Donald Trump Tolak Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi

Dythia Novianty | Suara.com

Senin, 19 November 2018 | 05:30 WIB
Donald Trump Tolak Dengar Rekaman Pembunuhan Jamal Khashoggi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [AFP/Mandel Ngan]

Suara.com - Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah diberitahu tentang rekaman pembunuhan wartawan Arab Jamal Khashoggi, tetapi tidak akan mendengarkannya langsung.

"Itu adalah rekaman penderitaan, itu rekaman yang buruk," katanya kepada Fox News Sunday dikutip BBC.

Presiden AS mengatakan, dia tidak harus mendengarkan rekaman secara langsung, mengingat dia telah diberi penjelasan lengkap tentang isinya.

"Aku tahu semua yang terjadi di rekaman itu tanpa harus mendengarnya. Itu sangat kejam, sangat ganas dan mengerikan," katanya kepada Fox.

Rekaman yang mengejutkan dan memberatkan itu dibagikan oleh Turki kepada AS dan sekutu Barat lainnya.

Presiden Trump mengatakan bahwa Muhammad bin Salman telah memberitahunya bahwa dia tidak tersangkut dengan pembunuhan itu.

Trump menambahkan bahwa mungkin tidak ada yang akan mencari tahu siapa di balik pembunuhan itu, dan menunjuk sanksi AS yang dikenakan pada individu yang diduga terlibat.

"Tetapi pada saat yang sama kami memiliki sekutu dan saya ingin tetap dengan sekutu yang dalam banyak hal telah sangat baik," tambahnya.

Meskipun CIA tidak dikatakan memiliki bukti langsung yang menghubungkan Putra Mahkota Muhammad bin Salman dengan pembunuhan itu, para pejabat dilaporkan percaya bahwa itu tidak mungkin terjadi tanpa persetujuannya.

Tapi pada hari Sabtu (17/11/2018) waktu setempat, Departemen Luar Negeri mengatakan, pemerintah AS belum mencapai kesimpulan akhir tentang pembunuhan itu, dengan banyak pertanyaan tak terjawab yang tersisa.

Presiden Trump telah berbicara dengan CIA tentang temuannya.

"Kami akan memiliki laporan yang sangat lengkap selama dua hari ke depan, mungkin Senin atau Selasa," katanya kepada wartawan.

Sekutu Trump, Senator Republik Lindsey Graham, mengatakan, dia tidak percaya sanggahan yang disampaikan Putra Mahkota.

"Jika dia akan menjadi wajah Arab Saudi maju, saya pikir kerajaan akan mengalami kesulitan di panggung dunia," katanya kepada NBC.

Seperti diketahui, CIA dilaporkan telah menyimpulkan, Pangeran Mahkota Saudi kuat berada di belakang pembunuhan itu tetapi Gedung Putih belum mendukung penilaian itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CIA: Mohammed bin Salman Perintahkan Bunuh Khashoggi

CIA: Mohammed bin Salman Perintahkan Bunuh Khashoggi

News | Sabtu, 17 November 2018 | 13:52 WIB

Menlu Arab Saudi: Putra Mahkota Tak Terlibat Khashoggi

Menlu Arab Saudi: Putra Mahkota Tak Terlibat Khashoggi

News | Jum'at, 16 November 2018 | 13:30 WIB

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Hukum 17 Orang Saudi

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Hukum 17 Orang Saudi

News | Jum'at, 16 November 2018 | 05:37 WIB

Presiden Amerika Diserang Sindiran Pemain Timnas Prancis

Presiden Amerika Diserang Sindiran Pemain Timnas Prancis

Bola | Rabu, 14 November 2018 | 20:00 WIB

Ngeri, Ini Kalimat Terakhir Khashoggi saat Dimutilasi Arab Saudi

Ngeri, Ini Kalimat Terakhir Khashoggi saat Dimutilasi Arab Saudi

News | Senin, 12 November 2018 | 17:00 WIB

Erdogan: Perintah Pembunuhan Khashoggi dari Level Tertinggi Saudi

Erdogan: Perintah Pembunuhan Khashoggi dari Level Tertinggi Saudi

News | Sabtu, 03 November 2018 | 09:17 WIB

Terkini

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:13 WIB

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

Polda Metro Kerahkan Ratusan Polis Jaga Ketat HUT GRIB Jaya di GBK

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:52 WIB

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

Milad GRIB Jaya di GBK, Polda Metro Siagakan Personel Antisipasi Macet dan Kepadatan

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:31 WIB

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB