KNKT Investigasi AoA Lion Air di Amerika Serikat

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 28 November 2018 | 18:57 WIB
KNKT Investigasi AoA Lion Air di Amerika Serikat
Petugas memeriksa turbin pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo mengungkapkan akan membawa Angle of Attack (AoA) pesawat Lion Air JT 61-0 ke Chicago, Amerika Serikat untuk diteliti.

Menurutnya KNKT telah melakukan investigasi pada AoA milik Lionr Air yang sempat bermasalah saat penerbangan Manado - Denpasar. AoA itu kata Nurcahyo, akan dibawa ke Chicago untuk dilakukan computerized tomography atau CT scan.

"Investigasi Angle of Attack (AoA) sensor yang dilepas di Bali saat ini ada di KNKT. Ini akan dibawa untuk dilakukan tes yaitu CT scan guna mengetahui apakah ada pemasangan yang tidak sesuai di Chicago. Kemudian juga akan dilakukan pembongkaran dilihat apakah ada kelainan dan masalah penunjukkan dipesawat," kata Nurcahyo, di Kantor KNKT, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).

Selain melakukan CT scan AoA di Chicago, KNKT juga akan melakukan pemeriksaan di Florida Amerika. Lantaran AoA yang terpasang di pesawat dengan nomer penerbangan JT-610, pernah diperbaiki di negara tersebut.

"Melakukan pemeriksaan mengenai fasilitas yang di Florida ini, apa yang dilakukan, apa kerusakan yang dialami , bagaiaman perbaikan dan hasil tes yang dilakukan terhadap AoA ," imbuhnya.

Nurcahyo menambahkan KNKT juga akan melakukan rekontruksi penerbangan terkait tragedi jatuhnya Lion Air di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurutnya, rekonstruksi tersebut nantinya akan mengacu pada data Flight Data Recorder (FDR) yang kekinian telah diunggah oleh KNKT.

"Ada beberapa hal yang akan dilakukan, salah satunya adalah merekonstruksi kecelakaan ini berdasarkan data Fligt Data Recorder (FDR)," imbuhnya.

Selain itu, berdasarkan data yang didapat dari FDR, pesawat tersebut tercatat memiliki ratusan jam terbang. Hal tersebut akan dilihat oleh KNKT apakah selama penerbang tersebut sempat mengalami masalah yang sama.

"Total jumlah penerbangan lebih kurang 385 penerbangan. ini yang akan kita evaluasi apakah dalam penerbangan ini juga mengalami gangguan seperti penerbangan yang tercatat di dalam FDR," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KNKT Terus Cari CVR Lion Air JT 610 Selama Setahun ke Depan

KNKT Terus Cari CVR Lion Air JT 610 Selama Setahun ke Depan

News | Rabu, 28 November 2018 | 15:41 WIB

Sebelum Jatuh, Lion Air 6 Kali Alami Masalah

Sebelum Jatuh, Lion Air 6 Kali Alami Masalah

News | Rabu, 28 November 2018 | 15:14 WIB

Hasil Lengkap Investigasi Lion Air JT 610

Hasil Lengkap Investigasi Lion Air JT 610

News | Rabu, 28 November 2018 | 13:37 WIB

Hasil Investigasi Lion Air JT 610, Pesawat 6 Kali Bermasalah

Hasil Investigasi Lion Air JT 610, Pesawat 6 Kali Bermasalah

News | Rabu, 28 November 2018 | 13:14 WIB

Hasil Investigasi Lion Air JT 610, KNKT Terbitkan 2 Rekomendasi

Hasil Investigasi Lion Air JT 610, KNKT Terbitkan 2 Rekomendasi

News | Rabu, 28 November 2018 | 13:04 WIB

Terkini

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB