Dorong Perekonomian, BAZNAS Bikin Z-MART dan Lumbung Pangan di Karawang

MN Yunita

Kamis, 20 Desember 2018 | 16:44 WIB
Dorong Perekonomian, BAZNAS Bikin  Z-MART dan Lumbung Pangan di Karawang
BAZNAS luncurkan program Lumbung Pangan dan Z-Mart di Karawang. (Dok:BAZNAS)

Suara.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program Lumbung Pangan dan Z-Mart untuk meningkatkan pendapatan petani di kawasan industri dan memberdayakan mustahik pemilik usaha ritel mikro di Kabupaten Karawang.

“Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha retail mikro skala usaha mustahik binaan BAZNAS. Hadirnya program ini diharapkan agar  membentuk sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong. Sehingga omzet mustahik pemilik warung akan terus meningkat,” ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd Nasir Tajang di Karawang, Jawa Barat, Kamis (20/12/2018).
 

Z-Mart di kawasan ini menjadi awal kerja sama program tersebut di Provinsi Jabar untuk 21 mustahik. 

Saat ini, Z-Mart di Jawa Barat berjumlah 121 titik dan secara nasional mencapai 166 titik yang tersebar di Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang Selatan, Bandung, Lombok dan Langkat.

“BAZNAS akan terus berupaya untuk mengembangkan usaha mikro dengan modal dari dana zakat,” papar Nasir.

Z-Mart yang dikembangkan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik BAZNAS, merupakan salah satu upaya meningkatkan nilai kompetitif warung usaha mikro dengan memfasilitasi perbaikan tempat jualan, pelatihan manajemen dan sistem keuangan serta pendampingan. 

Fasilitas lain yang akan dinikmati pelanggan Z-Mart adalah pelayanan berbagai jenis pembayaran melalui Payment Point Online Bank (PPOB) diharapkan dapat bersinergi program pemerintah sebagai warung penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Sebelum dibantu BAZNAS, rata-rata pendapatan omzet warung ZMART sebesar Rp 500.000/hari, atau pendapatan sebesar Rp 1.500.000/bulan yang masih di bawah standar upah minimum daerah Kabupaten Karawang. Namun semenjak mendapat kucuran modal dan pendampingan, harapannya omzet meningkat  menjadi rata-rata Rp 1.200.000-1.500.000/hari atau pendapatan sebesar Rp. 4.500.000/bulan.

Jumlah pendapatan ini diperoleh dari hasil penjualan warung, margin penyaluran BPNT, dan keuntungan PPOB. Pendapatan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Nasional tahun 2018 (Rp 1.564.758) dan UMK Kabupaten Karawang tahun 2019 yakni Rp 4.234.010.

baca juga

Program pendampingan Z-Mart ini diharapkan bisa mewujudkan kemandirian, yakni pada aspek ekonomi, mental spiritual dan kelembagaan. Selanjutnya untuk melakukan percepatan program ini, BAZNAS akan bersinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BAZNAS prov/kab/kota untuk membantu semakin banyak warung usaha retail mikro yang mampu menopang perekonomian keluarga di berbagai daerah lainnya.

Kembangkan program Lumbung Pangan

Sementara itu, BAZNAS juga ikut meningkatkan pendapatan masyarakat petani di sekitar kawasan industri Karawang melalui program Lumbung Pangan.  Sebab selain kota industri, Karawang juga identik dengan penghasil padi nasional. 

“Melalui program Lumbung Pangan, mustahik di sekitar kawasan industri lebih diberdayakan untuk dapat meningkatkan pendapat melalui bantuan modal usaha dan pendampingan teknologi,” kata Nasir.

Lumbung Pangan Karawang terdiri atas 3 kelompok, tersebar di 3 lokasi, yakni Desa Pangulah Kecamatan Kota Baru, Desa Cintaasih Kecamatan Pangkalan, dan Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Timur. 

Total penerima manfaat sebanyak 23 petani dengan luas lahan 24 ha dari 30 ha yang ditargetkan. 

BAZNAS mengembangkan Lumbung Pangan dengan mengedepankan proses ramah lingkungan. Konsep pertanian berkelanjutan dengan menerapkan sistem pertanian sehat. BAZNAS bekerja sama dengen PT. Hikmah Pangan Nusantara (HIPANUSA) sebagai pendampingan teknologi budidaya dengan pupuk organik hasil penelitian salah satu ahli pertanian organik.
 
Kegiatan budidaya tanaman padi para petani saat ini masih bersifat konvensional dengan memanfaatkan pupuk dan pestisida kimia untuk mempercepat pertumbuhan, namun sebenarnya dapat mempercepat kerusakan lahan. 

Pendampingan yang dilakukan berupa teknis budidaya, aplikasi pupuk organik, aplikasi pestisida nabati dan teknik bercocok tanam yang sesuai standar pertanian sehat. 

Dengan menerapkan pertanian sehat, tentunya beras yang dihasilkan bebas dari kandungan pestisida atau bahan kimia, sehingga beras yang dihasilkan lebih sehat dan berkualitas.

Rata-rata luasan garapan petani saat ini seluas 1-1,5 ha per petani dengan rata-rata hasil panen jika secara konvensional rata-rata 5 ton/ha GKP dengan harga sebesar Rp 4.500/kg. Namun jika menggunakan sistem pertanian sehat, akan meningkatkan hasil panen GKP sekitar 1-2 ton per ha menjadi 6-7 ton dan terus bertambah hingga musim tanam ke 3 dengan target hingga mencapai 9 ton per ha dan harga GKP meningkat menjadi Rp 5.000/kg.

Rata-rata pendapatan para petani dari jumlah keseluruhan sebelum dibantu BAZNAS sebesar Rp 2.621.700, masih di bawah standar upah minimum daerah Kabupaten Karawang. 

Setelah aplikasi pertanian sehat, diharapkan pada musim tanam ke-3 peningkatan penghasilan rata-rata petani petani menjadi sebesar Rp 4.714.728, lebih tinggi jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Nasional tahun 2018 (Rp 1.564.758,-) dan UMK Kabupaten Karawang tahun 2019 yakni Rp 4.234.010.

Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis bertani, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis. 

“Dengan adanya pendampingan tersebut, ditargetkan bisa mewujudkan kemandirian, yakni pada aspek ekonomi, mental spiritual dan kelembagaan,” pungkas Nasir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Pengusaha Keluhkan Proyek PSN dan KEK Belum Mulus di Lapangan, Minta Pemerintah Turun Tangan

Pengusaha Keluhkan Proyek PSN dan KEK Belum Mulus di Lapangan, Minta Pemerintah Turun Tangan

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:43 WIB

HKI Ngadu ke Menperin, Sebut Pemda Lamban Terbitkan Izin Kawasan Industri

HKI Ngadu ke Menperin, Sebut Pemda Lamban Terbitkan Izin Kawasan Industri

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:53 WIB

RUU Kawasan Industri Segera Disahkan, Menperin Janjikan Aturan Baru yang Pangkas Hambatan Investasi

RUU Kawasan Industri Segera Disahkan, Menperin Janjikan Aturan Baru yang Pangkas Hambatan Investasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:27 WIB

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Helmy Yahya Tawarkan Rebana ke Investor Malaysia, Lahan Industri 43 Ribu Hektare Masih Longgar

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 12:44 WIB

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Transformasi Industri Rendah Karbon Digenjot demi Target Net Zero Emission 2050

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:51 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:34 WIB

Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian

Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan

Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan

Jatim | Minggu, 27 September 2026 | 14:51 WIB

Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan

Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 14:50 WIB

Pemprov Sumut Sediakan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Pemprov Sumut Sediakan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:48 WIB

Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri

Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri

News | Minggu, 27 September 2026 | 14:44 WIB

Skandal Manchester City Picu Ketegangan Inggris-UEA, Ancam Investasi Rp500 Triliun

Skandal Manchester City Picu Ketegangan Inggris-UEA, Ancam Investasi Rp500 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 14:42 WIB

Andre Rosiade Puji Bobby Nasution: Gubernur yang Bekerja Keras!

Andre Rosiade Puji Bobby Nasution: Gubernur yang Bekerja Keras!

News | Minggu, 27 September 2026 | 14:41 WIB

Kenapa Battery Health Mobil Listrik Turun? Ini Sebab dan Pencegahannya

Kenapa Battery Health Mobil Listrik Turun? Ini Sebab dan Pencegahannya

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 14:39 WIB

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:35 WIB

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 14:34 WIB

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:30 WIB

×