Penembakan di Trans Papua, 8 Warga Sipil Masih Hilang karena Lari

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 06 Desember 2018 | 13:38 WIB
Penembakan di Trans Papua, 8 Warga Sipil Masih Hilang karena Lari
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu (5/12/2018). ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra

Suara.com - Sebanyak 8 warga sipil masih hilang karena melarikan diri saat peristiwa penembakan di Trans Papua, 1 dan 2 Desember pekan lalu. Keberadaan mereka pun belum diketahui oleh kepolisian setempat.

Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengaku belum dapat memastikan keberadaan mereka. Hanya saja dugaannya mereka diselamatkan keluarga tokoh masyarakat Nduga.

Saat insiden penembakan di Trans Papua terhadap karyawan PT Istaka Karya dilaporkan ada delapan warga yang merupakan pekerja atau tukang diamankan warga dan dibawa keluar Distrik Yall.

"Kami belum mengetahui dengan pasti nasib delapan orang itu, karena dari laporan awal mereka sudah diamankan keluarga tokoh masyarakat," kata Kapolda Papua kepada Antara, Kamis.

Dikatakan, selain nasib delapan warga aparat keamanan juga masih mencari karyawan PT Istaka karena pada saat insiden penyerangan jumlah mereka tercatat 25 orang.

Letak geografi kawasan itu menyulitkan melakukan pencaharian dan evakuasi, kata mantan Kadiv Propam Mabes Polri seraya mencontohkan untuk mencapai dan menguasai Yigi membutuhkan waktu dua hari karena lokasi dan kontak senjata dengan kkb.

"Setelah evakuasi jenasah karyawan PT. Istaka, kami akan melusuri keberadaan mereka," kata Irjen Pol Sormin.

penembakan di Trans Papua terhadap karyawan PT. Istaka berawal dari informasi yang diberikan Pdt. Wilhelminus Kogoya yang merupakan pendeta di Distrik Yall, melalui radio komunikasi (ssb) yang melaporkan terjadi pembunuhan terhadap 24 orang tukang di Kali Yigi dan Aurak.

Selain itu ada dua orang melarikan diri kearah Mbua dan delapan orang lainnya diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Waket DPRD Nduga dan dibawa lari ke Distrik Koroptak.

baca juga

Pdt Kogoya juga menginformasikan pembunuhan itu dilakukan karena kkb marah setelah mengetahui salah satu korban terlihat mengambil foto saat kkb melakukan upacara memperingati Hut OPM, Sabtu (1/12/2018). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makan Korban Jiwa, Proyek Jembatan Trans Papua Dilanjutkan Pekan Depan

Makan Korban Jiwa, Proyek Jembatan Trans Papua Dilanjutkan Pekan Depan

Bisnis | Kamis, 06 Desember 2018 | 13:27 WIB

Penembakan di Nduga Berawal dari Protes Warga ke Pekerja Trans Papua

Penembakan di Nduga Berawal dari Protes Warga ke Pekerja Trans Papua

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 13:19 WIB

8 Jenazah Korban Penembakan OPM di Trans Papua Tiba di Timika

8 Jenazah Korban Penembakan OPM di Trans Papua Tiba di Timika

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 11:16 WIB

Satu Orang Anak Jadi Korban Penembakan di Trans Papua

Satu Orang Anak Jadi Korban Penembakan di Trans Papua

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 09:53 WIB

Cuaca Ikut Ganggu Evakuasi Korban Penembakan di Trans Papua

Cuaca Ikut Ganggu Evakuasi Korban Penembakan di Trans Papua

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 09:31 WIB

Terkini

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Mengapa Pasar Mobil Jepang di Indonesia Semakin Menyusut?

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 06:05 WIB

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Mulai Turun

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 06:01 WIB

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

×