Mendikbud Hapus Nomor Induk Siswa Nasional Tahun 2019 Ini

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 22 Januari 2019 | 14:17 WIB
Mendikbud Hapus Nomor Induk Siswa Nasional Tahun 2019 Ini
Suasana pelayanan jemput bola perekaman e-KTP di SMKN 28 sederajat di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (10/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan mulai tahun 2019 Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dihapuskan. Nomor Induk Siswa Nasional diganti dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Dengan dijadikannya NIK sebagai pengganti NISN, maka akan mempermudah pendataan anak-anak yang masuk dalam usia sekolah. Dalam hal ini peranan pendidikan nonformal menjadi strategis bukan lagi pelengkap tapi memiliki peran utama.

"Itu mudah tinggal diubah saja, kan datanya sudah ada di sekolah. Tinggal dicek, termasuk di daerah mana, tinggal dimana, keluarganya siapa. Saya kira secara teknis tidak ada kesulitan gitu hanya kita perlu menselaraskan datanya saja," ujar Mendikbud usai bertemu dengan Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh di Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Mendikbud menjelaskan pihaknya didukung oleh Kemendagri terutama dlaam mengatur sistem penerimaan siswa baru. Melalui kerja sama itu, jika sebelumnya orang tua yang mendaftarkan anaknya maka sekarang justru sekolah bersama aparat desa yang mendata anak untuk masuk ke sekolah.

"Terutama untuk memberikan kesempatan pada peserta didik, yang dengan alasan tertentu tidak dapat masuk ke jalur formal. Sehingga nanti target kita dengan disatukannya data yang ada di Kemendagri dengan data Kemendikbud, maka wajib belajar dapat terwujud," tambah dia.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan dengan NIK dapat mengetahui anak-anak yang putus sekolah. Sehingga Mendikbud bisa memerintahkan dinas pendidikan daerah untuk mengecek kondisi anak itu.

"Kalau ternyata tidak punya biaya untuk sekolah, kita bisa mengurusnya dan memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP)," kata dia.

Dengan demikian, lanjut Zudan wajib belajar 12 tahun bisa terwujud dengan terintegrasinya data yang ada di Kemendagri dan juga Kemendikbud. (Antara)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tes P3K Digelar Februari, Mendikbud: Stop Rekrut Guru Honorer

Tes P3K Digelar Februari, Mendikbud: Stop Rekrut Guru Honorer

News | Sabtu, 12 Januari 2019 | 05:05 WIB

Setuju SKTM Dihapus, Mendikbud: Daripada Bikin Pusing

Setuju SKTM Dihapus, Mendikbud: Daripada Bikin Pusing

News | Sabtu, 05 Januari 2019 | 14:35 WIB

Jadi Duta Anti Narkoba, Begini Gaya Iriana di Depan Siswa Semarang

Jadi Duta Anti Narkoba, Begini Gaya Iriana di Depan Siswa Semarang

Health | Jum'at, 04 Januari 2019 | 17:00 WIB

Kemendagri Akan Pidanakan Warga yang Punya NIK Ganda

Kemendagri Akan Pidanakan Warga yang Punya NIK Ganda

News | Senin, 10 Desember 2018 | 17:06 WIB

Melalui Sistem Zonasi Sekolah, Mendikbud: 2019 Siswa Tak Perlu Daftar Masuk

Melalui Sistem Zonasi Sekolah, Mendikbud: 2019 Siswa Tak Perlu Daftar Masuk

News | Senin, 10 Desember 2018 | 14:14 WIB

Terkini

Waspada Hujan Lebat Sore hingga Malam, Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Waspada Hujan Lebat Sore hingga Malam, Semarang Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Sinyal Damai Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Damai Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:06 WIB

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri

Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:50 WIB

×