Lahan Kembali ke Negara

Bisnis | Selasa, 16 September 2025 | 09:04 WIB

Begini Penampakan Kucing Emas yang Masuk Perangkap Warga Pasaman

Begini Penampakan Kucing Emas yang Masuk Perangkap Warga Pasaman

News | Senin, 28 Juli 2025 | 12:41 WIB

Hilirisasi Nikel Jokowi Dikuliti Bivitri Susanti: Cuma Untungkan Segelintir Orang?

Hilirisasi Nikel Jokowi Dikuliti Bivitri Susanti: Cuma Untungkan Segelintir Orang?

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 12:59 WIB

Dulu Punah, Kini Ikan Belida Jawa bisa Dibudidayakan

Dulu Punah, Kini Ikan Belida Jawa bisa Dibudidayakan

Foto | Jum'at, 30 Mei 2025 | 21:09 WIB

Tito Karnavian Sentil Kepala Daerah: Jangan Bangga SDA, Rakyat Jadi Pecundang Kalau SDM Lemah

Tito Karnavian Sentil Kepala Daerah: Jangan Bangga SDA, Rakyat Jadi Pecundang Kalau SDM Lemah

News | Rabu, 14 Mei 2025 | 15:31 WIB

Terkini

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

Modus Licik Sabu 26,7 Kg di Ban Serep: Polres Jakpus Bongkar Jaringan Medan-Jakarta Senilai Rp25,9 M

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:57 WIB

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

Grebeg Syawal 2026 Jogja Diserbu Ribuan Warga, Gunungan Jadi Rebutan Usai Salat Id

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:46 WIB

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

Pramono Anung ke Istiqlal, Rano Karno Kawal Ma'ruf Amin di Balai Kota Saat Idulfitri Besok

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:44 WIB

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

Ketidakadilan Gender: Mengapa Perempuan Paling Dirugikan Atas Krisis Air?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:29 WIB

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

Monas-HI Bebas Kendaraan Selama Malam Takbiran, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:00 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

50 Ribu Pemudik Tinggalkan Jakarta di H-1 Lebaran, Stasiun Mana yang Paling Padat?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

Tradisi Lama, Salat Idulfitri di Gumuk Pasir Kretek Jadi Magnet Umat Muslim Jogja

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:46 WIB

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

Bukan Lagi Lokal! Begini Cara Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Islam Berlaku Sedunia

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:38 WIB

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

PP Muhammadiyah: Lebaran Beda Itu Biasa, Jangan Pertajam Perbedaan

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:05 WIB