Menhan Sebut Penembak di Trans Papua Ingin Pisahkan Diri dari Indonesia

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 04 Desember 2018 | 14:25 WIB
Menhan Sebut Penembak di Trans Papua Ingin Pisahkan Diri dari Indonesia
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, kelompok yang melakukan penembakan kepada puluhan pekerja proyek di Papua adalah pemberontak. Dengan demikian ia menyebut sekelompok orang bersenjata itu bukanlah kelompok kriminal.

Ryamizard menganggap kalau kelompok tersebut memiliki tujuan untuk memerdekakan diri dari Indonesia.

"Kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi," kata Ryamizard di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Selasa (4/12/2018).

Ryamizard pun menegaskan kalau aksi penembakkan yang dilakukan oleh sekelompok orang bersenjata tersebut sudah bukan berada di tangan kepolisian melainkan pihak TNI. Ryamizard menilai aksi penembakan itu sebagai bentuk keinginan melepaskan Papua dari Indonesia.

TNI, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan negara.

"Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi. Tugas pokok Kemenhan, tugas pokok TNI, satu, menjaga kedaulatan negara. Kedua, menjaga keutuhan negara. tiga, menjaga keselamatan bangsa," ujarnya.

Saat ditanya soal solusi yang dimiliki Kemenhan, Ryamizard menyebut tidak ada negosiasi yang harus dicapai. Akan tetapi dirinya mengatakan kalau kelompok bersenjata itu harus menyerah atau diselesasikan.

"Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 31 pekerja PT. Istaka Karya di proyek Trans Papua ditembak mati kelompok bersenjata. Kepolisian Papua menceritakan detik-detik penembakan itu terjadi.

baca juga

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pekerja PT. Istaka Karya itu sedang mengerjakan pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua. Mereka ditembak mati pada 1 dan 2 Desember 2018 kemarin.

Penembakan Trans Papua baru diketahui pada Senin, 3 Desember 2018, sekitar pukul 15.30 WIT dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Tentara Ditembak Mati di Pos TNI Mbua, Papua

Satu Tentara Ditembak Mati di Pos TNI Mbua, Papua

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:04 WIB

Rekam Penangkapan Rakyat, Dokter Muda Papua Disiksa 10 Polisi

Rekam Penangkapan Rakyat, Dokter Muda Papua Disiksa 10 Polisi

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:00 WIB

Tolak Negosiasi Penembakan di Trans Papua, Menhan: Nyerah atau Diselesaikan

Tolak Negosiasi Penembakan di Trans Papua, Menhan: Nyerah atau Diselesaikan

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 13:40 WIB

Menteri PUPR Klaim Lokasi Proyek Garapan Istaka Karya Aman, Nyatanya?

Menteri PUPR Klaim Lokasi Proyek Garapan Istaka Karya Aman, Nyatanya?

Bisnis | Selasa, 04 Desember 2018 | 13:23 WIB

Menteri PUPR Ajak Panglima TNI Terbang ke Papua Tinjau Lokasi Penembakan

Menteri PUPR Ajak Panglima TNI Terbang ke Papua Tinjau Lokasi Penembakan

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×