Jokowi ke Penerima Bansos PKH: Penggunaan Uang Hati-hati

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 10 Januari 2019 | 18:23 WIB
Jokowi ke Penerima Bansos PKH: Penggunaan Uang Hati-hati
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peluncuran penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur. (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri peluncuran penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1/2019). Dalam acara tersebut hadir Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan anggaran pemberian dana PKH dari Kementerian Sosial 2019 meningkat drastis dibanding tahun 2015.

"Tadi sudah disampaikan Pak Mensos, tahun 2015 kita hanya memberikan anggaran hanya Rp 5,4 Triliun seluruh Indonesia. Tahun ini melompat menjadi tinggi sekali Rp 32 Triliun. Jumlah yang diberikan ditambah 10 juta penerima PKH," ujar Jokowi.

Meningkatnya pemberian anggaran dana bantuan sosial PKH, kata Jokowi, menunjukkan adanya perhatian peningkatan kesejahteraan dari pemerintah kepada masyarakat.

"Pemerintah betul-betul ingin memberikan perhatian peningkatan kesejahteraan di keluarga penerimaan," kata dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian mengingatkan kepada penerima PKH agar penggunaan dana bansos bisa digunakan dengan baik.

"Hati-hati saya titip pada ibu-ibu penggunaan uang hati hati. Jangan sampai berbelok dimana mana. Jangan sampai kartunya dicabut. Ini menyangkut uang yang kita perjuangkan. Ini uang gede sekali Rp 32 Triliun," kata Jokowi.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan indeks bantuan sosial, yakni bantuan Tetap PKH Reguler Rp 550 ribu per keluarga per tahun, bantuan tetap PKH Akses Rp 1 juta per keluarga tahun (Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tinggal di daerah sulit dan terpencil).

Selain itu, untuk KPM kategori ibu hamil dan memiliki anak balita dan tinggal dengan bersama lansia dan disabilitas Rp 2,4 juta per jiwa per tahun.

baca juga

Kemudian KPM yang memiliki anak usia sekolah SD Rp 900 ribu per jiwa per tahun, SMP Rp 1,5 juta per jiwa per tahun dan SMA Rp 2 juta per jiwa per tahun.

Untuk KPM PKH akan diberikan bantuan maksimal untuk 4 orang berdasarkan komponen kondisionalitas, dengan jumlah penerima tetap 10 juta KPM.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TKN Jokowi Sebut Kubu Prabowo Masih Minim dan Kurang Solid

TKN Jokowi Sebut Kubu Prabowo Masih Minim dan Kurang Solid

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 17:37 WIB

Andi Arief Berniat Laporkan Anak Jokowi ke Bareskrim Gara-gara Ini

Andi Arief Berniat Laporkan Anak Jokowi ke Bareskrim Gara-gara Ini

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 17:17 WIB

Zulkifli Hasan Disoraki Kader PDIP, Hasto Minta Maaf Sambil Cipika-cipiki

Zulkifli Hasan Disoraki Kader PDIP, Hasto Minta Maaf Sambil Cipika-cipiki

News | Kamis, 10 Januari 2019 | 17:05 WIB

Terkini

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 16:14 WIB

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

News | Senin, 02 November 2026 | 16:11 WIB

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:10 WIB

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:08 WIB

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

News | Senin, 02 November 2026 | 16:06 WIB

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

News | Senin, 02 November 2026 | 16:03 WIB

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

News | Senin, 02 November 2026 | 16:01 WIB

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:00 WIB

×