Teror Bakar Mobil dan Motor di Semarang Terkait Pilpres 2019?

Pebriansyah Ariefana
Teror Bakar Mobil dan Motor di Semarang Terkait Pilpres 2019?
Ilustrasi bom mobil. (Shutterstock)

Nur Rochaeti meminta masyarakat untuk tidak buru-buru mengaitkan teror pembakaran mobil dengan politik.

Suara.com - Teror pembakaran mobil dan motor atau teror pembakaran kendaraan Heboh di Semarang, Jawa Tengah. Namun apakah insiden pembakaran mobil dan motor atau teror pembakaran kendaraan itu terkait politik di Pilpres 2019?

Sampai kini belum diketahui motif di balik aksi pembakaran itu. Namun, dari informasi yang diperoleh Semarangpos.com, pelaku melakukan aksinya dengan cara molotov atau melempar botol yang diisi bensin atau cairan lain yang mudah terbakar dan diberikan sumbu berupa tali atau kain. Aksi itu dilakukan pelaku saat dini hari atau saat kondisi lingkungan sepi.

Kriminolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nur Rochaeti meminta masyarakat untuk tidak buru-buru mengaitkan teror pembakaran mobil dengan politik.

“Perlu ada kajian yang lebih mendalam untuk mengaitkan kasus ini dengan politik. Bisa saja ini dipicu faktor lain, seperti perselisihan atau hal lain,” ujar perempuan yang juga bertugas sebagai dosen Kriminologi di Akademi Kepolisian (Akpol) itu saat dihubungi Semarangpos.com (Jaringan Suara.com) belum lama ini.

Perempuan yang akrab disapa Eti itu menilai daripada berasumsi lebih baik masyarakat menunggu kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus itu. Ia pun meminta aparat kepolisian segera bertindak salah satunya dengan melakukan pemetaan terhadap para korban.

“Lihat dulu unsur kesamaan antara korban yang satu dengan yang lain, modus operasi pelaku, baru bisa diasumsikan. Selain itu, kepolisian juga harus segera membentuk tim khusus untuk membongkar kasus ini,” imbuh Eti.

Selain itu, Eti pun menyarankan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya dengan tidak memarkirkan kendaraan di tempat umum, sehingga rentan menjadi korban kejahatan,

“Kalau untuk meningkatkan Siskamling itu penting, tapi kalau diparkir di pinggir jalan juga sulit dicegah. Cara satu-satunya ya pastikan mobilnya diparkir di tempat yang aman,” tutur Eti.

Total ada 26 kasus pembakaran mobil yang sudah terjadi di Kota Semarang dalam sebulan terakhir. Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, mengaku belum mengetahui motif para pelaku pembakaran mobil.

“Saat ini kami masih menyelidiki kasus ini, baik dengan cara meminta keterangan saksi maupun rekaman CCTV di lokasi kejadian,” kata Agus.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS