Kronologis Aksi Sadis Eka Dibunuh, Disetubuhi dan Dibuang ke Kebun

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 03 Desember 2018 | 14:54 WIB
Kronologis Aksi Sadis Eka Dibunuh, Disetubuhi dan Dibuang ke Kebun
Pembunuh Eka Rahma Aprilianti Ifada. (Solopos.com)

Suara.com - Eka Rahma Aprilianti Ifada dibunuh, lalu disetubuhi sebelum dibuang di sebuah kebun di Dukuh Banjarsari, Desa Kemiri, Mojosongo, Boyolali. Eka Rahma Aprilianti Ifada, perempuan 24 tahun itu dibunuh oleh Fajar Sigit Santoso.

aksi pembunuhan itu dilatarbelakangi masalah utang piutang. Fajar membunuh Eka Rahma Aprilianti Ifada kemudian meninggalkan mayatnya di ladang wilayah Dukuh Banjarsari, Desa Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Sabtu (1/12/2018) malam. Mayat Eka ditemukan warga pada Minggu (2/12/2018) pagi.

Fajar yang merupakan rekan kerja Eka Rahma Aprilianti Ifada. Fajar memiliki utang senilai sekitar Rp 400 ribu kepada toko besi di Boyolali tempat mereka bekerja. Eka Rahma Aprilianti Ifada menagih utang tersebut kepada Fajar. Namun, rupanya Fajar merasa sakit hati dan timbul keinginan untuk membunuh Eka Rahma Aprilianti Ifada.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan Eka Rahma Aprilianti Ifada menagih utang perusahaan kepada Fajar di sekitar Alun-Alun Kidul kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali, Sabtu malam.

“Saat itu, keduanya sengaja datang ke Alun-Alun untuk membicarakan masalah utang tersangka kepada perusahaan sekitar Rp 400.000. Saat itulah Fajar yang sudah menenggak minuman keras tersinggung dan timbul keinginan untuk membunuh,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (3/12/2018).

Kapolres yang saat itu didampingi Kapolsek Mojosongo AKP Joko Winarno dan Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto menambahkan setelah keduanya mengobrol, Fajar berpura-pura akan mengantar pulang Eka Rahma Aprilianti Ifada ke tempat indekos di Surowedanan, Boyolali Kota, naik sepeda motor.

Namun, saat itu Fajar mengambil jalan berbeda dari jalan yang seharusnya untuk memuluskan niatnya menghabisi Eka Rahma Aprilianti Ifada.

“Setelah pukul 12 malam, di Alun-Alun biasanya ada razia polisi. Fajar pura-pura mengantar Eka pulang tetapi melalui jalan lain. Menurut pengakuan tersangka, korban sempat menanyakan mengapa lewat jalur itu, tapi tak digubris,” ujarnya.

Sampai di Dukuh Banjarsari, Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Fajar menjatuhkan sepeda motornya hingga ia dan Eka Rahma Aprilianti Ifada terjatuh. Saat itulah, Fajar melaksanakan niatntya membunuh Eka Rahma Aprilianti Ifada. (Solopos.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembunuh Perempuan di Boyolali Dibekuk Saat di Kamar Mayat

Pembunuh Perempuan di Boyolali Dibekuk Saat di Kamar Mayat

News | Senin, 03 Desember 2018 | 11:42 WIB

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Perempuan Boyolali

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Tangkap Tersangka Pembunuh Perempuan Boyolali

News | Senin, 03 Desember 2018 | 09:27 WIB

Tergeletak di Kebun, Mayat Perempuan Boyolali Sempat Dikira Boneka

Tergeletak di Kebun, Mayat Perempuan Boyolali Sempat Dikira Boneka

News | Senin, 03 Desember 2018 | 08:41 WIB

Miris, Perempuan Boyolali Dibunuh, Disetubuhi Lalu Dibuang di Kebun

Miris, Perempuan Boyolali Dibunuh, Disetubuhi Lalu Dibuang di Kebun

News | Senin, 03 Desember 2018 | 08:30 WIB

Penemuan Mayat Perempuan Pakai Helm di Boyolali Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan Mayat Perempuan Pakai Helm di Boyolali Diduga Korban Pembunuhan

News | Minggu, 02 Desember 2018 | 16:06 WIB

Terkini

Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun

Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:13 WIB

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:10 WIB

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara Lebih Awal

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

Ruang Publik Masih Sulit Diakses Sebagian Warga, Peneliti Dorong Kota Lebih Inklusif

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:00 WIB

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

Kemendagri Gandeng KPK dan Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Antikorupsi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:59 WIB

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

Sok Jago Hadang Ambulans di Depok, Pria Ini Langsung Ciut Saat Diciduk Polisi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:49 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

Langsung Kena Kritik, CFD Rasuna Said Bakal Diberlakukan dengan Penyesuaian Jam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:44 WIB

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

Krisis Energi Global Mulai Hantam Industri AMDK, Apa Dampaknya Bagi Konsumen?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:43 WIB

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

Sampah Pasar Bisa Jadi Pupuk Cuma 2 Jam, Jakarta Uji Teknologi Baru di Kramat Jati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:36 WIB