PSI: Prabowo - Sandiaga Itu Lebih Banyak Tampil dengan Jargon

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 07 Desember 2018 | 13:56 WIB
PSI: Prabowo - Sandiaga Itu Lebih Banyak Tampil dengan Jargon
Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest menilai kalau Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno beserta timnya hanya menjual jargon-jargon selama masa kampanye di Pemilu 2019. Isu-isu ekonomi yang seringkali dikampanyekan dianggap hanya sebatas judul.

"Pak Prabowo - Sandi itu lebih banyak tampil dengan jargon. Dan program kerja yang mau ditampilkan itu masih hanya judul-judul utama saja, tapi detailnya itu kita belum pernah lihat sampai hari ini," kata Rian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Jubir PSI ini kemudian mengacu pada hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut kalau publik yang mengenal program-program yang ditawarkan Prabowo - Sandiaga masih di bawah 30 persen. Menurut Rian hal tersebut dikarenakan tim Prabowo - Sandiaga belum menjelaskan program pasangan yang didukung secara mendalam.

Selain itu, Rian juga mengaku heran kala mendengar salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga lebih mengutamakan kemenangan di Pilpres ketimbang promosikan program-program ke masyarakat.

Terkait itu, Rian kemudian menganggap kalau BPN Prabowo - Sandiaga tidak serius dalam memenangkan Capres dan Cawapres nomor urut 02. Bahkan Rian sempat menuding kalau masa Pilpres 2019 ini sebagai bentuk persiapan menghadapi Pilpres 2024.

"Kalau program kerjanya ditahan-tahan sampe ujung nih sebenarnya niat nggak sih nyapres, gitu pertanyaan besar saya. Atau jangan-jangan ini hanya sekedar latihan-latihan Saja buat 2024," pungkasnya.

Untuk diketahui, dari hasil LSI masih banyak masyarakat yang mengaku belum pernah mendengar program Prabowo - Sandiaga.

"Program Prabowo-Sandiaga belum masif terdengar. Rata-rata di bawah 30 persen yang mengaku pernah mendengar atau mengetahui," kata Peneliti LSI Rully Akbar di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Caleg PSI Rela Tak Dibayar Bila Jadi Anggota DPR, Ini Alasannya

Caleg PSI Rela Tak Dibayar Bila Jadi Anggota DPR, Ini Alasannya

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 12:37 WIB

Nilai Kerja DPR Buruk, PSI Geruduk Gedung DPR

Nilai Kerja DPR Buruk, PSI Geruduk Gedung DPR

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 11:37 WIB

Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter

Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 20:46 WIB

Minta Prabowo Dirukiyah, TKN Jokowi: Itu Urusan Pribadi Guntur dan PSI

Minta Prabowo Dirukiyah, TKN Jokowi: Itu Urusan Pribadi Guntur dan PSI

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:25 WIB

Bela Prabowo, Munarman: Guntur Romli yang Mesti Dirukiah

Bela Prabowo, Munarman: Guntur Romli yang Mesti Dirukiah

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:08 WIB

Terkini

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Comeback dengan Call My Name, TWS Temukan Keberanian Diri di Segala Situasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:50 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

×