27.000 Pelajar di Jateng Terindikasi HIV/AIDS, Akibat Seks Sejenis

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 29 November 2018 | 20:26 WIB
27.000 Pelajar di Jateng Terindikasi HIV/AIDS, Akibat Seks Sejenis

Suara.com - Komisi Penanggulangan AIDS Jawa Tengah memperkirakan sekitar 27.000 pelajar di daerahnya terindikasi mengidap HIV/AIDS. Sebagian besar pelajar terkena virus HIV/AIDS karena melakukan hubungan seks sejenis atau laki seks laki (LSL).

Hal itu diungkapkan Sekretaris KPA Jateng, Zainal Arifin, saat dijumpai Semarangpos.com—jaringan Suara.com di kantornya, Jalan Tumpang Raya No 84, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (29/11/2018).

Zainal menyebutkan, hubungan seks sejenis saat ini memang tengah mewabah di kalangan remaja. Hal itu dikarenakan adanya pemikiran bahwa hubungan seks sejenis lebih aman karena tidak menyebabkan kehamilan.

“Biasanya mereka itu melakukannya [LSL] atas bujukan teman atau orang dekatnya. Tanpa disadari, mereka akhirnya terkena virus HIV/AIDS. Ini jelas berbahaya. Makanya, saya imbau kepada orang tua untuk lebih intensif dalam memberikan perhatian kepada anak. Jangan hanya yang perempuan, cowok juga,” ujar Zainal.

Zainal menambahkan penyebaran virus HIV/AIDS di Jateng terbilang cukup tinggi. Bahkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jateng menempati posisi kelima, setelah Bali dan DKI Jakarta, dalam penemuan kasus AIDS terbanyak di Indonesia.

Kemenkes bahkan memperkirakan ada sekitar 47.514 pengidap HIV/AIDS yang berada di Jateng. Namun, dari jumlah sebanyak itu baru sekitar 23.603 kasus yang berhasil ditangani atau ditemukan KPA Jateng atau sekitar 49,7 persen.

Dari 23.603 pengidap itu, sekitar 1.672 orang telah dinyatakan meninggal dunia akibat virus yang merusak sistem kekebalan tubuh itu.

“Kalau keinginan kami sih sebanyak-banyaknya bisa ditemukan. Jadi bisa kita awasi dan kontrol, sehingga tidak menularkan kepada orang lain, entah itu keluarga atau teman kencan. Target yang dicanangkan pemerintah, kita sudah harus ending epidemic HIV/AIDS pada 2030 nanti,” imbuh Zainal.

Kendati demikian, Zainal mengaku tidak mudah menemukan pengidap HIV/AIDS. Hal itu dikarenakan belum adanya kesadaran masyarakat terkait berbahayanya virus yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu.

Menurutnya, masyarakat masih menganggap HIV/AIDS adalah aib yang memalukan. Stigma itu pun membuat penderita yang belum terdeteksi takut dan juga malu untuk melakukan tes HIV atau voluntary counseling and testing (VCT).

“Alhasil, karena tidak tahu mengidap HIV/AIDS mereka tanpa sadar menularkan kepada orang terdekat, seperti istri maupun anak,” terang pria yang pernah menjabat sebagai staf ahli gubernur Jateng pada masa kepemimpinan Bibit Waluyo itu.

Berita ini kali pertama diterbitkan Semarangpos.com dengan judul ”Duh, 27.000 Pelajar di Jateng Terindikasi HIV/AIDS, Ini Penyebabnya…

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta - Surabaya Tersambung Tol, Jokowi: Setelah Itu Banyuwangi

Jakarta - Surabaya Tersambung Tol, Jokowi: Setelah Itu Banyuwangi

Bisnis | Rabu, 28 November 2018 | 11:17 WIB

Jokowi Harapkan Rest Area Tol Tak Dipenuhi Produk Asing

Jokowi Harapkan Rest Area Tol Tak Dipenuhi Produk Asing

Bisnis | Rabu, 28 November 2018 | 10:25 WIB

Misteri Rumah Kuno Semarang, Dulu Jadi Tempat Syuting Suzanna

Misteri Rumah Kuno Semarang, Dulu Jadi Tempat Syuting Suzanna

News | Selasa, 27 November 2018 | 18:56 WIB

Sambut Hari AIDS Sedunia, Ini 8 Cara Tahan Diri Cegah HIV

Sambut Hari AIDS Sedunia, Ini 8 Cara Tahan Diri Cegah HIV

Health | Minggu, 25 November 2018 | 12:14 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB