Cek Fakta

CEK FAKTA: Prabowo Klaim Indonesia Sebentar Lagi 100 % Impor BBM, Serius?

Bangun Santoso
CEK FAKTA: Prabowo Klaim Indonesia Sebentar Lagi 100 % Impor BBM, Serius?
Anggota TNI berjaga di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (6/10). ANTARA FOTO/Basri Marzuki

Padahal Indonesia merupakan produsen minyak

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia sebentar lagi akan impor bahan bakar minyak atau BBM 100 persen. Untuk itu kelapa sawit bisa menjadi tambahan bahan bakar Indonesia.

"Kita dalam waktu dekat akan menjadi net importir. Kita akan impor 100 % bahan bakar minyak kita," ujar Prabowo dalam debat capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Prabowo mengatakan, sawit bisa menjadi biodiesel dan bisa meningkatkan pendapatan petani yang sekarang sedang jatuh.

"Kita bisa meningkatkan harga dan juga harus konsekuen untuk meningkatkan kesejahteraan Perkebunan Inti Rakyat," ujarnya.

Cek Fakta:

Adhityani Putri dari Yayasan Indonesia Cerah menyatakan, Indonesia merupakan produsen minyak, sehingga tidak dapat dibayangkan bahwa Indonesia akan 100 persen impor minyak bagi kebutuhan konsumsi BBM bagi transportasi dan ketenagalistrikan dalam negeri.

Selain itu, Indonesia akan mulai melakukan elektrifikasi transport secara bertahap, yaitu dengan mendorong manufaktur dan penjualan kendaraan listrik (mobil dan motor) dan ada substitusi parsial BBM dengan BBN.

Selain itu, pemerintah juga sudah secara agresif menurunkan penggunaan diesel untuk pembangkitan listrik. Sedangkan pemanfaatan untuk kebutuhan rumah tangga (cooking fuel) juga sudah disubstitusi dengan gas.

Sehingga ada indikasi bahwa di jangka menengah akan terjadi stabilisasi permintaan BBM dan bahkan berbagai proyeksi menunjukkan penurunan di jangka panjang.

Selain itu, mengacu data dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 menyebutkan bahwa pada tahun ini, pemerintah menargetkan lifting hanya 750.000 barel per hari (bph). Padahal tahun ini target lifting minyak 800.000 bph.

Bukan hanya di 2019, dalam jangka menengah yakni 2020 hingga 2022, target bawah lifting minyak juga cenderung semakin rendah.

Pada tahun 2020, misalnya, target lifting minyak berkisar 695.000–840.000 bph. Sedangkan target di 2021 hanya 651.000–802.000 bph, dan di 2022 turun lagi menjadi 589.000–800.000 bph. Sehingga impor 100 persen BBM belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Kesimpulan:

Impor BBM memang semakin naik lantaran produksi minyak Indonesia setiap tahun menurun. Namun tidak mungkin dalam waktu dekat Indonesia akan impor 100 persen BBM.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS