Dihantam Kapal Tongkang Saat Melaut, Madot Tewas

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Senin, 26 November 2018 | 10:46 WIB
Dihantam Kapal Tongkang Saat Melaut, Madot Tewas
Ilustrasi perauh nelayan. [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Suara.com - Seorang nelayan bernama Karyat alias Madot (62) tewas setelah perahu yang ditumpangimya dihantam kapal tongkoang yang ketika itu diketahui sedang mengangkut batubara. Saat mengalami perisitiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (24/11/2018), Madot sedang melaut bersama  adik Amit Sumitra (45), dan anak sulungnya, Duloh (41).

“Berangkat sekitar jam 13.00 WIB, sekitar jam 17.00 WIB baru dapat 10 ekor ikan, kan kapal itu gandengan belakangnya bagian muatan terkena arus besar lalu kena ke congkreng,” kata Duloh, Minggu (25/11/2018) seperti diwartakan Bantennews.co.id, Minggu (25/11/2018) kemarin

Duloh mengaku langsung menceburkan diri ke dalam air ketika perahu tersebut dihantam badan tongkang. Ketika itu, Duloh mengaku masih sempat melihat ayah dan pamannya di atas perahu. 

 “Setelah ketabrak perahu sempat masuk ke bagian bawah tongkang lalu muncul lagi ke permukaan dalam keadaan hancur, sebelum ketabrak saya sempat koprol (salto), bapak sama mamang (paman) di perahu. Setelah perahu ketabrak mereka lalu muncul lagi, kondisi bapak sudah enggak sadar dipegang sama mamang,” kata Duloh.

Kapal besar itu, kata dia awalnya mengarah dari Pelabuhan Ratu dan menuju Banten. Duloh menduga kapal berukuran 200 meter itu sebelumnya mengantar batubara ke PLTU di Pelabuhan Ratu karena hanya kapal itu yang biasa melintas diantara perairan tempatnya berada.

Usai mengalami kecelakaan, Duloh mengaku berenang bersama pamannya sambil membawa tubuh sang ayah, mereka selamat sambil memegang sisa potongan perahu dan boks yang terbuat dari styrofoam.

Mereka bertiga sempat terombang-ambing hingga akhirnya memutuskan untuk berenang hingga ke bibir pantai selama kurang lebih 5 jam. Begitu sampai di pesisir mereka mencari pertolongan hingga akhirnya ditemukan warga dan dibawa ke RSUD Pelabuhan Ratu.

“Mang Amit masih dirawat karena mengalami luka-luka, kalau saya Alhamdulillah enggak ada luka serius,” ujar Duloh.

Dari insiden itu, keluarga sudah melaporkan hal itu ke Polsek Cisolok. Laporan tersebut dilimpahkan kepada Satuan Polisi Air dan Udara, Resor Sukabumi.

Namun, sejauh ini, Kasatpolair AKP Amran mengaku belum mendapat kasus tabraka kapal tongkang yang mengakibatkan satu nelayan tewas. “Nanti kita cek, tapi kalau misalkan TKP di perairan Lebak Banten berarti masuk wilayah hukumnya di sana,” kata  Arman. (Bantennews.co.id)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misterius, Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Ujung Kulon

Misterius, Nelayan Hilang Saat Melaut di Perairan Ujung Kulon

News | Selasa, 06 November 2018 | 17:16 WIB

Terjebak dalam Kapal Tongkap, Dua ABK Regang Nyawa

Terjebak dalam Kapal Tongkap, Dua ABK Regang Nyawa

News | Kamis, 13 Juli 2017 | 01:51 WIB

Rasakan Sensasi Nginap di Atas Perahu Terbalik saat di Hotel Ini

Rasakan Sensasi Nginap di Atas Perahu Terbalik saat di Hotel Ini

Lifestyle | Kamis, 04 Mei 2017 | 15:07 WIB

Sampah Lumpuhkan Transportasi Sungai Martapura

Sampah Lumpuhkan Transportasi Sungai Martapura

News | Minggu, 24 Januari 2016 | 19:09 WIB

Misteri 'Perahu-perahu Hantu' yang Terdampar di Pantai Jepang

Misteri 'Perahu-perahu Hantu' yang Terdampar di Pantai Jepang

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 20:41 WIB

Terkini

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

Bertahan di Pasar Santa Jaksel, Toko SobaSoba Tawarkan Pakaian Vintage Penuh Cerita

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:48 WIB

Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama

Ekonomi Kayong Utara Melejit 5,89 Persen, Kawasan Industri Pulau Penebang Jadi Motor Utama

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:26 WIB

Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati

Formappi Ingatkan DPR Usai Istri Nadiem Makarim Minta Audiensi: Hati-hati

News | Rabu, 22 April 2026 | 21:03 WIB

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

Kisah Inspiratif Perempuan Desa Pelapis, Ubah Musim Paceklik Jadi Cuan Lewat UMKM Ikan

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:58 WIB

Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi

Sinergi Warga dan PT DIB Harita, Panen Perdana Lele di Desa Pelapis Jadi Simbol Kebangkitan Ekonomi

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:45 WIB

1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?

1,4 Juta Lowongan Kerja di Koperasi Desa Merah Putih, Seberapa Realistis?

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:38 WIB

Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi

Dulu Kiblat Kawula Muda Jakarta, Pasar Santa Kini Berubah Sunyi

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:27 WIB

DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas

DPRD DKI Endus Pungli di Sekolah Swasta Gratis Jakarta, Minta Disdik Beri Sanksi Tegas

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:23 WIB

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:17 WIB

Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel

Pastikan Garis Perjuangan Tak Menyimpang, YLBHI Diminta Transparan dan Akuntabel

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:05 WIB