BKT Marunda Berbusa, Pemprov DKI Pasang Pembatas Agar Busa Tak Melebar

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 10 Januari 2019 | 11:55 WIB
BKT Marunda Berbusa, Pemprov DKI Pasang Pembatas Agar Busa Tak Melebar
Suasana Kanal Banjir Timur yang diselimuti busa di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu (9/1). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Permukaan Banjir Kanal Timur (BKT) Marunda, Jakarta Utara, dipenuhi busa. Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air DKI Jakarta pun memasang kubus apung atau pembatas di permukaan air BKT untuk menjaga agar busa tak melebar ke wilayah lain.

Kepala UPK Badan Air Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yayat Supriatna mengatakan, pemasangan kubus apung sudah dilakukan sejak Rabu (9/1/2019) kemarin. Pemasangan kubus apung dilakukan sebagai bentuk upaya sementara menangani busa yang muncul ke permukaan.

"Petugas UPK Badan Air telah berupaya memberikan penyekat agar tidak menyebar kemana-mana ke lokasi lain yang belum tercemar (busa). Sekatnya pakai kubus apung," kata Yayat saat dihubungi Suara.com, Kamis (10/1/2019).

Selain itu, petugas di lapangan pun berupaya mengurai busa-busa yang menutupi permukaan BKT Marunda dengan cara menyemprotkan air. Yayat memastikan, busa yang timbul hanya sementara dan akan segera hilang.

"Dibantu dengan penyemprot air untuk mengurangi busa sehingga langsung ada penguraian. Hanya pakai air biasa karena busa sifatnya tidak permanen kan," ungkap Yayat.

Yayat menjelaskan, busa yang muncul di BKT Marunda disebabkan oleh limbah detergen yang mencemari aliran sungai. Saat air masuk ke BKT melalui pintu air, timbul tekanan tinggi sehingga menyebabkan air berbusa.

Hal ini pun sudah pernah terjadi di lokasi yang sama pada pertengahan 2018 lalu. Hal serupa juga terjadi di Kali Sentiong atau dikenal Kali Item belum lama ini.

"Dari pengalaman sebelumnya, ini karena detergen. Begitu air masuk, seperti di Kali Item, ternyata air dari danau langsung ke sungai terjadi tekanan muncullah busa," tandasnya.

Untuk diketahui, warga kembali dihebohkan dengan kemunculan busa-busa yang sangat banyak diatas permukaan BKT Marunda pada Rabu (9/12/2019). Kejadian ini juga sempat terjadi pada pertengahan 2018 lalu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Wali Kota Izinkan Warga Kolong Jembatan, Tapi Anies Tidak Tahu

Wali Kota Izinkan Warga Kolong Jembatan, Tapi Anies Tidak Tahu

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 22:00 WIB

Dibanding Ahok, Petani BKT Lebih Tenang Diawasi Anies - Sandiaga

Dibanding Ahok, Petani BKT Lebih Tenang Diawasi Anies - Sandiaga

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 09:06 WIB

Takut Kebun Sayurnya Hanyut, Setiap Malam Petani BKT Begadang

Takut Kebun Sayurnya Hanyut, Setiap Malam Petani BKT Begadang

News | Jum'at, 03 Agustus 2018 | 06:21 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×