Jadi Korban Penganiayaan Tentara PNG, 3 Warga Papua Dijemur 2 Jam

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 09 Desember 2018 | 07:02 WIB
Jadi Korban Penganiayaan Tentara PNG, 3 Warga Papua Dijemur 2 Jam
Kepala Imigrasi Merauke, Danang bersama stafnya saat menunjukkan foto warga Distrik Sota jadi koban pemukulan tentara PNG. (KabarPapua.co/Abdel Syah)

Suara.com - Seorang warga Indonesia, Jenri diduga menjadi korban penganiayaan oleh tentara Papua Nugini (PNG) di wilayah negara tetangga timur Indonesia itu. Selain dipukul, bawaan Jenri juga ikut disita tentara PNG.

Kepala Imigrasi Merauke, Danang mengatakan, informasi dugaan pemukulan WNI oleh tentara PNG itu didapat dari laporan seorang WNI di Distrik Sota, Merauke.

Menurut Danang, berdasarkan kronologisnya, awalnya tiga WNI dari Distrik Sota, yakni Kepala Pos Lintas Batas, Markus Ndimar, Tomas Ndimar dan Jendri pada 28 November 2018 mendapatkan pas lintas batas yang dikeluarkan petugas Pos Imigrasi.

Lalu ketiga WNI ini berangkat melalui jalur darat dengan tujuan untuk berburu rusa dan berjualan di Kampung Sapes, Weam yang masuk wilayah negara Papua Nugini. Saat menuju PNG, ketiga WNI ini kemudian melapor di Pos PNG Defence Force (tentara PNG) di pasar PNG yang terletak tak jauh dari tugu perbatasan Indonesia-PNG.

Tentara PNG lalu memeriksa bawaan (barang) dan dokumen lintas batas ketiga WNI itu. Setelah memeriksa dokumen pas lintas batas (border pass), ketiga WNI ini diijinkan masuk PNG oleh tentara PNG. Lalu ketiga WNI ini menuju Kampung Sapes, Weam, PNG dan melapor ke pihak imigrasi PNG.

"Selanjutnya, petugas imigrasi PNG menandatangani pas lintas batas mereka dan memberikan ijin masuk PNG dan tinggal selama dua hari di Kampung Sapes, PNG,” ujar Danang jumpa persnya seperti dilansir Kabarpapua.co di Merauke.

Setelah dua hari berburu rusa dan berjualan di Kampung Sepes, PNG, pada Sabtu 1 Desember, ketiga WNI ini kembali ke Pos Weam dengan melaporkan diri di petugas Imigrasi PNG untuk meminta ijin kembali ke wilayah Indonesia, di Distrik Sota, Merauke, Indonesia.

Tapi pada saat menunjukkan pas lintas batas di petugas Imigrasi PNG, tiba-tiba terjadi insiden pemukulan WNI atas nama Jenri yang diduga dilakukan Mr. Pakarom, seorang tentara PNG.

"Janri dipukul di bagian rahang, sementara dua WNI tak dipukul. Setelah itu, ketiga WNI dijemur di bawah panas matahari selama dua jam dan menyita semuan bawaan ketiga WNI ini," jelas Danang.

Menurut Danang, bersadarkan laporan warga, ketiga WNI ini di mata seorang tentara PNG telah melakukan pelanggaran. Alasannya, ketiga WNI ini tak mencantumkan pas foto di dalam dokumen pas lintas batas.

Selain itu, kata Danang, ketiga WNI ini dinilai telah menipu tentara PNG tentang tujuan mereka.

"Tentara PNG menilai ketiga WNI diduga telah melakukan penipuan soal tempat dan tujuan. Karena tak sesuai laporan ketiganya saat awal masuk PNG," ujarnya.

Menurut Danang, terkait kejadian itu, jajaran aparat Indonesia di perbatasan RI-PNG telah melakukan rapat koordinasi dengan CIQ dan Tripika. Dalam pertemuan itu disepakati menjaga hubungan RI-PNG dan menghentikan sementara kegiatan pelintas batas di jalur perbatasan RI-PNG di Distrik Sota atau jalur perbatasan ditutup sementara.

Setelah kejadian itu juga, kata Komandan PNG Defence Force (tentara PNG) telah mengirim surat permohonan maaf kepada TNI yang bertugas di wilayah perbatasan RI-PNG di Distrik Sota, Papua, Indonesia.

"Pada Kamis, 6 Desember 2018, komandan Koramil dan Komandan Satgas Pamtas bertemu dengan Komandan tentara PNG wilayah perbatasan RI-PNG membicarakan keamanan di kedua wilayah Negara,” jelas Danang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Batal Hadiri Konser, Judas Priest Maklum

Jokowi Batal Hadiri Konser, Judas Priest Maklum

Entertainment | Sabtu, 08 Desember 2018 | 09:04 WIB

Korban Nduga TNI? Kapendam: Kami Ajak Sebby Sambom ke Timika Lihat Sendiri

Korban Nduga TNI? Kapendam: Kami Ajak Sebby Sambom ke Timika Lihat Sendiri

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 20:24 WIB

16 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Diterbangkan ke Makassar

16 Jenazah Korban Penembakan di Trans Papua Diterbangkan ke Makassar

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 16:11 WIB

Klaim OPM Dalangi Penembakan di Nduga, Polri: Itu Propaganda

Klaim OPM Dalangi Penembakan di Nduga, Polri: Itu Propaganda

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 14:28 WIB

Kesaksian Korban Konflik TNI - OPM di Nduga, Pura-pura Mati agar Selamat

Kesaksian Korban Konflik TNI - OPM di Nduga, Pura-pura Mati agar Selamat

News | Jum'at, 07 Desember 2018 | 13:57 WIB

Terkini

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB