Sembari Disetubuhi, Pemuda Bunuh Nenek Berusia 83 Tahun

Reza Gunadha

Kamis, 14 Februari 2019 | 16:10 WIB
Sembari Disetubuhi, Pemuda Bunuh Nenek Berusia 83 Tahun
Nenek Sukimen tewas dengan mulut disumpal kain dan tangan dikat. (Beritajatim.com)

Suara.com - Dedi Asmawan, pemuda 26 tahun, harus berjalan tertatih-tatih. Warga asal Desa Kauman, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri ini ditembak anggota Satreskrim Polresta Kediri karena berusaha kabur saat penangkapan.

Ia merupakan otak pembunuhan terhadap Sukinem, perempuan berusia 83 yang berprofesi sebagai pemulung dan tinggal di seputaran Pasar Setono Betek, Kota Kediri.

Dedi yang bekerja sebagaikuli bangunan tersebut tak lain adalah kekasih korban. Pasangan beda usia ini telah menjalin hubungan asmara sejak enam tahun terakhir.

Dedi akhirnya menghabisi nyawa kekasihnya karena tergiur harta yang dimiliki korban. Dalam melancarkan aksinya tersebut, ia dibantu oleh tersangka Ahmad Setiawan (25) teman satu desa.

Pemuda itu tidak serta-merta membunuh Sukinem yang lebih akrab disapa Mak Menthil. Tetapi ia sempat berhubungan badan di rumah kos korban di seputaran Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Sementara, temannya Ahmad Setiawan menunggu di luar kos.

Saat berhubungan layaknya suami-istri tersebut, Dedi kemudian mencekik leher korban. Setelah itu, tersangka menyumpal mulut wanita tua itu menggunakan jilbabnya dan mengikat tangan korban.

Setelah memastikan kekasihnya tak bernyawa, Dedi melucuti perhiasan korban berupa dua buah cincin dan dua buah gelang.

Dia juga mengambil uang korban sebesar Rp 1,6 juta di sela-sela selendang yang dikenakan korban. Tersangka kemudian menutup korban menggunakan selendang gendong.

Kapolresta Kediri Ajun Komisaris Besar Anthon Haryadi mengatakan, kedua tersangka berhasil ditangkap setelah buron selama setengah bulan.

baca juga

Tersangka Dedi terpaksa dilumpuhkan memakai timah panas di kakinya karena berusaha melarikan diri.

“Berkat kerja keras anggota, akhirnya kedua tersangka berhasil kami tangkap,” kata Ajun Komisaris Besar Anthon Haryadi seperti diberitakan Beritajatim.com, Kamis (14/2/2019).

Ia mengatakan, tersangka menghabisi nyawa korban karena ingin memiliki hartanya. Tersangka membunuh dengan cara mencekik leher dan menyumpal mulut korban menggunakan kain.

Sebelumnya diberitakan, jenasah Sukinem alias Mak Menthil ditemukan di rumah indekosnya di seputaran Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Senin (28/2/2019). Wanita berusia 83 tahun yang sehari-hari sebagai pemulung ini tewas karena dibunuh.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rayakan Valentine Day di Hotel, 6 Pasangan Kumpul Kebo Digelandang

Rayakan Valentine Day di Hotel, 6 Pasangan Kumpul Kebo Digelandang

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 15:48 WIB

Nenek Sukinem Tewas dengan Mulut Tersumpal, Dibunuh Berondong Pacarnya

Nenek Sukinem Tewas dengan Mulut Tersumpal, Dibunuh Berondong Pacarnya

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 15:31 WIB

DJ Seksi Thailand Liburan ke Jawa Timur, Kagum Indahnya Bromo

DJ Seksi Thailand Liburan ke Jawa Timur, Kagum Indahnya Bromo

Lifestyle | Kamis, 14 Februari 2019 | 12:05 WIB

Diah 12 Tahun Jadi Budak di Yordania, Mandi Cuma Boleh Sekali Sebulan

Diah 12 Tahun Jadi Budak di Yordania, Mandi Cuma Boleh Sekali Sebulan

News | Rabu, 13 Februari 2019 | 17:21 WIB

Terkini

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:19 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

Menang Sebagian, Roy Suryo Kini Incar Pembatalan Status Tersangka di Praperadilan Kedua

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:14 WIB

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

Menhut Raja Juli: Hutan Tak Hanya Lestari, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Baru

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:05 WIB

×