Titiek: Isu Penyitaan Granadi Muncul saat Saya Bicara Vocal

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 23 November 2018 | 10:00 WIB
Titiek: Isu Penyitaan Granadi Muncul saat Saya Bicara Vocal
Titiek Soeharto. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengeluhkan munculnya kembali isu penyitaan Gedung Granadi. Titiek menyebut isu itu selalu naik ketika dirinya bicara vokal kepada pemerintah.

Beberapa waktu lalu, penyitaan Gedung Granadi milik keluarga Cendana tengah hangat diperbincangkan. Titek menjelaskan bahwa penyitaan Gedung Granadi merupakan lagu lama.

“Setiap kali saya bicara vokal ke pemerintah, selalu ada yang angkat mengenai penyitaan Granadi. Padahal ini cerita yang sudah beberapa bulan yang lalu,” kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Namun, Titiek mempertegas bahwa pemerintah tidak bisa menyita Gedung Granadi yang kini menjadi kantor putera Presiden ke-2 RI Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dengan alasan kesalahan Yayasan Supersemar. Pasalnya, Titiek mengatakan Gedung Granadi tidak sepenuhnya dimiliki oleh Yayasan Supersemar, melainkan milik beberapa pihak lainnya.

“Granadi itu yang punya berapa orang, berapa institusi, bukan Supersemar saja. Kalau mau disita silahkan disita sahamnya Supersemar, jangan gedungnya. Gedungnya itu milik beberapa orang. Yang pemilik lainnya bisa menuntut pemerintah loh. Ini bukan hanya punya Granadi,” ujarnya.

Lebih lanjut Titiek pun menjelaskan Yayasan Supersemar berdiri untuk membantu masyarakat kurang mampu berprestasi untuk mendapatkan beasiswa pendidikan. Titiek menyebut sudah lebih dari 2 juta masyarakat yang mendapatkan beasiswa Supersemar.

Namun dikarenakan Yayasan Supersemar itu dibekukan sejak dua tahun yang lalu, Titiek mengungkapkan yayasan itu menjadi sulit untuk mengucurkan beasiswa kembali. Titiek pun menuding jika pembekuan itu dilakukan oleh pihak yang tidak menyukai Soeharto.

“Ini namanya apa ya, mengambil rezeki orang ini hak mereka untuk dapat pendidikan, tapi dia lakukan hanya sebab mereka tidak suka sama pak Harto. Ya kalau nggak suka sama pak Harto ya nggak apa-apa tapi Supersemarnya tetap jalan dong ya,” tuturnya.

Oleh sebab itu Titiek meminta kepada pemerintah untuk bersikap lebih bijaksana dalam memutuskan satu tindakan yang menurutnya malah merugikan masyarakat banyak.

baca juga

“Jadi tolonglah pemerintah, bijaksanalah sedikit, kalau sudah bisa memenuhi pendidikan semua orang bisa sekolah dengan baik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Titiek Soeharto Dielu-elukan Massa, Prabowo: Saya yang Nyapres

Titiek Soeharto Dielu-elukan Massa, Prabowo: Saya yang Nyapres

News | Kamis, 22 November 2018 | 19:31 WIB

Pamer Kemesraan ke Pendukung, Prabowo dan Titiek Cipika-cipiki

Pamer Kemesraan ke Pendukung, Prabowo dan Titiek Cipika-cipiki

News | Kamis, 22 November 2018 | 18:01 WIB

Teman-temannya Datang Bawa Istri, Prabowo Lontarkan Lelucon

Teman-temannya Datang Bawa Istri, Prabowo Lontarkan Lelucon

News | Selasa, 20 November 2018 | 20:10 WIB

Disambangi Emak-emak, Prabowo Langsung Hampiri Titiek Soeharto

Disambangi Emak-emak, Prabowo Langsung Hampiri Titiek Soeharto

News | Selasa, 20 November 2018 | 18:45 WIB

Klaim Titiek Soeharto soal Rp  50 Ribu Dibantah Emak-emak

Klaim Titiek Soeharto soal Rp 50 Ribu Dibantah Emak-emak

Bisnis | Senin, 19 November 2018 | 14:48 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×