12 Tahun Aksi Kamisan, Bukti Pemerintah Tak Serius Usut Pelanggaran HAM

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio | Suara.com

Rabu, 16 Januari 2019 | 20:20 WIB
12 Tahun Aksi Kamisan, Bukti Pemerintah Tak Serius Usut Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan.

Suara.com - Amnesty International Indonesia menilai pemerintah tidak serius mengungkap kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai, Aksi Kamisan yang diinisiasi Maria Katarina Sumarsih sejak 12 tahun silam hingga kekinian, menjadi bukti pelanggar HAM berat masa lalu masih hidup bebas.

"Jadi, dalam memperingati 12 tahun Aksi Kamisan di Istana Negara, ada beberapa pembelajaran yang kami simpulkan, bahwa kami mencatat ternyata negara belum cukup serius dalam menyelesaikan pelanggaran HAM," kata Usman Hamid di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2019).

Menurut Usman, aksi Kamisan akan terus ada dan berkembang, jika belum ada kepala negara yang berkomitmen merealisasikan janji kampanye untuk mengungkap kasus pelanggaran HAM masa lalu.

"Memang pernah ada respons dalam bentuk pertemuan dengan Presiden Jokowi, bulan Juni 2018. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi atas janji untuk menyelesaikan kasus yang diperjuangkan oleh peserta Aksi Kamisan," jelas Usman.

Sumarsih sendiri adalah ibu dari Bernardus Realino Norma Irmawan (Wawan), mahasiswa Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya Jakarta yang tertembak dalam demonstrasi 1998.

Sumarsih kali pertama melakukan Aksi Kamisan pada 18 Januari 2007. Namun, hingga 12 tahun perjuangannya, pelanggaran HAM yang ia tuntut belum juga diusut tuntas.

Kekinian, jumlah massa aksi Kamisan terus bertambah. Anggotanya terdiri dari korban dan keluarga korban tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok, dan Tragedi 1965.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas selama Debat Pilpres 2019

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas selama Debat Pilpres 2019

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 20:14 WIB

Jokowi dan Prabowo Sama Saja, Pegiat HAM Pilih Golput di Pilpres 2019

Jokowi dan Prabowo Sama Saja, Pegiat HAM Pilih Golput di Pilpres 2019

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 20:00 WIB

Kubu Prabowo kritik Jokowi Tak Bisa Benahi Neraca Perdagangan

Kubu Prabowo kritik Jokowi Tak Bisa Benahi Neraca Perdagangan

Bisnis | Rabu, 16 Januari 2019 | 19:57 WIB

Yenny Wahid Optimis Jokowi - Ma'ruf Menang di Jabar, Jatim, dan Jakarta

Yenny Wahid Optimis Jokowi - Ma'ruf Menang di Jabar, Jatim, dan Jakarta

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 18:57 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB