Dituduh Palsukan Asal Sekolah, TKN: Riwayat Pendidikan Jokowi Terverifikasi

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir
Dituduh Palsukan Asal Sekolah, TKN: Riwayat Pendidikan Jokowi Terverifikasi
Jokowi usai bertemu dengan elite partai Koalisi Indonesia Kerja. (Suara.com/M. Yasir)

Menurutnya, sangat mustahil Jokowi berbohong karena proses verifikasi terkait pendaftaran sebagai capres-cawapres di KPU sangat ketat.

Suara.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Verry Surya memastikan kalau capres petahana Jokowi tidak berbohong soal riwayat pendidikannya. Sebab, Verry mengatakan daftar riwayat hidup termasuk pendidikan telah terverifikasi saat Jokowi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum untuk maju ke Pilpres 2019.

Menurutnya, sangat mustahil Jokowi berbohong karena proses verifikasi terkait pendaftaran sebagai capres-cawapres di KPU sangat ketat.

"Inilah mengapa sangat tidak mungkin untuk level Capres dan Cawapres tidak dilakukan proses yang sama dan kami yakin bahkan akan sangat jauh lebih ketat," kata Verry saat dihubungi Suara.com, Rabu (16/1/2019).

Terkait hal itu, Verry mengatakan sangat menyayangkan bila mana masih ada orang yang menyebarkan kabar bohong (hoaks) dan mempercayai hal itu. Verry mengajak semua pihak untuk lebih mengedepankan kampanye positif.

"Sangat disayangkan bila masih ada pihak-pihak diantara kita yang selain menyebarkan juga mempercayainya. Jadi marilah kita berkampanye sekali lagi dengan menggunakan narasi positif berkeadaban dan berkepribadian luhur Indonesia, antihoaks, antifitnah," pungkasnya.

Sebelumnya, jagat dunia mayat diramaikan dengan persolaan capres petahana Jokowi lantaran dituduh berbohong mengenai riwayat pendidikannya.

Perdebatan itu bermula ketika akun Twitter bernama @IreneViena, Minggu (13/1) akhir pekan lalu, mengunggah tulisan yang menyoal kebenaran riwayat pendidikan Jokowi.  Akun itu menyebut jika Jokowi merupakan alumni SMA Negeri 6 Surakarta.

Kepala Negara, kata akun tersebut, menempuh pendidikan di SMAN 6 Surakarta tahun 1977 sampai 1982. Namun, ia mengklaim, SMAN 6 Surakarta baru ada pada tahun 1986. Bahkan, pemilik @IreneViena menegaskan berani mati dan masuk neraka kalau tulisannya itu tidak benar.

“Jika benar Presiden Joko Widodo adalah mantan siswa SMA 6 Surakarta antara tahun 1977 sampai 1982, saya rela mati sekarang dan masuk neraka. Kok nekat? ya nekat dong. SMAN 6 Surakarta baru ada tahun 1986. Jadi Jokowi SMA nya di mana? Emboh, bukan urusanku,”tulisnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS