Penembakan di Trans Papua, Nyatanya Ekonomi Belum Selesaikan Konflik Papua

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 07 Desember 2018 | 12:02 WIB
Penembakan di Trans Papua, Nyatanya Ekonomi Belum Selesaikan Konflik Papua
Petugas gabungan TNI dan Polri mendata keluarga korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)

Suara.com - Pendekatan ekonomi kepada masyarakat Papua penting dilakukan. Hanya saja tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah konflik - konflik di Papua.

Hal itu dinyatakan Direktur Imparsial Al Araf. Araf mengatakan terjadinya penembakan di Trans Papua membuktikan masalah di Papua bukan hanya ekonomi saja.

“Ada persepsi bahwa problem ini semata-mata karena ada persoalan ketidakadilan ekonomi. Itu benar, tidak salah. Pembangunan ekonomi penting dilakukan. Tapi itu tidak cukup menyelesaikan akar permasalahan di Papua secara keseluruhan,” kata Araf di Jakarta, Kamis (6/12/2018) kemarin.

Araf menilai ketidakadilan ekonomi hanya satu dari sejumlah faktor penyebab terjadinya konflik di Papua. Faktor lainnya yakni problem historis, marginalisasi masyarakat Papua, dan tidak tuntasnya kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Hal ini menyebabkan konflik di Papua terus berulang.

Dalam rentang 2017 hingga 2018, Imparsial mencatat ada 35 kekerasan yang melibatkan senjata terjadi di Papua. 14 Peristiwa di antaranya terjadi pada 2017, dan 21 peristiwa pada 2018.

Kekerasan tidak hanya dilakukan oleh kelompok bersenjata terhadap warga sipil, namun juga oleh aparat keamanan. Tidak semua konflik itu dipicu oleh separatisme.

Araf meminta agar pemerintah meningkatkan dialog dengan masyarakat Papua ke arah yang lebih substantif. Masyarakat Papua harus ditempatkan sebagai subjek dalam penyelesaian persoalan di Papua.

Dalam kedudukan sebagai subjek itu, maka penting bagi pemerintah untuk mendengarkan dan mengakomodasi pandangan masyarakat Papua tentang peta jalan penyelesaian konflik di Papua.

Pemerintah di era Presiden Joko Widodo dinilai telah mulai membangun ruang dialog itu secara bertahap, salah satunya dengan kunjungan berulang kali ke Papua, juga memanggil tokoh-tokoh Papua ke Jakarta.

“Langkah Jokowi cukup baik tapi belum maksimal. Perlu dorongan lebih masif agar dialog lebih substantif,” ujar Araf.

Anggota Akademisi untuk Papua Damai, Antie Solaiman berharap penembakan pekerja Trans Papua di Kabupaten Ndagu menjadi pintu pembuka dialog yang lebih substantif antara pemerintah dengan masyarakat Papua.

“Usulan saya, pendekatan yang selama ini dilakukan Indonesia lewat ekonomi, ada roadmap dan pembangunan infrastruktur di Papua, tapi satu yang mereka usulkan dan sulit diterima adalah permintaan dialog,” kata Antie. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesaksian Korban Saat Detik-detik Mencekam Penembakan di Trans Papua

Kesaksian Korban Saat Detik-detik Mencekam Penembakan di Trans Papua

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 11:09 WIB

Daftar Nama Korban Meninggal dan Selamat Insiden Penembakan di Trans Papua

Daftar Nama Korban Meninggal dan Selamat Insiden Penembakan di Trans Papua

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:18 WIB

7 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Dievakusi ke Timika

7 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Dievakusi ke Timika

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:02 WIB

Penembakan di Trans Papua, 5 Pekerja PT Istaka Karya Belum Ditemukan

Penembakan di Trans Papua, 5 Pekerja PT Istaka Karya Belum Ditemukan

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:57 WIB

Cerita Heroik 2 Warga Nduga Selamatkan Pekerja Istaka Karya dari Penembakan

Cerita Heroik 2 Warga Nduga Selamatkan Pekerja Istaka Karya dari Penembakan

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:21 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB